Sukses

Profesi Menggiurkan di eSports, dari Pemain Gim hingga Vlogger

Liputan6.com, Malang - Olahraga elektronik eSports menyimpan segudang potensi yang menggiurkan jika ditekuni dengan baik. Terbukti, beberapa tim eSports dari Indonesia mulai banyak yang berhasil menorehkan prestasi di kompetisi eSports skala internasional.

Sebagian besar masyarakat, bahkan peminat gim sendiri, mungkin masih berpikir eSports hanya terbatas pada permainan gim dan kompetisi antar pemain saja. Faktanya, eSports lebih luas dari itu. Ada banyak potensi yang bisa digali dari eSports.

Christian Suryadi, iCafe Manager dari Nvidia Indonesia mengatakan ada beberapa profesi lain yang bisa dikembangkan di eSports. Jika tidak ingin menjadi pemain gim, kita bisa memilih menjadi Shoutcaster alias komentator. Profesi ini mirip seperti penyiar radio, cocok untuk mereka yang punya kemampuan berkomunikasi yang baik.

"Gamer yang mempunyai kemampuan lebih dalam berkomentar bisa menjadi ini," kata Christian di acara seminar bertajuk Friendship Games yang diadakan di Bina Bangsa School, Malang, Jawa Timur.

Profesi lain yang juga bisa digali dari eSports adalah menjadi Coach (analis), Team owner (manager), Jurnalis, Fotografer, Production crew atau yang biasa dikenal dengan Event Organizer (EO), hingga menjadi seorang vlogger atau YouTuber.

Sebuah pertandingan eSports tidak akan terselenggara dengan menarik jika tidak didukung oleh kemampuan pemain gim yang prima, komentator dengan analisanya yang cerdas dan segar, penyelenggara kejuaraan (EO) yang mengorganisir dengan baik, juri dan wasit pertandingan yang menguasai regulasi turnamen, hingga pengembang gim dan dukungan teknologi canggih.

 

1 dari 2 halaman

Peran Penting Saat Pertandingan eSports Berlangsung

Di kesempatan yang sama, gamer profesional asal Malang berinisial Melon, alias Gisma Triayuda menambahkan, komentator sangat dibutuhkan dalam sebuah pertandingan gim. Menurutnya komentator nantinya akan berperan penting dalam memandu suasana pertandingan.

"Kita dibutuhkan sebagai penghibur penonton. Dalam suatu event pasti dibutuhkan komentator," katanya.

Mengenai tarif, Melon mengungkap bayaran untuk profesi ini cukup menggiurkan, bisa mencapai 6-7 jutaan tergantung dari banyaknya event. Dan pekerjaan ini dilakukan secara online, tidak termasuk event yang diadakan secara offline.

Karena itu eSport adalah bidang yang sangat positif untuk ditekuni oleh generasi digital karena dunia ini menawarkan nilai-nilai sosial, sportivitas, kedisiplinan, kecerdasan, kreativitas, serta potensi ekonomi yang menjanjikan.

Ajang Asian Games 2018 akan menjadi momentum eSports karena olahraga elektronik ini untuk pertama kalinya akan masuk sebagai cabang eksibisi sebelum dipertandingkan resmi di Asian Games 2022 di Tiongkok. Ajang tersebut diharapkan mampu menjadi tonggak memasyarakatnya eSports sebagai salah satu cabang olahraga prestasi andalan Indonesia di masa mendatang.

(Dew/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Piala Thomas 2018: Jonatan Takluk, Indonesia Kembali Tercecer dari Tiongkok
Artikel Selanjutnya
Piala Thomas 2018: Tenang Jadi Kunci Permainan Jonatan Christie