Kemenhub Siapkan Sanksi untuk Green SM Jika Terbukti Langgar Aturan Operasional

Kemenhub melihat jika terdapat pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum terkait kecelakaan kereta melibatkan satu taksi Green SM.

Diterbitkan 28 April 2026, 20:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sanksi administratif bagi operator taksi Green SM apabila terbukti melanggar ketentuan operasional angkutan umum dalam insiden kecelakaan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari pendalaman yang dilakukan pemerintah untuk memastikan seluruh operator transportasi mematuhi regulasi keselamatan yang berlaku.

"Kami akan melihat apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum, maka sanksi administrasi akan diberikan secara proposional sesuai aturan yang ada,” katanya di Kantor Pusat Kemenhub Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Jenis sanksi yang dapat dijatuhkan bervariasi, mulai dari surat peringatan, pembekuan izin sementara, hingga pencabutan izin operasional, bergantung pada tingkat pelanggaran yang ditemukan dalam proses investigasi.

Selain itu, Ditjen Hubdat juga telah membentuk tim khusus dan memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM guna melakukan klarifikasi serta pendalaman atas keterlibatan perusahaan dalam kecelakaan tersebut.

"Kami tegas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan ini. Nantinya hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya,” tutup Dirjen Aan.

Berdasarkan data aplikasi Siprajab, kendaraan taksi yang terlibat dalam kecelakaan bernomor polisi B 2864 SBX tercatat telah terdaftar dan memiliki kartu pengawasan yang masih berlaku hingga 28 Oktober 2026 serta beroperasi sebagai taksi reguler di wilayah Jabodetabek. Meski demikian, pemerintah menegaskan evaluasi tetap dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan operasional dan keselamatan.

 

Taksi Green SM Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Sebelumnya,  Taksi Green SM Indonesia buka suara atas kecelakaan kereta di dekat Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan satu unit kendaraannya pada Senin (27/4/2026) malam. Satu taksi itu tertemper oleh KRL di lintasan kereta, sebelum insiden tabrakan dua kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," tulis pernyataan resmi Green SM Indonesia yang diunggah pada akun Instagram resmi miliknya, Selasa (28/4/2026).

Perusahaan taksi listrik ini pun mengaku telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan."

"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.

 

Tabrakan KA Jarak Jauh dan KRL

Seperti diketahui, tabrakan antara kereta api (KA) Jarak Jauh dengan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Akibatnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menghentikan sementara perjalanan KRL Lintas Cikarang.

"KAI Commuter menginformasikan bahwa pada hari ini (28/4) perjalanan Commuter Line Cikarang sementara waktu tidak dijalankan. Sampai saat ini masih dilakukan proses evakuasi akibat insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur," tulis KAI Commuter dalam pengumuman di akun IG resmi miliknya.

Adapun untuk perjalanan KRL Commuter Line Lintas Cikarang, pemberangkatan awal dilakukan dari Stasiun Bekasi, baik melalui Manggarai ataupun Pasar Senen. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," ungkap KCI.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6