22 Investor Siap Danai Proyek Kereta Gantung di Tiga Daerah Indonesia

Pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) belum menjadi bagian dari tahap moda transportasi vertikal.

Diperbarui 08 Agustus 2025, 20:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Risal Wasal mengungkapkan saat ini sudah ada minat investasi yang signifikan dari berbagai pihak untuk proyek pengembangan kereta gantung di Indonesia.

Risal menyampaikan, saat ini Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang mengusulkan pengembangan kereta gantung untuk kawasan perkotaan. Hal tersebut terungkap dalam forum investor gathering yang digelar oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) beberapa waktu lalu.

"Yang minta Sulawesi Selatan untuk perkotaan. Jadi, kalau teman-teman kemarin ikut investor gathering yang di DJKA ngadain ya, itu ada 3 pemerintahan daerah yang hadir lengkap. Karena mereka yang sedia untuk menjelaskan, kami butuh ini, kami punya potensi ini, begitu lho. Hingga investor yang hadir itu, clear, yes or not-nya," kata Risal saat ditemui usai menghadiri Diskusi Masa Depan mobilitas Kota, di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Dia menuturkan, ketiga pemerintah daerah yang turut serta dalam pertemuan tersebut adalah Bogor, Bandung, dan Sulawesi Selatan. Mereka mempresentasikan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing kepada calon investor.

"(Pemda) Bogor, Bandung, Sulawesi Selatan. Kemarin yang hadir ya, posisinya ya," ujarnya.

Hasilnya, dari pertemuan itu tercatat sebanyak 22 investor menyatakan siap berinvestasi dalam pengembangan kereta gantung di ketiga daerah tersebut.

"Dan dari posisi itu kemarin, kalau enggak salah ada 22 yang menyatakan siap untuk berinvestasi. 22 investor yang siap untuk berinvestasi," ujarnya.

Pengembangan TOD Belum Masuk dalam Tahap Ini

Meski pembahasan soal moda transportasi vertikal terus berlanjut, pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) belum menjadi bagian dari tahap ini. Risal menyebutkan, konsep TOD masih membutuhkan waktu dan perencanaan lebih lanjut.

"Belum, belum. Ya TOD, minta waktu lagi ya," imbuhnya.

Ia menambahkan, pengembangan TOD perlu mempertimbangkan karakteristik kota yang akan dilayani.

"Karena kan kita bicara, mana yang kota aeropolis, mana kota yang lebih kepada kepelabuhan, mana yang bicara perkotaan di daerah," pungkasnya.

 

Menhub Jajaki Investasi Skytrain dari 3 Negara Ini

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bakal menjajaki investasi untuk angkutan pengumpan (feeder) pada stasiun MRT Jakarta dan stasiun LRT Jabodebek.

Dengan menggunakan skytrain bertipe kereta gantung. Kereta gantung itu akan jadi angkutan feeder dari Mekarsari ke Stasiun LRT Jabodebek Harjamukti. Lalu menyambungkan kawasan Serpong ke Stasiun MRT Lebak Bulus.

"Dari Mekarsari untuk feeder LRT di Cibubur. Kemudian skytrain untuk MRT yang dari Serpong ke Lebak Bulus," terang Menhub Dudy di Jakarta, dikutip Jumat (9/5/2025).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6