Ekonomi Melambat, China Bersih-Bersih 670 Bank

Fitch menilai, langkah China mempercepat konsolidasi bank kecil untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 21:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - China mempercepat konsolidasi bank-bank kecil yang sebagian besar beroperasi di wilayah pedesaan. Hal ini untuk memperkuat sistem keuangan di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai perlambatan ekonomi China.

Mengutip CNBC, Senin, (5/10/2026), menurut analisis Fitch Ratings, konsolidasi yang didorong kebijakan pemerintah China ini menyebabkan penutupan rekor sebanyak 670 lembaga pemberi pinjaman pada 2025, sekitar seperempat dari total bank di negara itu. Hal ini seiring langkah otoritas meningkatkan merger dan pembubaran demi menciptakan insitusi yang lebih sedikit jumlahnya, tetapi lebih besar dan memiliki modal kuat.

Dalam laporan Fitch, bank komersial kecil dan pedesaan "tetap menjadi bagian terlemah dari sistem" keuangan China. Laporan tersebut menyoroti "kualitas aset yang buruk, permodalan rendah, dan kelemahan tata kelola" pada bank-bank tersebut, khususnya di wilayah-wilayah yang kurang berkembang.

Lembaga pemeringkat tersebut menyatakan imbal hasil aset (return on assets) bank-bank pedesaan turun menjadi 0,45% pada semester pertama, dari sebelumnya 0,56% pada 2021. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loans) pada bank-bank tersebut naik menjadi 2,8% pada periode yang sama, melampaui rata-rata sektor sebesar 1,5% akibat besarnya eksposur terhadap perusahaan kecil, pengembang properti, dan kendaraan pendanaan pemerintah daerah.

"Upaya konsolidasi ini bertujuan meningkatkan pengawasan, membatasi arbitrase regulasi, dan memperbaiki transparansi," kata Fitch.

Lembaga tersebut juga mencatat tekanan pada bank-bank kecil kemungkinan besar tidak akan memicu penularan masalah ke seluruh sistem keuangan, mengingat operasi mereka yang sebagian besar bersifat lokal dan terbatasnya eksposur antarbank.

 

Tekanan Ekonomi

Lembaga pemeringkat itu, menyebutkan langkah-langkah tersebut pada akhirnya dapat "mengubah dinamika persaingan di antara bank-bank kecil, meskipun kelemahan struktural mereka mungkin masih akan bertahan dalam jangka pendek.

Langkah ini diambil di tengah tanda-tanda tekanan ekonomi yang terus berlanjut pada ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Produk Domestik Bruto (PDB) China tumbuh 4,3% pada kuartal kedua, laju pertumbuhan paling lambat sejak 2022, sementara laba industri tercatat tumbuh 4,2% secara tahunan pada Agustus, yang merupakan laju pertumbuhan terlemah sepanjang tahun ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6