Liputan6.com, Jakarta - Power dressing bukan sekadar cara memilih pakaian untuk terlihat rapi dan profesional. Gaya ini berkaitan dengan hubungan antara busana dan psikologi, ketika pakaian yang dikenakan dapat membantu seseorang merasa lebih percaya diri, nyaman, sekaligus memiliki kendali dalam menjalani aktivitas.
Pilihan outfit pun dapat memengaruhi cara seseorang membawa diri, termasuk saat menghadapi lingkungan kerja yang menuntut ketegasan. Konsep ini memiliki perjalanan panjang dalam dunia fashion.
Pada 1920-an, little black dress yang diperkenalkan Chanel menjadi salah satu busana yang ikut membentuk gagasan tentang pakaian berkarakter.
Advertisement
Istilah power dressing kemudian semakin populer pada 1970-an dan mencapai masa penting pada 1980-an, ketika semakin banyak perempuan memasuki dunia profesional yang sebelumnya didominasi laki-laki, melansir Metro.co.uk, Jumat (14/8/2026).
Gaya era 1980-an identik dengan blazer berstruktur, shoulder pads, siluet pinggang tegas, serta rok sepanjang lutut. Seiring perubahan tren, definisi power dressing kini jauh lebih fleksibel. Gaya tersebut tidak lagi ditentukan oleh jenis pakaian tertentu, melainkan oleh karakter dan rasa yang muncul ketika seseorang mengenakannya.
Keyakinan terhadap outfit juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Saat pakaian membuat pemakainya merasa nyaman dan berdaya, perasaan tersebut dapat membantu membangun sikap yang lebih positif ketika menjalani berbagai aktivitas.
Ekspektasi terhadap penampilan dapat memengaruhi cara seseorang berperilaku ketika mengenakan pakaian tertentu. Harapan terhadap hasil positif dapat membuat seseorang lebih terbuka terhadap berbagai kesempatan, berinteraksi dengan lebih positif, dan membangun pengalaman yang saling mendukung.
Pengaruh Power Dressing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437184/original/091012700_1765238904-SnapInsta.to_588625796_18550910857016799_8042708392334988593_n.jpg)
Pemilihan busana dalam power dressing tidak terikat pada aturan yang kaku. Kenyamanan dan rasa percaya diri menjadi kunci utama agar pakaian yang dikenakan mampu menunjang aktivitas, terutama ketika berada di lingkungan kerja.
Setiap orang dapat memilih potongan, material, maupun warna yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhannya. Merah menjadi salah satu warna yang sering dikaitkan dengan kesan berani dan kuat.
Warna ini juga memiliki beragam makna dalam kehidupan sosial dan budaya, mulai dari keberanian hingga cinta dan gairah. Meski begitu, power dressing tidak berarti harus selalu menggunakan warna merah.
Warna lain tetap dapat memberikan efek serupa selama mampu membuat pemakainya merasa nyaman dan percaya diri. Cara seseorang memaknai pakaian turut berperan dalam membentuk pengalaman saat mengenakannya.
Keyakinan terhadap pilihan outfit dapat membantu membangun sikap yang lebih positif, sehingga seseorang tampil lebih mantap dalam menjalani aktivitas.
Advertisement
Pilih Potongan yang Membuat Percaya Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323867/original/086533900_1786678063-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_10.16.44.jpeg)
Power dressing dapat membangun kesan tegas dan profesional tanpa mengharuskan seseorang mengenakan setelan jas. Kunci utamanya terletak pada pemilihan busana yang sesuai dengan karakter, kebutuhan, dan rasa nyaman pemakainya.
Blazer dengan bahu tegas, atasan berkerah tinggi, atau jaket berstruktur dapat membantu menciptakan siluet yang lebih terarah. Celana slim fit dan rok pensil juga bisa menjadi pilihan untuk menghadirkan tampilan rapi sekaligus profesional.
Detail potongan pakaian dapat disesuaikan dengan gaya personal agar penampilan tetap terasa natural. Warna turut memperkuat karakter power dressing.
Hitam, putih, abu-abu, dan merah dapat memberikan kesan formal sekaligus berkarakter. Bagi yang ingin tampil lebih berani, teknik colour blocking dapat menjadi pilihan dengan memadukan dua atau tiga warna dalam satu tampilan. Perpaduan tersebut membuat outfit terlihat lebih dinamis tanpa mengurangi kesan profesional.
Sesuaikan dengan Gaya Personal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940687/original/079271800_1645422045-274242371_167374482293875_6575447926724502062_n.jpg)
Aksesori dapat menjadi pelengkap penting dalam power dressing tanpa membuat penampilan terasa berlebihan. Jam tangan, ikat pinggang tipis, perhiasan minimalis, sepatu berujung runcing, hingga sepatu bot tinggi dapat memperkuat karakter outfit sekaligus memberikan sentuhan personal.
Kenyamanan tetap menjadi pertimbangan utama agar busana terasa natural saat dikenakan sepanjang hari. Blazer dapat dipilih sebagai pengganti cardigan untuk menghadirkan siluet yang lebih tegas, sementara kemeja putih menjadi pilihan klasik yang mudah dipadukan dengan beragam bawahan.
Power dressing pada akhirnya bukan tentang mengikuti formula tertentu, melainkan menemukan busana yang membuat pemakainya merasa nyaman dan percaya diri. Potongan yang sesuai dengan bentuk tubuh, warna yang disukai, serta aksesori yang mencerminkan gaya pribadi dapat menciptakan tampilan profesional yang tetap terasa autentik.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323865/original/092945400_1786678061-pexels-yankrukov-7640428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529717/original/015354700_1782461750-IMG_1215.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315057/original/047003300_1785825640-girl-field-with-balloons.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324345/original/044410700_1786700910-selai_kacang.jpeg)