BRIN Siapkan Rumah Tahan Gempa Murah

BRIN siap komersialisasi rumah modular tahan gempa. Terbukti kokoh saat bencana dan dirancang dengan harga lebih murah.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 16:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mematangkan rencana komersialisasi teknologi rumah modular tahan gempa agar dapat diproduksi secara masal. Inovasi ini ditargetkan untuk memperluas akses masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan bencana alam.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan sejumlah mitra industri guna memboyong teknologi tersebut ke jalur manufaktur.

"Ini sekarang kita terus berkoordinasi dengan mitra karena BRIN tidak boleh memproduksi secara massal. Kita harus mencari mitra-mitra untuk menghasilkan rumah-rumah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dan bisa lebih murah lagi," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (28/8/2026)

Pentingnya pemanfaatan teknologi ini dilandasi oleh rekam jejak pengujian di lapangan. Arif membeberkan bahwa BRIN telah membangun tiga unit rumah contoh sepanjang 2021 hingga 2022. Saat guncangan gempa menerjang area setempat, ketiga struktur bangunan tersebut terbukti bertahan tanpa kerusakan. 

"Rumah modular tahan gempa, di mana saat ini ada tiga rumah contoh BRIN yang berdiri sejak tahun 2021 hingga 2022 yang alhamdulillah pada saat gempa tetap utuh," jelasnya.

Solusi Nyata untuk Kawasan Cincin Api

Mengingat batas kewenangan lembaga yang tidak mencakup ranah manufaktur massal, skema kerja sama dengan mitra pemilik kapasitas produksi menjadi kunci. Langkah kolaboratif ini diharapkan tak cuma mendongkrak volume produksi, melainkan juga menekan biaya pembuatannya sehingga ramah di kantong masyarakat.

Arif menegaskan, inovasi struktur tahan gempa sangat vital mengingat posisi geografis Indonesia yang membentang di jalur ring of fire (cincin api Pasifik) dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto turut memberi perhatian khusus terhadap peranan riset dan inovasi berbasis teknologi dalam merespons ancaman bencana.

"Ini memerlukan kajian, memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, maupun terus memberikan solusi," sebut Arif.

Bahkan dalam agendanya bersama Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta dan jajaran peraih Nobel, Presiden secara spesifik menyoroti hasil inovasi BRIN yang siap guna ini—termasuk rumah modular tahan gempa—sebagai solusi aplikatif bagi daerah-daerah rawan gempa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6