Kolinda menyebut, Kroasia bahkan sudah jadi pemenang, sebelum pertandingan final lawan Prancis. "Mereka telah memenangkan hati kami, rakyat Kroasia," ujar wanita cantik, yang sejak semifinal Piala Dunia 2018 selalu menyaksikan laga Vatreni di stadion.
Modric Pemain Terbaik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2281740/original/075337700_1531741551-Luka_Modric.jpg)
Di Rusia, Kroasia juga bukan tak mendapat apresiasi. Gelandang andalan sekaligus kapten mereka, Luka Modric, didaulat sebagai Pemain Terbaik dan meraih Golden Ball.
Modric memang begitu bersinar sepanjang turnamen. Pemain Real Madrid ini memimpin lini tengah Kroasia bak seorang dirigen. Caranya mengatur tempo permainan dan mengalirkan bola menjadi kelebihan pemain berusia 32 tahun itu.
Ketahanan mental serta stamina ditunjukkan Modric bersama rekan-rekan setimnya. Pengalamannya bermain di level tinggi sangat membantu Kroasia. Tak heran, pujian pun banyak dilayangkan kepadanya.
"Bermain di Piala Dunia sangat sulit. Dan dia memainkannya seperti hal normal. Baginya seperti berdansa," ujar mantan bintang Brasil, Ricardo Kaka.
Prancis Pantas Juara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2281301/original/053745800_1531726488-AP18196681187607.jpg)
Di sisi lain, Prancis pantas tampil menjadi yang terbaik. Di Rusia, Paul Pogba dan kawan-kawan tampil begitu konsisten. Performa mereka di final juga menunjukkan kelas mereka lebih baik dibanding Kroasia.
"Kami memang tidak menunjukkan permainan yang sangat hebat, tapi kami menunjukkan kualitas mental yang bagus," ujar pelatih Prancis, Didier Deschamps, selepas laga final.
Penyerang muda Prancis, Kylian Mbappe, disematkan penghargaan FIFA Young Player alias Pemain Muda Terbaik. Sebuah gelar yang pantas mengingat kontribusi pemain berusia 20 tahun itu untuk Les Bleus.
Bukan hanya sebiji gol yang dia cetak ke gawang Kroasia, melainkan performanya secara umum di Piala Dunia 2018, yang membuatnya jadi pemain termuda kedua yang cetak gol di final Piala Dunia, setelah legenda Brasil, Pele. Mbappe, tak bisa disangkal jadi salah satu sosok penentu sukses Prancis jadi juara.
Total, empat gol dicetak Mbappe di Rusia. Jumlah itu hanya terpaut dua gol dari Harry Kane, penyerang Inggris yang jadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018.
Bahkan, performa gemilang Kylian Mbappe di Piala Dunia 2018 membuat Pele ingin kembali merumput. "Jika Kylian Mbappe terus menyamai catatan saya seperti ini, saya mungkin membersihkan sepatu saya lagi yang penuh debu," ujar Pele, yang kini berusia 77 tahun, di akun Twitter pribadinya.
Kontroversi VAR
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2280794/original/017737400_1531701826-Prancis_Vs_Kroasia_04.jpg)
Namun, Piala Dunia 2018 bukan hanya cerita tentang aksi-aksi gemilang para bintang serta permainan ciamik yang dipertontonkan tim-tim pemenang. Melainkan juga munculnya banyak kritik dan cibiran terkait penggunaan Video Asisstant Referee (VAR) untuk pertama kalinya di Piala Dunia.
VAR adalah teknologi rekaman video secara instan yang digunakan untuk membantu wasit dalam menentukan pelanggaran, handball, bahkan untuk mengesahkan sebuah gol dalam pertandingan. Akibatnya, sepak bola seperti kehilangan "sentuhan kemanusiaan"-nya, dan berubah jadi sebuah permainan yang pragmatis.
VAR disebut-sebut telah menghilangkan drama-drama yang kerap tercipta di setiap perhelatan Piala Dunia. Drama-drama yang membuat sebuah edisi Piala Dunia memiliki kekhasan sendiri dan diingat sepanjang masa.
Untuk wasit, keberadaan VAR tentu saja sangat membantu. Ketua Komisi Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menyebut, VAR telah membuat akurasi keputusan wasit di Piala Dunia meningkat 99,3 persen!
"Tentu, 100 persen lebih baik. Tapi, 99,3 persen adalah sesuatu yang sangat, sangat mendekati sempurna," ujar pria berkepala plontos itu seperti dikutip Sky Sports.
Hanya masalahnya, VAR sendiri ternyata juga menimbulkan jejak masalah. Hingga akhirnya, begitu banyak penalti yang diberikan wasit berdasar petunjuk VAR yang tak memiliki "perasaan".
Termasuk gol kedua Prancis ke gawang Kroasia yang dicetak Antoine Griezmann lewat tendangan penalti. Penalti tersebut diberikan wasit Nestar Pitana berdasarkan petunjuk VAR, yang menganggap Ivan Perisic melakukan hand ball di kotak penalti Kroasia pada menit ke-37.
Padahal, dalam menentukan apakah itu hand ball atau bukan, harus ada "rasa" dari wasit untuk menilainya, tak melulu lantaran bola menyentuh tangan outfield player. Untung, Dalic cukup bijak menanggapinya. Padahal, gol tersebut disebut-sebut sebagai pemicu kekalahan pasukannya, yang membuat pemain Kroasia jatuh mentalnya.
"Ini hanya masalah penilaian penalti. Bagaimana pun, saya menghargai VAR. Itu bagus untuk sepak bola," ujarnya.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2281681/original/083829900_1531738928-Banner_Juara_Piala_Dunia_2018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345318/original/078768200_1473843984-Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290319/original/093820900_1783458944-063_2285110228.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9255377/original/086914700_1783150367-diaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290273/original/087493600_1783443068-000_B9JE88E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9244197/original/033744500_1783137218-col3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289073/original/046291600_1783391105-bel6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238313/original/043635800_1783129470-mes4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476394/original/056758700_1768741971-trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289269/original/089484000_1783396770-000_B9C94LX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9133935/original/022673500_1783073947-AP26184046344844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512248/original/044274100_1771931786-piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8024961/original/012949400_1780865815-selebrasi_tim_luka_modric_kroasia_slovakia_ap_darko_bandic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463553/original/094826900_1767661100-AP26005680161829.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1334851/original/025542300_1472762206-000_Par8161395.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456749/original/019132200_1766938153-AC_Milan_s_Luka_Modric_shakes_hands_with_AC_Milan_s_head_coach_Massimiliano_Allegri.jpg)