Produk UMKM Indonesia Laris di Singapura

Produk UMKM Indonesia catat kontrak ekspor Rp 54,5 miliar di FHA 2026 Singapura, didorong promosi Kemendag dan KBRI.

Diterbitkan 30 April 2026, 20:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah ketidakpastian perdagangan global, pemerintah Indonesia terus mendorong promosi produk dalam negeri ke pasar internasional, khususnya sektor makanan dan minuman.

Upaya ini terlihat dalam partisipasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam Pameran Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 yang digelar di Singapore Expo pada 21–24 April 2026.

Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, menegaskan pentingnya dukungan terhadap UMKM di tengah dinamika perdagangan global.

Ia menyebut, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu hadir secara aktif, mulai dari pembinaan, pembiayaan, hingga promosi ke pasar internasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menilai partisipasi dalam FHA 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar.

"Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global," ujarnya dikutip Kamis (30/4/2026).

Fajarini menambahkan, sektor makanan dan minuman merupakan salah satu tulang punggung industri nasional yang konsisten menopang kinerja ekspor.

 

 

Dorong UMKM Tembus Pasar Global

 

Pada 2025, ekspor produk makanan dan minuman Indonesia tumbuh 23,35% secara tahunan. Sementara itu, ekspor ke Singapura juga mencatat pertumbuhan sebesar 23,21%.

Ke depan, Kemendag akan terus memperkuat kolaborasi dengan BI, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan berbagai pihak lainnya guna mendorong UMKM menembus pasar global.

Didukung oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Paviliun Indonesia mencatat keikutsertaan terbesar sepanjang sejarah, dengan menghadirkan 40 perusahaan produsen dan eksportir skala UMKM.

Selama empat hari penyelenggaraan, Paviliun Indonesia berhasil menarik lebih dari 6.012 pengunjung. Dari ajang ini, Indonesia berhasil membukukan 14 kontrak ekspor senilai USD 3,17 juta atau sekitar Rp 54,5 miliar.

Produk yang diminati meliputi madu, bumbu organik, produk pertanian, serta berbagai makanan dan minuman lainnya.

Selain itu, terdapat potensi transaksi lanjutan yang diperkirakan mencapai USD 10,3 juta atau sekitar Rp 177 miliar untuk berbagai produk seperti mie instan sehat, snack organik, produk perikanan, susu, hingga rempah-rempah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6