Kecam Penyerangan Bus EPA Persib, The Jakmania Minta Anggota Tahan Diri

PP The Jakmania mengecam penyerangan rombongan Persib EPA di Rest Area Batang (11/10/2026), minta polisi usut tuntas dan imbau anggota tak terprovokasi.

Diterbitkan 13 Oktober 2026, 17:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Pusat (PP) The Jakmania mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan pemain Persib Bandung Elite Pro Academy (EPA) atau Persib U-18 yang dilaporkan terjadi di Rest Area Batang KM 360, Minggu (11/10/2026).

Bus yang mengangkut rombongan disebut mengalami kerusakan setelah diduga dilempari benda-benda keras dan kaca bus pecah.

Video singkat yang memperlihatkan insiden itu beredar di media sosial dan memicu reaksi luas. PP The Jakmania menanggapi kejadian tersebut melalui akun media sosial resminya.

"Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, intimidasi, dan perusakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sportivitas," kata PP The Jakmania, Senin (12/10/2026).

Organisasi suporter itu juga menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan rivalitas dan berharap pihak yang terdampak mendapat perlindungan serta penanganan yang semestinya.

Minta Polisi Usut Tuntas

Selain kecaman, PP The Jakmania menyatakan dukungan kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka meminta agar proses penanganan berjalan transparan dan profesional.

Organisasi tersebut menegaskan keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas, tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakang klub yang didukung.

"Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," kata PP The Jakmania.

PP The Jakmania mengimbau seluruh anggotanya untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar. Mereka meminta suporter menahan diri dari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Seluruh anggota diharapkan mempercayakan proses penelusuran kasus kepada pihak berwenang serta ikut menjaga situasi tetap kondusif.

Rivalitas Tak Boleh Kalahkan Kemanusiaan

PP The Jakmania menilai rivalitas adalah bagian dari dinamika sepak bola, tetapi persaingan antarklub dan suporter tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut organisasi itu, sportivitas, solidaritas, dan penghormatan terhadap keselamatan sesama harus tetap menjadi prinsip utama dalam mendukung tim kebanggaan.

Kecaman PP The Jakmania ini sekaligus menegaskan bahwa dukungan terhadap Persija Jakarta tidak seharusnya diwujudkan melalui tindakan kekerasan, khususnya yang membahayakan pemain maupun rombongan tim lain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Manchester United Sudah Temukan Sosok Pengganti Michael Carrick, Kesepakatan Segera Tercapai

Yus Mei Sawitri, Harley IkhsanTim Redaksi
Copy Link
Batalkan