Liputan6.com, Jakarta - Melalui komoditas minyak nilam di Aceh, program PROMISE II Impact yang digagas Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) berhasil mendorong ekspor 32 ton minyak nilam senilai Rp 30 miliar ke pasar global, termasuk Prancis.
Keberhasilan ini didukung oleh pemanfaatan platform digital MyNilam yang menghubungkan petani, pemerintah daerah, pusat riset, pengolah, lembaga keuangan, hingga pasar. Platform tersebut juga memicu tumbuhnya 15 hingga 20 merek parfum lokal.
Capaian sektor minyak nilam tersebut merupakan bagian dari hasil keseluruhan program PROMISE II Impact yang mencatatkan total akses pembiayaan dan tabungan formal senilai Rp 584,3 miliar bagi 25.378 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Advertisement
Selain itu, program ini telah melatih lebih dari 2.300 wirausahawan, dengan lebih dari 40 persen di antaranya merupakan perempuan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372604/original/041948700_1791884729-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_16.29.47.jpeg)
Sebagai informasi, program PROMISE (Promoting Micro and Small Enterprises) merupakan inisiatif ILO yang didukung Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO), serta bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Manajer Proyek PROMISE II Impact ILO Djauhari Sitorus menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pendekatan rantai nilai. Pendekatan ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan dan pasar ekspor, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha melalui digitalisasi.
“Kami mengidentifikasi komoditas unggulan daerah, membantu peningkatan produktivitas, efisiensi, dan akses ke lembaga keuangan dengan pendekatan integrasi teknologi digital, serta memberikan pelatihan pengelolaan keuangan,” ujar Djauhari dalam acara Celebrating Achievement, Strengthening Partnerships di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Selain berdampak langsung pada pelaku usaha, program ini memperkuat digitalisasi enam Bank Perekonomian Rakyat (BPR) melalui peningkatan sistem Core Banking dan Loan Origination System (LOS). Melalui sistem ini, proses pengajuan kredit yang sebelumnya membutuhkan waktu satu hingga dua minggu dapat dipangkas menjadi dua hingga tiga hari.
PROMISE Fase Ketiga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372602/original/068044000_1791884600-IMG_3378.jpeg)
Setelah menuntaskan fase kedua, ILO bersama para pemangku kepentingan akan melanjutkan program PROMISE ke fase ketiga dengan memperluas pendekatan rantai nilai ke komoditas dan wilayah baru.
Pada fase ketiga ini, program akan menyasar komoditas kopi di Lampung, sekaligus memperluas intervensi pada komoditas minyak nilam di Sumatera Selatan dan susu sapi perah di Jawa Timur.
Fase ketiga juga akan mereplikasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan memperkuat infrastruktur digital BPR di berbagai wilayah Indonesia secara lebih luas.
Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan program ini melalui penerapan pilar-pilar kesejahteraan keuangan.
“Pilar tersebut meliputi perumusan kebijakan, penguatan hak properti berupa sertifikasi lahan agar bisa menjadi agunan, dan pengembangan kapasitas SDM agar tahan dari financial shock, memiliki tabungan, serta dana pensiun," ujar Erdiriyo pada kesempatan yang sama.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372605/original/057741900_1791884742-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_16.29.46.jpeg)
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mendorong replikasi keberhasilan program PROMISE ke berbagai daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Langkah ini dilakukan agar semakin banyak UMKM di daerah yang mendapatkan kemudahan akses pembiayaan formal serta terhubung ke dalam sistem rantai nilai berbasis digital.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372199/original/025007600_1791871347-HOAX__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372603/original/092564900_1791884646-IMG_3370.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372191/original/026894700_1791870793-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_11.47.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4827867/original/095704100_1715333137-IMG_0128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370500/original/011253100_1791631475-email-attachment_2026_10_09_pramita-tristiawati_aprindo-soroti-industri-ritel-di-indonesia-bisa-lebih-canggih-dari-sekedar-buka-gerai_IMG-20261002-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367056/original/067222700_1791288261-IMG_7611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369073/original/094882800_1791465570-WhatsApp_Image_2026-10-08_at_17.01.42.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369061/original/086691500_1791464333-WhatsApp_Image_2026-10-08_at_08.57.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368377/original/068185600_1791431197-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7377.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521752/original/080779900_1772699319-1000252433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365774/original/095147000_1791193075-mie_ayam.jpeg)