Jorge Martin Akui Marc Marquez Lebih Sulit Ketimbang Pecco Bagnaia

Rider Aprilia Jorge Martin tengah bersaing melawan Marc Marquez pada perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 20:29 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jorge Martin mengakui persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP bersama Marc Marquez memiliki tantangan tersendiri. Meski menilai tidak banyak perbedaan dibandingkan ketika menghadapi Pecco Bagnaia, pembalap Aprilia Racing itu menyebut Marquez memiliki kemampuan untuk menghukum setiap kesalahan lawan.

Martin saat ini terlibat persaingan ketat dengan Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Setelah MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, jarak poin keduanya masih terpaut dua angka, dengan hanya lima seri tersisa musim ini.

Selisih tersebut menjadi rekor tersendiri karena belum pernah terjadi sebelumnya dua kandidat juara dunia memiliki jarak sedekat itu ketika musim memasuki fase akhir.

Bagi Martin, persaingan musim ini menjadi pengalaman ketiganya dalam perebutan gelar juara dunia kelas utama. Dia harus mengakui keunggulan Bagnaia pada 2023 sebelum akhirnya merebut mahkota juara dunia setahun berselang dengan mengalahkan pembalap Ducati tersebut.

Dalam dua musim itu, Martin selalu membawa persaingan gelar hingga seri terakhir. Namun, hasil akhirnya berbeda. Pada 2024, Martin sukses menjadi juara dunia meski hanya memenangi tiga balapan, jauh di bawah Bagnaia yang mengoleksi 11 kemenangan.

Konsistensi menjadi faktor utama keberhasilan Martin saat itu. Dia mampu mengumpulkan poin secara stabil sepanjang musim hingga mengunci gelar juara dunia dengan keunggulan 10 poin atas Bagnaia.

Kini, Martin kembali menghadapi tantangan besar. Lawannya bukan lagi Bagnaia, melainkan Marquez, pembalap yang telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP dan dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam situasi persaingan ketat.

Marquez Lebih Minim Kesalahan

Martin menilai menghadapi Marquez tidak jauh berbeda dibandingkan ketika bersaing dengan Bagnaia. Namun, dia melihat satu aspek yang membuat pembalap Ducati Lenovo Team tersebut lebih berbahaya, yakni kemampuannya menjaga konsistensi dan memanfaatkan kesalahan lawan.

“Bagi saya, tidak banyak yang berubah,” kata Martin saat MotoGP Indonesia.

>“Yang pasti, dia adalah Marc. Saya punya pengalaman merebut dua gelar juara dunia, di Moto3 dan MotoGP, tetapi dia memiliki pengalaman sembilan gelar.”

Martin menyadari pengalaman tersebut tidak otomatis memberinya keuntungan dalam persaingan. Sebaliknya, dia menilai Marquez memiliki keunggulan dalam hal meminimalkan kesalahan sekaligus memaksimalkan peluang ketika rivalnya kehilangan momentum.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Jadi, itu bukan sebuah keuntungan. Yang saya lihat, Marc membuat lebih sedikit kesalahan,” ujarnya. “Setiap kali Anda melakukan kesalahan kecil, dia selalu ada untuk mengalahkan Anda. Dia selalu berada di sana.” Meski demikian, Martin menegaskan dirinya hanya bisa berfokus pada performa sendiri dan berusaha memaksimalkan setiap kesempatan yang tersedia. “Saya berusaha melakukan yang terbaik. Saya tidak bisa melakukan lebih dari kemampuan saya. Sejujurnya, menjadi juara atau tidak akan menjadi konsekuensi dari apakah saya melakukan segala sesuatunya dengan benar,” tutur Martin.

Halaman
Show All