Liputan6.com, Jakarta - Anggaran Rp 226 miliar atau 35% dari anggaran Kementerian Transmigrasi (Kementrans) disiapkan untuk program Transmigrasi Patriot pada 2026. Sedangkan sisa 65% anggaran Kementrans untuk revitalisasi kawasan transmigrasi.
Hal itu disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara usai pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (29/7/2026).
Ia menuturkan, anggaran itu dipakai untuk mendukung transformasi kawasan transmigrasi lewat riset, pendampingan dan penerapan inovasi oleh tim dari perguruan tinggi.
Advertisement
"Jadi total anggarannya Rp 226 miliar atau 35 persen dari anggaran Kementerian Transmigrasi," kata Iftitah seusai pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu.
Ia menuturkan, sekitar 65% anggaran kementerian lainnya diarahkan untuk revitalisasi kawasan transmigrasi, antara lain menyelesaikan persoalan tumpang tindih lahan serta memperbaiki akses jalan dan kelistrikan.
Dia mengatakan, pembagian anggaran tersebut mencerminkan dua agenda utama Kementerian Transmigrasi, yakni menuntaskan persoalan lama melalui revitalisasi dan mengembangkan potensi ekonomi baru melalui transformasi kawasan.
“Sekitar 65% kami berikan untuk revitalisasi. Sebanyak 35% adalah transformasi, dan itulah dalam bentuk Transmigrasi Patriot,” kata dia.
Iftitah mengatakan, setiap tim dapat memperoleh insentif langsung dengan nilai paling banyak Rp 200 juta untuk menjalankan program yang dirancang sesuai kebutuhan dan potensi kawasan penugasan.
Batas nilai tersebut ditetapkan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat dengan tetap memperhatikan akuntabilitas dan hasil konsultasi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Keuangan.
"Karena supaya akuntabel, sifat bantuannya, insentifnya per tim itu tidak lebih dari Rp 200 juta,” ungkap dia.
Kawasan Transmigrasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289058/original/008756900_1783389983-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_08.42.53.jpeg)
Menurut Iftitah, sejumlah tim yang bertugas dalam satu kawasan dapat mengolaborasikan program dan pendanaan sehingga nilai intervensi yang diterima suatu kawasan dapat mencapai miliaran rupiah.
Namun, ia menegaskan, pembangunan kawasan transmigrasi tidak dapat hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kementrans mendorong tim untuk menyusun model pembiayaan yang menggabungkan anggaran pemerintah, kemitraan dengan dunia usaha, serta investasi swasta murni.
Iftitah menyampaikan, kawasan transmigrasi memiliki modal berupa lahan dan tenaga kerja, tetapi masih membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan, serta pembeli atau penjamin pasar bagi hasil produksi masyarakat.
“Kekuatan transmigrasi adalah memiliki lahan dan tenaga kerja. Tinggal kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi, modal usaha, serta offtaker,” tutur dia.
Advertisement
Menemukan Potensi Kawasan
Kemampuan memetakan komoditas unggulan, rantai pasok, calon investor, dan pasar dinilai menjadi penting agar hasil kajian Tim Ekspedisi Patriot dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia berharap peserta tidak berhenti pada penyusunan laporan, tetapi mampu menggunakan pengetahuan untuk mempertemukan potensi kawasan dengan sumber pembiayaan dan mitra usaha yang tepat.
Tim Ekspedisi Patriot 2026 melibatkan 1.476 peserta yang ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi selama empat bulan untuk melakukan riset, pemetaan potensi, dan pendampingan masyarakat.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310006/original/092233300_1785302392-Screenshot_2026-07-29_104717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173276/original/045206800_1742827097-WhatsApp_Image_2025-03-24_at_21.29.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)