Mantan Pelatih Manchester United Klaim Jadi Korban Kasus Finansial Manchester City

Eks manajer Manchester United merasa menjadi korban pemecatan akibat manipulasi keuangan yang dilakukan Manchester City.

OlehThomas
Diterbitkan 16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Pada 29 September 2026, Premier League mengumumkan bahwa komisi independen menemukan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan finansial selama sembilan musim, serta sebagian besar dakwaan mengenai kegagalan bekerja sama dalam penyelidikan.

Temuan tersebut mencakup persoalan pengaturan kontrak komersial, pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap aturan pengeluaran. Namun, proses penentuan sanksi masih menjadi tahap tersendiri.

Manchester City membantah tuduhan tersebut dan telah mengajukan banding atas keputusan komisi independen. Karena itu, perkembangan kasus ini masih menunggu proses hukum lebih lanjut.

Van Gaal menyadari bahwa perkembangan tersebut tidak akan mengubah apa yang telah terjadi dalam perjalanan kariernya bersama Manchester United.

"Saya tidak bisa memutar kembali sejarah sekarang. Bahkan Asosiasi Sepak Bola Inggris pun tidak bisa melakukannya," kata Van Gaal.

Pernyataan itu menggambarkan kekecewaan sang pelatih terhadap akhir masa jabatannya di Old Trafford. Kegagalan menembus Liga Champions pada 2016 bukan hanya berdampak pada posisi Manchester United di kompetisi Eropa, tetapi juga menjadi bagian penting dari keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama dengannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All