Harga Emas Antam Turun Sedikit pada 11 Desember 2020

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga emas Antam kini di bawah Rp 1 juta per gram.

Diperbarui 11 Desember 2020, 09:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Harga emas jualan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun kembali. Kali ini, harga emas Antam susut Rp 2.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya. Harga emas Antam Jumat, 10 Desember 2020, dipatok Rp 954.000 per gram.

Demikian pula harga emas Antam untuk buyback turun Rp 2.000 pada posisi Rp 834 ribu per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 834 ribu per gram.

Adapun harga emas antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.840.000, kemudian untuk ukuran 20 gram dijual Rp 19.140.000 per gram. Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.33 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 527.000

* Pecahan 1 gram Rp 954.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.848.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.747.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.545.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.035.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.462.000

* Pecahan 50 gram Rp 44.845.000

* Pecahan 100 gram Rp 89.612.000

* Pecahan 250 gram Rp 223.765.000

* Pecahan 500 gram Rp 447.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 894.600.000.

 

Saksikan Video Ini

Harga Emas Melemah karena Aksi Jual Investor

Harga emas melemah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Harga logam mulia ini gagal menembus level resisten di USD 1.850 per ounce karena didorong oleh aksi jual.

Optimisme akan hadirnya vaksin Corona Covid-19 menjadi penyebab turunnya harga emas ini. Optimisme ini tidak bisa ditahan oleh data pengangguran di AS yang meningkat.

Mengutip CNBC, Jumat (11/12/2020), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.832,20 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.837,40 per ounce.

“Kegagalan teknis menembus level USD 1.850 membuat investor emas kurang agresif. Mereka sebagian besar melakukan aksi jual dan lebih memilih untuk memegang uang tunai, ” kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Mulia BMO, Tai Wong.

"Ke depan, harga emas sedang mencari kisaran yang nyaman dengan prospek kenaikan yang lebih pelan secara keseluruhan." tambah dia.

Harga emas awalnya naik setelah data pekerjaan AS mengalami kenaikan dan sikap akomodatif dari Bank Sentral Eropa untuk memberikan stimulus lebih besar.

Namun kemudian kenaikan tersebut terhenti dan harga emas tak mampu menembus level resisten.

“Banyak investor lebih berhati-hati menjelang liburan, Anda akan melihat pergerakan yang lebih tidak menentu ke depannya,” kata analis pasar senior OANDA, Edward Moya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6