Harga Emas 24 Karat 5 Oktober 2026: Perbandingan Antam, Pegadaian, dan Tips Hindari Pemalsuan

Simak daftar harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi pada Senin, 5 Oktober 2026. Pelajari juga cara akurat membedakan emas asli dan pal

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas 24 karat dari berbagai penyedia di Indonesia menunjukkan variasi pada Senin, 5 Oktober 2026. Data harga ini menjadi acuan penting bagi investor dan masyarakat yang ingin membeli atau menjual logam mulia. Selain memantau fluktuasi harga, memahami cara membedakan emas asli dari yang palsu juga krusial untuk menjaga nilai investasi.

Emas, khususnya emas 24 karat yang dikenal sebagai emas murni, tetap menjadi pilihan utama sebagai instrumen investasi lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi yang berfluktuasi, serta dinamika geopolitik. Tingkat kemurniannya mencapai sekitar 99,99% membuatnya sering disebut sebagai fine gold.

Fluktuasi harga yang terjadi setiap hari, ditambah maraknya peredaran emas imitasi, menuntut kehati-hatian. Oleh karena itu, informasi mengenai harga terkini dari produsen terkemuka seperti Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi, serta panduan verifikasi keaslian emas, sangat dibutuhkan.

Rincian Harga Emas 24 Karat dari Berbagai Penyedia

Pada Senin, 5 Oktober 2026, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan daftar harga yang bervariasi. Untuk pecahan 0,5 gram, harga dipatok Rp 1.340.000, sementara 1 gram mencapai Rp 2.580.000. Emas dengan berat 10 gram dijual seharga Rp 25.350.000, dan ukuran 100 gram dibanderol Rp 252.360.000. Beberapa denominasi besar seperti 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram tersedia melalui sistem pre-order, dengan harga masing-masing Rp 630.590.000, Rp 1.260.900.000, dan Rp 2.520.600.000.

PT Pegadaian (Persero) juga menawarkan emas 24 karat dari tiga merek berbeda. Untuk produk Galeri24, emas 0,5 gram seharga Rp 1.317.000, dan 1 gram dijual Rp 2.513.000. Ukuran 10 gram dibanderol Rp 24.569.000, sementara 100 gram mencapai Rp 244.059.000. Emas Antam yang dijual di Pegadaian memiliki harga Rp 1.361.000 untuk 0,5 gram dan Rp 2.619.000 untuk 1 gram. Sementara itu, emas UBS di Pegadaian dijual Rp 1.371.000 untuk 0,5 gram dan Rp 2.536.000 untuk 1 gram. Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan harga dan kebijakan perusahaan.

Hartadinata Abadi turut menyediakan daftar harga emas 24 karat dengan penawaran harga dasar dan harga buyback. Emas 0,1 gram dari Hartadinata Abadi memiliki harga dasar Rp 310.000 dan harga buyback Rp 231.700. Untuk 1 gram, harga dasarnya Rp 2.446.000 dengan harga buyback Rp 2.317.000. Ukuran 10 gram dihargai Rp 24.010.000 (harga dasar) dan Rp 23.170.000 (buyback), sedangkan 100 gram mencapai Rp 238.800.000 (harga dasar) dan Rp 231.700.000 (buyback).

Panduan Mengenali Keaslian Emas untuk Investasi Aman

Membedakan emas asli dan palsu menjadi sangat penting, terutama bagi investor. Salah satu cara utama adalah dengan memeriksa cap atau tanda pada emas. Emas asli biasanya memiliki cap kadar yang jelas, seperti 999,9 untuk 24 karat, serta tanda dari produsen. Cap ini menunjukkan kadar emas, seperti 999 (24K), 916 (22K), atau 750 (18K).

Uji magnet juga dapat menjadi indikasi awal. Emas asli bersifat nonmagnetik, sehingga tidak akan tertarik oleh magnet. Jika emas menempel pada magnet, kemungkinan besar itu adalah emas palsu atau mengandung campuran logam lain yang lebih banyak. Selain itu, uji densitas (kepadatan) dapat dilakukan karena emas murni memiliki densitas sekitar 19,3 gram/cm³.

Metode lain adalah uji gores. Saat digosokkan pada permukaan keramik yang tidak dilapisi, emas asli akan meninggalkan garis berwarna emas, berbeda dengan emas palsu yang biasanya meninggalkan garis hitam. Emas murni juga bersifat lunak, sehingga uji gigit ringan akan meninggalkan sedikit bekas.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, uji asam nitrat atau cuka bisa diterapkan. Emas asli tidak akan bereaksi atau berubah warna jika ditetesi asam nitrat atau cuka, sementara logam imitasi akan berubah warna menjadi kehijauan atau kehitaman. Selain itu, perhatikan warna dan kilau; emas asli memiliki warna kuning khas yang tidak memudar atau berubah seiring waktu.

Tes bau juga dapat membantu; emas asli tidak akan mengeluarkan aroma apa pun setelah terkena air, berbeda dengan emas palsu yang mungkin berbau amis karena reaksi logam campuran. Tes suara, dengan menjatuhkan emas ke permukaan keras, dapat memberikan dering panjang dan nyaring untuk emas asli, namun metode ini sangat subjektif.

Cara paling akurat untuk memastikan keaslian emas adalah dengan membawanya ke toko emas terpercaya atau profesional. Mereka seringkali memiliki alat khusus untuk menguji keaslian emas. Selain itu, periksa sertifikat keaslian yang biasanya menampilkan garis minor berwarna-warni dan watermark perusahaan. Beberapa produsen seperti Antam bahkan menyediakan aplikasi seperti CertiEye untuk memverifikasi keaslian melalui barcode unik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6