Tokenisasi Saham AI Naik Daun, Investor Borong Nvidia, Meta, dan Microsoft

Tokenisasi saham AI makin diminati investor Indonesia. Data Bittime menunjukkan mayoritas dana baru mengalir ke Nvidia, Meta, dan Microsoft.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Minat investor Indonesia terhadap saham bertema kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus menunjukkan peningkatan seiring berkembangnya ekosistem tokenisasi aset di Tanah Air. Tren tersebut terlihat dari data awal Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat sebagian besar dana investor pada layanan Tokenized US Stocks mengalir ke saham-saham sektor AI.

Perkembangan ini terjadi di tengah upaya OJK memperkuat inovasi teknologi di sektor keuangan. Dalam Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD), regulator menegaskan bahwa teknologi seperti AI dan tokenisasi aset berpotensi mendorong transformasi industri keuangan.

Selain itu, OJK tengah menyusun Roadmap IAKD 2026-2031 yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, keamanan siber, transaksi over-the-counter (OTC), hingga Single Investor Identifier (SID).

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai penguatan regulasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus menghadirkan inovasi.

 

Pasar Kripto Bergerak Terbatas

Ryan mengatakan kepastian regulasi akan membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses berbagai instrumen investasi global melalui platform yang diawasi regulator.

"Komitmen OJK dalam penguatan IAKD, memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi," ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Di sisi lain, pasar aset kripto global masih bergerak relatif terbatas. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 62.900, turun 0,59% dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, aset kripto terbesar tersebut masih membukukan kenaikan 6,61% dalam sepekan.

Sementara itu, indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 27 atau fear, membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di kategori extreme fear.

 

Perhatian Investor Indonesia

Di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung stagnan, tokenisasi saham AI justru menarik perhatian investor Indonesia. Bittime mencatat kepemilikan Tokenized US Stocks melonjak 106% hanya dalam 48 jam setelah peluncuran fitur flexible staking.

Sebanyak 96% dana baru tercatat mengalir ke tokenized saham Nvidia, Meta, dan Microsoft. Sementara itu, minat terhadap tokenized Apple, Google, Tesla, dan Amazon relatif lebih stabil.

Selain membeli tokenized saham, hampir separuh pemegang aset tersebut juga memanfaatkan fitur Earn untuk memperoleh potensi reward hingga 7%.

Ryan mengatakan tren ini menunjukkan perubahan perilaku investor Indonesia yang mulai berfokus pada sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif," ujar Ryan.

Bittime menilai meningkatnya minat tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia yang menurut data OJK telah mencapai 22,4 juta orang.