Sukses

Sambut Gelaran CES 2019, Apple Malah Ejek Google dan Amazon

Liputan6.com, Jakarta - Menyambut gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2019, Apple baru saja melakukan hal yang tak biasa.

Perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut, memasang sebuah banner besar yang diletakkan dekat lokasi penyelenggaraan CES.

Dikutip dari CNBC, Selasa (8/1/2019), Apple memasang sebuah banner sepanjang 13 lantai di hotel yang berlokasi di dekat penyelenggaran CES, yakni Las Vegas Convention Center.

Dalam banner tersebut, Apple mengganti ungkapan mengenai Las Vegas yang sudah populer, yakni 'Apa yang terjadi di Las Vegas, tetap berada di Las Vegas' (What Happens in Vegas, Stays in Vegas) menjadi 'Apa yang ada iPhone, tetap berada di iPhone-mu'.

Perusahaan itu juga menyertakan tautan ke situs privasi milik Apple.

Sontak, banner tersebut menuai perhatian banyak pihak, terlebih kemungkinan besar ungkapan itu ditujukan untuk mengejek Google dan Amazon.

Untuk informasi, Google dan Amazon merupakan perusahaan teknologi yang turut meramaikan CES 2019 dan mengambil peranan besar.

Oleh sebab itu, baik Google dan Amazon menjadi sasaran Apple dengan kehadiran banner tersebut.

Keputusan Apple mengejek dua perusahaan itu juga bukan tanpa alasan. Sebab, dua perusahaan besar ini dikenal cukup bermasalah dengan keamanan data pengguna.

Keduanya dianggap kerap mengambil data pengguna secara anonim untuk menampilkan iklan tertarget. Sementara, Apple sendiri kerap mengklaim sebagai perusahaan yang menjaga dengan rapat data pengguna.

Dengan kondisi itu, masuk akal apabila Apple 'menampar' Google dan Amazon dengan banner tersebut. Uniknya, Apple sendiri tidak berpartisipasi dalam gelaran CES tahun ini. 

2 dari 3 halaman

Surati Investor, Apple Ungkap Penurunan Pendapatan di Awal 2019

CEO Apple, Tim Cook, baru saja menyurati investor perusahaan untuk memaparkan pedoman pemasukan Apple di kuartal pertama tahun 2019.

Dalam surat ke investor yang dipublikasikan Apple di blog resmi mereka, Tim Cook menyebut bahwa pedoman pendapatan Apple diturunkan menjadi US$ 84 miliar. Angka ini turun dari proyeksi sebelumnya yang berpatokan pada angka US$ 89 miliar hingga 93 miliar.

Soal margin keuntungan kotor Apple juga diturunkan menjadi sekitar 38 persen hingga 38,5 persen.

Menurut informasi yang dilansir CNBC, Sabtu (5/1/2019), dikarenakan hal ini, saham Apple yang dihentikan sesaat ketika surat ini diumumkan mengalami penurunan sekitar 7 persen.

Menurut Apple, penurunan ekspektasi pendapatan ini dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya melemahnya ekonomi di Tiongkok dan pendapatkan iPhone yang lebih rendah dari yang diperkirakan.

Selain itu, upgrade baru dari iPhone yakni iPhone XS dan XS Max tidak terlalu kuat di berbagai negara.

Selain beberapa penyebab di atas, Cook juga menyebut soal subsidi operator yang menurun, naiknya harga iPhone yang berdasarkan penguatan dolar AS, serta harga penggantian baterai yang dibanderol murah, juga merupakan satu hal yang membuat penghasilan Apple bisa menurun.

3 dari 3 halaman

Kegagalan Apple di Tiongkok

Namun, kegagalan Apple di Tiongkok jadi penyebab utama menurut Cook.

"Jika Anda melihat hasil pemasukan kami, kemerosotan lebih dari 100 persen disumbang oleh iPhone dan hal tersebut terjadi khususnya di Tiongkok," ungkap Cook ketika diwawancara CNBC.

"Sudah jelas bahwa ekonomi mulai melambat (di Tiongkok) untuk paruh kedua 2018 dan yang aku yakini sebagai masalah adalah tegangnya tensi perdagangan antara AS dan Tiongkok," sambung Cook.

Di samping soal perang dagang Tiongkok berimbas pada ekonomi Negeri Tirai Bambu yang dianggap melambat, merosotnya penjualan iPhone sudah dilaporkan sejak lama oleh deretan firma riset teknologi.

Berbagai rumor seperti dipotongnya rantai pasokan hingga turunnya angka produksi, mewarnai jalannya penjualan trio iPhone terbaru.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Kisah Masaru Wasami, dari Supir Truk Jadi Miliarder
Artikel Selanjutnya
Tim Cook Bela Apple Hapus Aplikasi Pelacak Pergerakan Polisi Hong Kong