Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026). Penguatan rupiah terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen.
Rupiah menguat 54 poin atau 0,30 persen menjadi 17.694 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level 17.748 per dolar AS.
Penguatan juga tercermin dari kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada Jumat, JISDOR berada di level 17.705 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 17.779 per dolar AS.
Advertisement
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai, penguatan rupiah mendapat dukungan dari keputusan BI untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.
“Kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucap dia dikutip dari Antara.
Menurut Amru, kebijakan tersebut menjadi salah satu sentimen yang membantu menopang nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.
Sentimen Eksternal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5092467/original/062939600_1736770257-20250113-Rupiah_Melemah-ANG_2.jpg)
Dari sisi eksternal, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh arah dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury.
Dolar AS sempat mengalami tekanan setelah Pemerintah AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama.
Imbal hasil Treasury kembali meningkat sehingga memberikan pengaruh terhadap pergerakan dolar AS. Pada saat yang sama, investor masih mencermati kekhawatiran mengenai inflasi serta kondisi fiskal Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat arah kebijakan moneter AS tetap menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan mata uang negara lain, termasuk rupiah.
“Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai arah suku bunga, sehingga prospek kebijakan moneter AS masih menjadi perhatian pasar,” ungkap Amru.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180937/original/006715500_1743849574-20250405-Monas-HER_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6591576/original/029814400_1779430905-cek_fakta_-_sertifikat_tanah_gratis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)