Pemerintah Sebar Beras SPHP di 5.000 Titik, Dijamin Tepat Sasaran

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, Bulog melakukan operasi pasar Beras SPHP karena terdapat beberapa daerah yang mengalami kenaikan harga.

Diterbitkan 18 Juli 2025, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah bersama dengan Perum Bulog menyelenggarakan seremonial launching Gerakan Pangan Murah (GPM) beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di Kantor Pos Besar Fatmawati, Jakarta Selatan.

GPM SPHP diluncurkan secara serentak di lebih dari 5.000 titik di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini, dilakukan penjualan langsung kepada masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 per kg, atau Rp 62.500 per pak untuk wilayah Jawa.

Sebagai upaya memperluas jangkauan distribusi, Perum Bulog menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia, PT Pupuk Indonesia, ID Food, dan PT Perkebunan Nusantara III, serta instansi pemerintah lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, Bulog melakukan operasi pasar karena terdapat beberapa daerah yang mengalami kenaikan harga.

"Oleh karena itu, dilakukan operasi pasar dengan SPHP sebanyak 1,3 juta ton, dengan harga Rp 62.500 per 5 kg atau Rp 12.500 per kg. Mudah-mudahan langkah ini dapat membantu menstabilkan harga yang sedang naik," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menambahkan, operasi pasar besar-besaran ini dilakukan untuk mengantisipasi agar harga beras tidak naik ketika stok melimpah.

"Target kita berdasarkan hasil Rakortas kemarin adalah menyalurkan 360.000 ton untuk Bantuan Pangan dan 1,3 juta ton untuk SPHP, total lebih dari 1,5 juta ton digerakkan secara nasional. Kami yakin dalam 1–2 minggu ke depan, harga akan turun," jelasnya.

 

Tekankan Penyaluran Tepat Sasaran

Di sisi lain, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menekankan pentingnya penyaluran yang tepat sasaran.

"Mekanismenya telah disiapkan dengan baik oleh Bulog agar tidak terjadi penjualan di atas HET. Semuanya mengacu pada aturan dan juknis dari Badan Pangan Nasional," ungkapnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turut menegaskan prosedur distribusi yang ketat demi ketepatan sasaran. Dengan memperketat saluran distribusi SPHP melalui beberapa jalur distribusi utama, yakni pengecer pasar, Koperasi Desa Merah Putih, Kios Pangan binaan Pemda, dan kegiatan GPM oleh instansi pemerintah.

 

Gunakan Aplikasi untuk Verifikasi Data Pengecer

"Semua jalur ini diwajibkan menggunakan aplikasi Klik SPHP yang memverifikasi data pengecer secara ketat," sebut dia.

Ia menambahkan, setiap pengecer wajib membuat surat pernyataan tidak menyelewengkan beras SPHP, yang hanya boleh dijual maksimal dua pack (10 kg) per konsumen dengan harga per pack (5 kg) sebesar Rp 62.500.

"Saat ini, kami telah berjalan selama lima hari secara nasional. Khusus hari ini, terdapat 596 gerai yang digerakkan bersama PT Pos Indonesia, PT Pupuk Indonesia, ID Food, PT Perkebunan Nusantara III, TNI/Polri, dan Bulog untuk menstabilkan harga beras di seluruh Indonesia," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6