Statistik Lengkap Ruben Amorim Selama Melatih Manchester United Hingga Pemecatan

Simak statistik Ruben Amorim selama melatih Manchester United, mulai dari masa jabatan singkatnya hingga rekor pertandingan dan momen-momen penting yang mengiri

OlehThomas
Diterbitkan 05 Januari 2026, 19:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di ajang Liga Premier, performa tim di bawah Amorim menunjukkan fluktuasi. Pada saat pemecatannya, Manchester United berada di posisi keenam klasemen liga. Mereka telah memainkan 20 pertandingan Liga Premier, dengan raihan 8 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 5 kekalahan, mengumpulkan 31 poin.

Rata-rata poin per pertandingan di Liga Premier mencapai 1.55. Meskipun tidak terlalu buruk, posisi keenam dan rekor ini menunjukkan bahwa tim kesulitan untuk bersaing di papan atas liga secara konsisten.

Perjalanan di Piala EFL juga berakhir dengan cepat, di mana Manchester United tersingkir setelah hanya satu pertandingan. Tim tidak meraih kemenangan maupun hasil imbang, dengan satu kekalahan yang menghasilkan 0.00 PPM di kompetisi tersebut.

Momen Penting dan Pencapaian di Bawah Amorim

Meskipun masa jabatannya singkat, Ruben Amorim juga mencatatkan beberapa momen penting dan pencapaian selama melatih Manchester United. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilannya membawa Manchester United ke Final Liga Europa 2025 di Bilbao. Ini menjadi sorotan positif di tengah performa liga yang kurang konsisten.

Debut manajerialnya bersama United adalah hasil imbang 1-1 melawan Ipswich Town pada 24 November 2024, sementara kemenangan pertamanya diraih melawan Bodø/Glimt di babak penyisihan grup Liga Europa UEFA. Kemenangan Liga Premier pertamanya datang pada 1 Desember, mengalahkan Everton 4-0 di Old Trafford.

Amorim juga menjadi manajer Manchester United pertama yang memenangkan derby Manchester pertamanya sejak Alex Ferguson, dengan kemenangan tandang 2-1 melawan Manchester City pada 15 Desember. Ia bahkan meraih penghargaan Manajer Terbaik Liga Premier Bulan Ini pada Oktober 2025 setelah United mengalahkan Brighton dan Sunderland.

Namun, ada juga momen-momen sulit, seperti kekalahan 3-1 dari Brighton pada 19 Januari 2025, yang membuatnya menyebut timnya "mungkin tim terburuk dalam sejarah" klub. Kekalahan mengejutkan dari tim League Two Grimsby Town di Piala EFL pada 27 Agustus 2025 juga menjadi pukulan telak. Musim pertamanya berakhir di posisi ke-15 Liga Premier, penempatan terburuk sejak 1974.

Filosofi Taktik dan Tantangan di Manchester United

Ruben Amorim dikenal dengan preferensi taktiknya yang mengandalkan formasi 3-4-3. Filosofi ini menekankan pada pressing yang intens, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, dan organisasi pertahanan yang kokoh. Pendekatan ini diharapkan dapat membawa identitas bermain yang jelas bagi Manchester United.

Meskipun memiliki filosofi yang jelas, implementasinya di lapangan menghadapi berbagai tantangan. Adaptasi pemain terhadap sistem baru, cedera, dan tekanan dari kompetisi Liga Premier yang ketat menjadi faktor-faktor yang memengaruhi konsistensi performa tim.

Pertandingan terakhirnya sebagai manajer United adalah hasil imbang tandang 1-1 di Elland Road melawan rival Leeds United pada 4 Januari 2026. Hasil ini menjadi penutup dari periode yang penuh gejolak bagi Amorim di kursi kepelatihan Manchester United.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan