Lonjakan Permintaan Chip AI Bikin Bursa Saham KOSPI Melemah

Samsung dan SK Hynix sebagai perusahaan pemasok terbesar chip untuk AI disebutkan menjadi penyebab utama KOSPI melemah. Benarkah?

Diterbitkan 31 Juli 2026, 10:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Samsung Electronics dan SK Hynix mencatat kesuksesan terbesar di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hingga menembus jajaran perusahaan dengan nilai pasar bernilai triliunan dolar.

Didorong lonjakan permintaan AI secara global, kedua raksasa chip memori tersebut sempat melampaui batas kapitalisasi pasar sebesar USD 1 triliun atau setara dengan Rp 18 kuadriliun pada Mei 2026.

Namun, sebagaimana dilaporkan Business Insider, Jumat (31/7/2026), peningkatan dari dua perusahaan pembuat chip terbesar menjadi penyebab utama pasar saham Korea Selatan mulai merosot tajam.

Keuntungan yang Berujung Kemerosotan

Pada Kamis (30/7/2026), indeks acuan KOSPI Korea Selatan ditutup turun 1% dan berada sekitar 40% di bawah tingkat puncaknya pada akhir Juni 2026.

Keuntungan fantastis yang didapat Samsung adalah dengan meraih kenaikan laba operasional sekitar 1.800% menjadi USD 62 miliar (sekitar Rp 1,1 kuadriliun), angka ini mampu mengalahkan perkiraan para analis. Saat ini, harga saham tersebut tercatat 45% lebih rendah dibandingkan bulan lalu dan saham perusahaan ditutup turun 1%.

Sementara itu, SK Hynix memecahkan rekor dengan peningkatan laba operasional sebesar 557% meskipun angka ini masih di bawah ekspektasi analis. Saham perusahaan kemudian ditutup turun 6% dan merosot sekitar 56% dari Juni lalu.

Perubahan Besar SK Hynix

Perubahan ini menyoroti SK Hynix sebagai produsen chip memori yang kinerjanya sangat bergantung pada siklus pasar, menjadi pemasok utama chip memori high bandwidth untuk akselerator AI, sekaligus melesat masuk ke jajaran perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.

Awal Juli 2026, perusahaan memuncaki kenaikannya dengan penawaran ADR di Nasdaq senilai USD 26.5 miliar (sekitar Rp 478,8 triliun). Namun, harga saham yang tercatat di bursa AS kini telah turun, mencerminkan antusiasme saham perusahaan chip AI mereda.

Penurunan ini juga menyoroti risiko maraknya exchange-traded fund (ETF) leverage berbasis saham tunggal di Korea Selatan. Hal ini memperparah penurunan leverage mereka, sehingga turut mendorong laju penurunan harga saham.