BYON Combat Showbiz 8 Sajikan 13 Duel Perebutkan Sabuk hingga Tiket Grand Prix

BYON Combat Showbiz 8 digelar Sabtu (29/8/2026) di Tennis Indoor Senayan. Ada 13 laga, termasuk Ammarul vs Jeka untuk sabuk dan tiket Grand Prix.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 16:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BYON Combat Showbiz 8 kembali ke Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Ajang ini menyajikan 13 pertarungan lintas disiplin, dengan sejumlah laga mempertaruhkan sabuk dan tiket menuju BYON Grand Prix.

Sehari sebelumnya, Weigh-In dan Press Conference digelar di lokasi yang sama pada Jumat (28/8/2026). Sesi tersebut menjadi momen terakhir para petarung menyuarakan pernyataan sekaligus memamerkan kesiapan usai training camp.

Tennis Indoor Senayan disebut sebagai salah satu saksi perjalanan combat sport di Indonesia, dan edisi kedelapan Showbiz ini kembali menempatkan venue itu sebagai panggung utama.

Kickstriking Asia Title: Ammarul vs Jeka

Partai puncak mempertemukan Ammarul Shafiq dan Jeka Saragih dalam perebutan BYON Kickstriking Asia Title serta satu tiket menuju Grand Prix.

Ammarul datang dengan modal kemenangan atas Haris Sofyan di Malaysia.

Jeka memiliki rekam jejak berbeda. Ia adalah petarung Indonesia pertama yang mendapatkan kontrak UFC, dan demi memenuhi tuntutan kelas untuk laga ini ia menurunkan berat badan lebih dari 20 kilogram.

Ammarul menilai duel ini menghadirkan tantangan tersendiri karena Jeka akan memakai sarung tinju 10 oz, berbeda dengan sarung tinju MMA 4 oz yang biasa digunakan. Di sisi lain, Jeka memastikan perubahan ukuran gloves tidak akan mengubah karakternya, dengan target jelas: membuat Ammarul terjatuh.

Dengan perbedaan gaya, aturan kickstriking, dan taruhan gelar plus tiket Grand Prix, pertarungan ini diperkirakan menjadi salah satu yang terpanas di kartu.

ICB National Title: Andi Cobra vs Wong Jhonson

Co-main event menghadirkan pertahanan gelar perdana Andi Cobra untuk ICB National Title melawan Wong Jhonson Wijaya.

Pertarungan ini berawal dari tantangan Jhonson setelah ia mengalahkan Turkish Boy, yang kemudian diterima Andi usai menaklukkan Jaden Bahtera. Status Andi kini berubah dari pemburu sabuk menjadi juara yang diburu, sembari membidik ambisi menjadi double champion.

Keduanya sempat menjalani pengujian PowerKube, dengan Jhonson unggul pada hampir seluruh jenis pukulan dibandingkan Andi.

Andi harus membuktikan bahwa keunggulan daya pukul lawan bukan sekadar angka di alat ukur. Jika berhasil mempertahankan sabuk, ia telah menyiapkan selebrasi khusus berupa goyang ular.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Nelson Julianto vs Fahri Alamsyah Umarusman vs Aaron Clarke Amir Zolfi vs Haris Haiqal Winona Karamoy vs Dinda Arimbi Juang Kadja Koro vs Muhammad Bayan Hamid (KKBayan) Azwan Che Wil vs Edvin Pratama Aditya Armadani vs Bashir Mazreavi Prtasarathee Punniyamoorthy (Boy Prata) vs Hakim Feady Yusuf Polat vs Idris Khan Serdar Sayik vs Omer Cavgin Ikhsan Lani vs Topnoi Kiwram

Halaman
Show All
Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan