Maruarar Sirait Telepon Bos Pakuwon: Pagar Mal Kokas Segera Dibongkar

Maruarar Sirait telepon langsung Bos Pakuwon, pastikan pagar Mal Kokas segera dibongkar dan situasi keamanan kondusif.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Isu pemasangan pagar di sejumah pusat perbelanjaan yang sempat menyita perhatian publik akhirnya menemui titik terang. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Dalam komunikasi tersebut, Maruarar memastikan bahwa pagar yang sempat terpasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas) akan segera dibongkar. Sementara itu, penataan di properti milik Pakuwon lainnya bakal disesuaikan dengan aturan yang berlaku agar tidak memicu persepsi keliru di tengah masyarakat.

"Saya sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan," ujar Maruarar, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Maruarar pun mengapresiasi respons cepat Alexander Tedja serta Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia sekaligus Chairman Lippo Group, James T. Riady. Kedua tokoh bisnis tersebut secara terbuka menegaskan bahwa kondisi keamanan nasional tetap aman dan kondusif.

"Beliau-beliau ini adalah pemilik jaringan mal dan hotel besar di Indonesia. Sikap kedua tokoh ini sangat patut diapresiasi karena situasi keamanan kita memang baik," tegas Maruarar.

Ia berharap penjelasan transparan dari kedua pengusaha kawakan tersebut bisa menyudahi spekulasi dan simpang siur yang berkembang di masyarakat.

Sinyal Positif Bagi Dunia Usaha

Lebih lanjut, Maruarar menilai langkah tegas Lippo Group dan Pakuwon Group menjadi sinyal positif bahwa para pelaku usaha tetap optimistis terhadap stabilitas keamanan serta prospek ekonomi nasional.

"Yang harus kita bangun adalah optimisme. Faktanya, situasi keamanan kondusif, aktivitas ekonomi berjalan normal, pusat perbelanjaan ramai, bahkan permintaan ruang usaha terus meningkat. Tidak ada alasan untuk membangun persepsi seolah-olah kondisi keamanan memburuk,” paparnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, Maruarar menegaskan bahwa pemasangan pagar di beberapa lokasi murni kebijakan operasional lokal, bukan cerminan dari kondisi keamanan Indonesia.

"Sebaliknya, stabilitas keamanan, daya beli masyarakat yang terjaga, serta tingginya permintaan ruang usaha justru membuktikan bahwa iklim investasi dan bisnis ritel modern nasional kita masih berada dalam tren yang sangat positif," katanya.

 

Kondisi Keamanan Tetap Kondusif

Dua pemilik jaringan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia, James Riady dari Lippo Group dan Alexander Tedja dari Pakuwon Group, menegaskan kondisi keamanan nasional tetap kondusif, sehingga tidak ada kebutuhan memasang pagar pembatas di mal. Keduanya menyatakan, pemasangan pagar di beberapa pusat perbelanjaan merupakan inisiatif manajemen lokal dan bukan kebijakan perusahaan.

Menurut Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia sekaligus Chairman Lippo Group, James Riady, seluruh mal milik Lippo pernah memasang pagar ketika Indonesia menghadapi kerusuhan pada masa lalu. Namun, kata dia, pagar-pagar tersebut telah lama dibongkar seiring membaiknya situasi keamanan.

"Dulu semua mal memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena situasi sudah tenang,” ujar James, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Senada, pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja juga memastikan pagar yang sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan (Jaksel) akan segera dibongkar. Menurut Alex, pemasangan pagar tersebut merupakan keputusan manajemen lokal tanpa arahan dari pemegang saham maupun kantor pusat.

"Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," kata Alex.

Menurut Alex, isu pagar mal cukup ramai di media sosial. Namun, dia sepakat, situasi saat ini masih aman, sehingga tidak diperlukan pagar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6