Liputan6.com, Jakarta - Nagasari mutiara nangka bisa menjadi pilihan camilan tradisional untuk menemani waktu santai bersama keluarga. Kue basah ini memadukan adonan tepung beras yang lembut, butiran sagu mutiara berwarna cantik, serta potongan nangka yang memberikan aroma harum dan rasa manis alami.
Berbeda dari nagasari klasik yang biasanya berisi pisang, nagasari mutiara nangka menawarkan tekstur yang lebih beragam. Adonan tepung beras terasa lembut dan sedikit kenyal, sementara sagu mutiara memberikan sensasi kenyal di setiap gigitan. Potongan nangka di dalamnya membuat cita rasa kue semakin khas.
Cara membuat nagasari mutiara nangka sebenarnya tidak sulit. Bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar tradisional maupun toko bahan kue. Kunci keberhasilannya terletak pada pengolahan sagu mutiara, kekentalan adonan, serta proses pengukusan yang tepat agar kue matang merata dan tidak terlalu lembek.
Advertisement
Jika ingin membuat camilan untuk keluarga atau suguhan saat berkumpul, resep nagasari mutiara nangka berikut bisa dicoba di rumah. Takaran bahan dan langkah pembuatannya disusun agar menghasilkan kue yang lembut, gurih dari santan, serta memiliki rasa manis yang seimbang.
Berikut resep nagasari mutiara nangka, dirangkum Liputan6.com, Selasa (13/10/2026).
Â
Â
Bahan Nagasari Mutiara Nangka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372638/original/060832600_1791885614-093fec33-1794-4814-9254-ab15a7740202.jpg)
Sebelum mulai memasak, siapkan seluruh bahan agar proses pembuatan lebih praktis. Gunakan nangka matang yang aromanya harum dan tidak terlalu berair. Santan segar bisa digunakan untuk mendapatkan rasa gurih, tetapi santan kemasan juga dapat menjadi alternatif.
Resep berikut menghasilkan sekitar 15–20 buah nagasari, bergantung pada ukuran cetakan atau bungkus yang digunakan.
Bahan utama
- 150 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 100 gram sagu mutiara kering
- 250 gram daging buah nangka matang
- 700 ml santan
- 120 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 2 lembar daun pandan
- Daun pisang secukupnya untuk membungkus
Jika menyukai nagasari yang lebih manis, jumlah gula bisa disesuaikan dengan selera. Namun, jangan menambahkan gula terlalu banyak apabila nangka yang digunakan sudah matang dan manis. Perpaduan rasa gurih santan dan manis buah justru menjadi ciri khas kue ini.
Advertisement
Cara Mengolah Sagu Mutiara agar Kenyal dan Cantik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372639/original/068520900_1791885614-efb06d35-1165-4ff2-a757-62c9c47b36b8.jpg)
Sagu mutiara perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam adonan nagasari. Langkah ini penting agar butirannya matang dan tidak meninggalkan bagian putih yang keras di tengah. Hindari memasukkan sagu mutiara kering langsung ke adonan karena hasil akhirnya bisa tidak merata.
- Didihkan air. Siapkan panci berisi air yang cukup banyak, kemudian panaskan hingga mendidih.
- Masukkan sagu mutiara. Tuangkan sagu mutiara ke dalam air mendidih sambil diaduk perlahan agar tidak menggumpal atau menempel di dasar panci.
- Masak hingga matang. Rebus sesuai petunjuk kemasan, biasanya sekitar 15–30 menit. Jika bagian tengah butiran masih putih, lanjutkan memasak dengan api kecil. Tambahkan sedikit air panas jika diperlukan.
- Diamkan jika perlu. Matikan api dan tutup panci selama beberapa menit apabila petunjuk kemasan menyarankan proses pematangan lanjutan.
- Tiriskan dan bilas. Setelah sagu mutiara matang dan bening, tiriskan. Bilas sebentar dengan air matang dingin untuk mengurangi kelebihan pati dan menghentikan proses pemasakan.
Pastikan sagu mutiara tidak terlalu lembek sebelum dicampurkan ke adonan. Butiran yang masih utuh akan membuat tampilan nagasari lebih menarik dan memberikan tekstur kenyal tanpa membuat kue terasa seperti bubur.
Resep Nagasari Mutiara Nangka yang Lembut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372640/original/078055700_1791885614-2d55bde2-9ba6-459a-9a7a-7d22e5857384.jpg)
Setelah sagu mutiara siap, langkah berikutnya adalah membuat adonan tepung beras dan santan. Adonan sebaiknya dimasak sebentar hingga mengental sebelum dikukus. Cara ini membantu tepung matang lebih merata sekaligus mengurangi risiko bagian dalam kue terlalu encer.
1. Siapkan daun pisang dan buah nangka
Bersihkan daun pisang menggunakan kain bersih, lalu layukan sebentar di atas api kecil atau kukus selama beberapa menit agar tidak mudah sobek ketika dilipat. Potong daun sesuai ukuran nagasari yang diinginkan.
Buang biji nangka, kemudian potong daging buah menjadi bagian kecil. Potongan berukuran sekitar 1–2 sentimeter cukup ideal agar mudah tercampur dengan adonan dan memberikan rasa nangka di setiap gigitan.
2. Campurkan tepung dan bahan lainnya
Masukkan tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, dan garam ke dalam wadah. Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan pengocok hingga tidak ada gumpalan tepung.
Tambahkan daun pandan untuk memberikan aroma harum. Aduk kembali sampai seluruh bahan tercampur rata. Jika ingin menghasilkan adonan yang lebih halus, saring campuran sebelum dimasak.
3. Masak adonan hingga mengental
Tuangkan adonan ke dalam panci, lalu masak menggunakan api kecil hingga sedang. Aduk terus secara perlahan, terutama pada bagian dasar dan sudut panci, supaya adonan tidak menggumpal atau gosong.
Ketika adonan mulai mengental dan teksturnya menyerupai bubur kental, segera kecilkan api. Tidak perlu memasaknya sampai terlalu padat karena adonan masih akan menjalani proses pematangan saat dikukus.
Angkat daun pandan, kemudian diamkan sebentar agar adonan tidak terlalu panas. Adonan yang terlalu encer bisa membuat nagasari sulit mempertahankan bentuk, sedangkan adonan yang terlalu padat akan lebih sulit dicampur dengan sagu mutiara.
4. Masukkan sagu mutiara dan potongan nangka
Masukkan sagu mutiara yang sudah ditiriskan ke dalam adonan tepung. Aduk perlahan sampai butirannya tersebar merata. Setelah itu, tambahkan potongan nangka dan campurkan kembali dengan hati-hati.
Jangan mengaduk terlalu kuat karena potongan nangka bisa hancur dan sagu mutiara dapat menggumpal. Jika ingin tampilan lebih menarik, sisihkan sedikit potongan nangka untuk diletakkan di bagian atas setiap bungkus.
5. Bungkus adonan dengan daun pisang
Ambil selembar daun pisang, lalu letakkan sekitar dua sendok makan adonan di bagian tengah. Sesuaikan jumlahnya dengan ukuran kue yang diinginkan. Lipat kedua sisi daun, kemudian tekuk bagian ujungnya hingga adonan tertutup rapat.
Jika tidak ingin menggunakan daun pisang, adonan bisa dimasukkan ke dalam cetakan tahan panas yang sudah diolesi sedikit minyak. Meskipun praktis, penggunaan daun pisang tetap memberikan aroma khas yang membuat nagasari terasa lebih tradisional.
6. Kukus hingga matang
Panaskan kukusan terlebih dahulu sampai air mendidih dan menghasilkan uap yang stabil. Susun nagasari di dalam kukusan dengan jarak secukupnya agar uap dapat bersirkulasi dengan baik.
Kukus selama sekitar 20–30 menit dengan api sedang. Pastikan tutup kukusan dibungkus kain bersih agar air kondensasi tidak menetes terlalu banyak ke permukaan kue.
Setelah matang, angkat nagasari dan biarkan agak dingin sebelum disajikan. Tekstur kue biasanya akan lebih stabil setelah suhunya turun, sehingga lebih mudah diangkat dan tidak gampang hancur ketika dibuka dari bungkusnya.
Advertisement
Tips Membuat Nagasari Mutiara Nangka Tidak Lembek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372641/original/085352200_1791885614-9d6077da-1f44-44bc-aaaa-b0e1e9e348fc.jpg)
Tekstur menjadi salah satu faktor penting dalam membuat nagasari yang enak. Kue yang terlalu lembek akan sulit dibungkus dan kurang nyaman dimakan, sedangkan adonan yang terlalu padat bisa terasa berat. Beberapa hal berikut dapat membantu menjaga hasilnya tetap lembut dan kenyal.
- Gunakan takaran santan yang sesuai. Terlalu banyak santan dapat membuat adonan terlalu encer. Ikuti takaran resep dan jangan menambahkan cairan tanpa memperhatikan kekentalan adonan.
- Masak adonan sebelum dikukus. Proses pengentalan membantu tepung beras menyerap cairan dan membuat tekstur kue lebih stabil setelah matang.
- Tiriskan sagu mutiara dengan baik. Air berlebih yang terbawa ke dalam adonan dapat mengubah kekentalannya.
- Pilih nangka yang matang tetapi tidak terlalu berair. Buah yang terlalu lembek dapat membuat tekstur nagasari kurang rapi.
- Jaga uap kukusan tetap stabil. Gunakan api sedang dan pastikan air kukusan tidak sampai habis selama proses memasak.
- Jangan langsung membuka bungkus saat masih panas. Diamkan kue sampai hangat agar teksturnya lebih kokoh dan tidak mudah menempel atau hancur.
Â
Pertanyaan Seputar Resep Nagasari Mutiara Nangka
1. Apakah nagasari mutiara nangka bisa dibuat tanpa daun pisang?
Bisa. Gunakan cetakan tahan panas yang sudah diolesi sedikit minyak agar kue lebih mudah dikeluarkan setelah matang. Namun, aroma khas daun pisang tidak akan terlalu terasa.
2. Mengapa nagasari mutiara nangka terlalu lembek?
Penyebabnya bisa berupa adonan yang terlalu encer, sagu mutiara yang masih membawa banyak air, atau waktu pemasakan yang kurang. Pastikan adonan sudah mengental sebelum dikukus dan sagu mutiara sudah ditiriskan dengan baik.
3. Apakah sagu mutiara harus direbus sampai bening?
Ya, sagu mutiara sebaiknya matang hingga bening dan tidak menyisakan bagian tengah yang keras. Ikuti petunjuk kemasan karena waktu memasak bisa berbeda berdasarkan ukuran dan jenis sagu mutiara.
4. Berapa lama nagasari mutiara nangka bisa bertahan?
Nagasari yang mengandung santan dan buah segar sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Simpan dalam wadah tertutup di lemari es dan konsumsi idealnya dalam 1–2 hari. Untuk kualitas terbaik, pastikan kue didinginkan dengan benar dan tidak dibiarkan berjam-jam di tempat panas.
5. Apakah nagasari mutiara nangka bisa disajikan dingin?
Bisa. Nagasari yang sudah dingin memiliki tekstur lebih kokoh dan tetap nikmat disantap. Simpan dalam wadah tertutup agar tidak menyerap aroma makanan lain di lemari es. Diamkan sebentar pada suhu ruang sebelum disajikan jika ingin teksturnya terasa lebih lembut.
6. Bisakah tepung tapioka diganti tepung maizena?
Bisa, tetapi hasilnya akan berbeda. Tepung tapioka membantu memberikan tekstur kenyal, sedangkan tepung maizena cenderung menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan tidak terlalu elastis. Jika ingin mempertahankan karakter nagasari yang sedikit kenyal, sebaiknya tetap gunakan tepung tapioka.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372199/original/025007600_1791871347-HOAX__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372637/original/052072600_1791885614-9d6077da-1f44-44bc-aaaa-b0e1e9e348fc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343645/original/082328100_1788865088-7ee75648-3ccf-4945-8492-1d8267016c14.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341299/original/089407500_1788598428-b014ca56-7a1d-43c9-84a4-69ae56f0df34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517900/original/069522100_1772442767-unnamed__6_.jpg)