InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan-Batam-Padang dengan DWDM

InfraNexia dan Lintasarta berkolaborasi memanfaatkan teknologi DWDM untuk meningkatkan kapasitas dan konektivitas jaringan Medan-Batam-Padang.

Diterbitkan 17 September 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memperkuat konektivitas digital berkapasitas tinggi di Sumatra dan Batam melalui pemanfaatan layanan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Kolaborasi tersebut mencakup dua rute strategis, yakni Medan–Batam dan Padang–Batam, yang disiapkan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik data dan kebutuhan layanan digital.

Kerja sama InfraNexia, yang merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), dengan Lintasarta ditandai melalui penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK) di sela Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, pada 26 Agustus 2026. Pemanfaatan DWDM pada kedua rute tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memberikan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan konektivitas pelanggan korporasi, cloud, pusat data, dan berbagai layanan digital.

Dalam lingkup kerja sama tersebut, InfraNexia dan Lintasarta mengoptimalkan pemanfaatan layanan DWDM pada rute Medan–Batam dan Padang–Batam untuk mendukung konektivitas berkapasitas tinggi. Teknologi DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) memungkinkan transmisi beberapa jalur data berkecepatan tinggi secara simultan dalam satu fiber optik, sehingga menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung kebutuhan konektivitas.

Kapabilitas tersebut menjadi semakin signifikan seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas untuk pelanggan korporasi, layanan cloud, pusat data, serta berbagai layanan digital yang membutuhkan kapasitas besar, latensi yang andal, dan skalabilitas jaringan.

InfraNexia Buka Pemanfaatan Infrastruktur dengan Prinsip Open Access

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan, kolaborasi dengan Lintasarta menjadi bagian dari strategi InfraNexia dalam memperluas pemanfaatan infrastruktur melalui pendekatan yang terbuka dan kolaboratif.

“Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan jaringan yang tidak hanya mampu menyediakan kapasitas besar, tetapi juga dapat berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan. Melalui kolaborasi bersama Lintasarta, kami memperkuat koridor Medan–Batam dan Padang–Batam sebagai bagian dari fondasi konektivitas yang dapat mendukung ekspansi layanan, pertumbuhan trafik data, serta kebutuhan digital baru di masa depan,” ujar Lukman.

Menurut Lukman, kerja sama tersebut juga mencerminkan peran InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis prinsip open access dan neutral infrastructure. Dengan jaringan berskala nasional, InfraNexia membuka peluang bagi berbagai pelaku industri untuk memanfaatkan infrastruktur secara lebih efisien sesuai dengan kebutuhan kapasitas dan model layanan masing-masing. 

Sementara itu, Direktur Utama Lintasarta Armand Hermawan, menyampaikan bahwa konektivitas berkapasitas tinggi merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung kebutuhan transformasi digital yang terus berkembang.

“Kebutuhan terhadap layanan digital, cloud, data center, dan berbagai workload berbasis teknologi terus meningkat. Kolaborasi bersama InfraNexia melalui pemanfaatan layanan DWDM ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memperkuat kapabilitas jaringan agar dapat terus mendukung kebutuhan transformasi digital pelanggan secara optimal,” pungkas Armand.

Medan–Batam dan Padang–Batam Jadi Koridor Penting di Sumatra

Armand menambahkan bahwa kolaborasi dengan para mitra ekosistem menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital yang berdaulat sekaligus adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri.

“Bagi Lintasarta, penguatan konektivitas merupakan bagian dari Lintasarta Intelligent Core, fondasi layanan digital terintegrasi yang kami kembangkan untuk menghadirkan konektivitas yang andal sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” lanjut Armand.

Rute Medan–Batam dan Padang–Batam memiliki nilai strategis dalam mendukung konektivitas digital dari wilayah Sumatra menuju Batam. Penguatan konektivitas pada kedua koridor tersebut diharapkan dapat mengakomodasi pertumbuhan trafik data sekaligus memberikan fleksibilitas jaringan yang lebih besar dalam mendukung perkembangan berbagai layanan digital di masa mendatang.

Kebutuhan terhadap konektivitas yang semakin tinggi mendorong pelaku industri telekomunikasi untuk membangun kerja sama lintas perusahaan. Kolaborasi InfraNexia dan Lintasarta menjadi salah satu langkah yang diarahkan untuk mengoptimalkan infrastruktur dan kapabilitas kedua perusahaan dalam mendukung perkembangan ekosistem digital Indonesia.

InfraNexia sebagai pilar bisnis wholesale fiber connectivity TelkomGroup terus mengembangkan jaringan kemitraan dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut mencakup operator telekomunikasi, Internet Service Provider (ISP), Network Access Provider (NAP), pusat data, hyperscaler, hingga pelaku industri lainnya.

Dengan memperluas sinergi tersebut, InfraNexia berupaya menyediakan infrastruktur konektivitas yang scalable dan reliable, sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan layanan digital yang terus berkembang.

 

(*)