B50 Bakal Meluncur 1 Juli 2026, Begini Pasokan CPO

Sesuai kebijakan pemerintah, masyarakat akan mendapatkan bahan bakar B50 yang akan diluncurkan 1 Juli 2026.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 16:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasokan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan nasional untuk mendukung penerapan mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dikutip dari Antara, Selasa (30/6/2026).

"Oh aman, (pasokan CPO) lebih. Sudah aman,” ujar Mentan Amran.

Amran menuturkan, pemerintah telah menyiapkan seluruh kebutuhan pasokan sehingga masyarakat tidak perlu khahwatir terhadap ketersediaan bahan baku biodiesel.

Amran menilai, produksi CPO nasional terus naik menyusul kenaikan volume ekspor dari sebelumnya sekitar 26 juta ton menjadi 32 juta ton. Hal ini mencerminkan bertambahnya kapasitas produksi dlaam negeri. Amran mengatakan, peningkatan produksi itu menjamin kebutuhan CPO bagi program mandatori B50 tetap terpenuhi tanpa menganggu pasokan untuk kebutuhan domestik dan komitmen ekspor Indonesia.

Amran menuturkan, penerapan B50 bukan lagi tahap uji coba karena implementasi biodiesel B40 telah berjalan, sehingga pemerintah hanya meningkatkan kadar campuran menjadi B50 secara bertahap.

"Bukan uji coba sudah jalan. Sudah jalan B40, tinggal naik B50, ini sudah jalan, sudah running," ungkap Amran.

Amran juga memastikan, masyarakat akan memperoleh bahan bakar B50 sesuai kebijakan pemerintah. Ia menegaskan seluruh persiapan telah berjalan baik menjelang pelaksanaan mandatori mulai 1 Juli.

Amran menuturkan, penerapan mandatori B50 pada 1 Juli menjadi tonggak sejarah penting sekaligus warisan kebijakan Presiden Prabowo Subianto karena memperkuat kemandirian energi nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap impor solar.

Amran juga sebelumnya memastikan, implementasi biodiesel B50 tidak akan mengganggu pasokan minyak goreng nasional karena produksi minyak sawit Indonesia meningkat dan masih surplus untuk kebutuhan domestik.

Peningkatan produksi tersebut membuat Indonesia masih memiliki cadangan dan surplus pasokan meskipun sebagian produksi dialokasikan untuk mendukung implementasi program biodiesel B50 nasional 2026.

Produksi CPO

Produksi CPO secara nasional tercatat sekitar 52 juta ton, sehingga pemerintah optimistis kebutuhan biodiesel, minyak goreng domestik hingga ekspor tetap dapat terpenuhi secara bersamaan.

Dari jumlah produksi itu, 20 ton dialokasikan untuk minyak goreng dan 26 juta ton di antaranya untuk ekspor. Namun, kini jumlah ekspor naik menjadi 32 juta ton seiring meningkatnya produktivitas kelapa sawit.

Dalam skema kebutuhan nasional saat ini, Amran menyebut alokasi CPO untuk implementasi B50 diperkirakan sekitar 5,3 juta ton dari total produksi minyak sawit nasional.

Pemerintah optimistis implementasi B50 dapat berjalan seimbang antara kepentingan energi nasional, kebutuhan minyak goreng masyarakat, dan keberlanjutan ekspor sawit Indonesia ke pasar internasional yang menguasai 60 persen, ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia akan memberlakukan kebijakan Biodiesel 50 (B50) atau campuran minyak kelapa sawit atau CPO sebesar 50 persen terhadap solar, untuk menghemat subsidi senilai Rp48 triliun.

 

Ada Penghematan

Dia menyampaikan Pertamina sudah siap untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut. Kebijakan penerapan B50, kata Airlangga, berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) fosil sebanyak 4 juta kiloliter (KL) dalam satu tahun.

“Tentu ini dalam enam bulan akan ada penghematan dari fosil dan juga ada penghematan subsidi daripada biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp 48 triliun,” kata Airlangga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan dengan implementasi B50, Indonesia akan mengalami surplus solar pada 2026.

“Jadi, ini kabar baik, begitu RDMP (Refinery Development Master Plan) Kalimantan Timur (Kilang Balikpapan) sudah kita operasikan,” ujar Bahlil.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6