HEADLINE: Prancis Layak Juara Piala Dunia 2018, Aplaus Meriah untuk Kroasia

Prancis sukses mengalahkan Kroasia 4-2 di final Piala Dunia 2018.

Diterbitkan 17 Juli 2018, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Siklus 20 tahun juara baru Piala Dunia ternyata tak berlaku di Rusia. Buktinya, Kroasia yang digadang-gadang mampu menjaga siklus yang telah bertuah sejak Piala Dunia 1958 itu, tak berdaya di hadapan Prancis.

Di final Piala Dunia 2018, di Stadion Luzhniki, Moskow, (15/7/2018), Kroasia dihantam Prancis 2-4. Les Bleus, julukan Prancis, tampil jadi juara dunia untuk kedua kalinya, setelah tahun 1998, saat Piala Dunia digelar di tanah mereka.

Jelang final, Kroasia memang digadangkan bakal tampil jadi juara, sesuai dengan siklus 20 tahunan. Pasalnya, sejak 60 tahun lalu, selalu lahir juara dunia baru di setiap kelipatan 20 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

Dimulai dengan Brasil di Piala Dunia 1958. Kemudian diikuti oleh Argentina di tahun 1978 dan Prancis di Piala Dunia 1998. Tapi, ya itu tadi. Di hadapan Prancis, yang diasuh Didier Deschamps, Kroasia memang tak berdaya. Tak tampak lagi, kegarangan mereka saat melumat Argentina 3-0 atau menghentikan pasukan muda Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2018.

Alhasil, pelatih Zlatko Dalic pun harus rela melihat gawang tim asuhannya tiga kali dibobol Prancis melalui Antoine Griezmann, Paul Pogba, dan Kylian Mbappe, plus gol bunuh diri Mario Mandzukic. Sementara Kroasia cuma mampu dua kali membalas melalui Mandzukic dan Ivan Perisic.

Namun begitu, Kroasia tetap mendapat aplaus meriah lantaran penampilan gemilang mereka di Rusia. Maklum, sejak awal tak banyak yang menduga negara dengan populasi sekitar 4,1 juta jiwa ini bisa melangkah sedemikian jauh.

Kiprah tim asuhan Zlatko Dalic ini memang memberikan hiburan tersendiri. Penampilan mereka atraktif, kolektivitas kuat didukung dengan individu-individu dengan skill mumpuni. Sebelum kaki mereka sampai ke final Piala Dunia 2018, Vatreni tak tersentuh kekalahan.

Lolos ke final sendiri, merupakan sejarah bagi Kroasia. Sebelumnya, paling bagus, prestasi mereka adalah menembus semifinal Piala Dunia 1998 di era Davor Suker dan kawan-kawan.

Wajar, di negaranya, Mandzukic dan kawan-kawan tetap dielu-elukan sebagai pahlawan. Presiden Kroasia, Kolinda Grabar-Kitarovic, memberikan apresiasi khusus.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kolinda menyebut, Kroasia bahkan sudah jadi pemenang, sebelum pertandingan final lawan Prancis. "Mereka telah memenangkan hati kami, rakyat Kroasia," ujar wanita cantik, yang sejak semifinal [Piala Dunia 2018](3590664 "") selalu menyaksikan laga Vatreni di stadion.

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Irna GustiawatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan