Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 Siap Tampil Percaya Diri, Bidik 4 Gelar Juara Nasional

Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 menargetkan empat gelar juara nasional berbekal pembinaan lima bulan dan dukungan budaya lokal.

Selain pelatihan penampilan dan komunikasi, para peserta juga menjalani simulasi penjurian untuk membiasakan diri menghadapi tekanan kompetisi. Persiapan fisik dan mental pun terus diperkuat menjelang masa karantina, sehingga setiap finalis diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Karissa Tesalonika dan Shaylene Chang Siap Tunjukkan Potensi

Salah satu finalis yang menunjukkan keyakinan tinggi adalah Karissa Tesalonika Harianja. Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi kompetisi nasional. Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari apakah mahkota juara berhasil dibawa pulang, tetapi juga dari usaha yang telah dilakukan selama proses persiapan.

"Jadi untuk persiapan saya mandiri, Karissa, menurut saya tidak ada tolok ukur angka untuk persiapan. Namun kalau bisa dibilang 100%, saya percaya diri bilang 100%. Karena semua persiapan dan jerih payah yang saya keluarkan itu menurut saya akan sebanding dengan hasilnya. Mau pulang bawa crown ataupun nggak bawa crown, menurut saya persiapan dan apa yang saya lakukan itu sudah yang terbaik," ungkap Karissa Tesalonika Harianja.

Sementara itu, Shaylene Chang menyoroti pentingnya ajang Puteri Remaja Indonesia sebagai ruang untuk mengembangkan advokasi sosial. Menurutnya, perubahan positif tidak harus dimulai dari langkah besar. Hal sederhana yang dilakukan secara konsisten juga bisa membawa dampak bagi orang lain.

"Tetapi saya juga melihat platform Puteri Remaja Indonesia sebagai platform yang sangat baik untuk mengembangkan advokasi saya. Jadi saya memiliki moto, 'Karena untuk menjadi berdampak dimulai dari hal-hal kecil', yang berarti dengan hal-hal sederhana seperti self-improvement, berbagi cerita, kita bisa berdampak bagi orang lain," tutur Shaylene Chang.

Semangat para finalis ini menunjukkan bahwa kompetisi bukan hanya soal penampilan dan perebutan gelar. Pengembangan diri, keberanian menyampaikan gagasan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.

 

Perkuat Identitas Budaya Banten Sebelum Berlaga di Tingkat Nasional

Selain mengasah kemampuan personal, para finalis juga dibekali wawasan mengenai sejarah dan budaya daerah. Mereka telah menjalani kunjungan audiensi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten serta Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan.

Pembekalan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman para peserta terhadap identitas lokal, mulai dari sejarah hingga filosofi budaya Banten. Dengan bekal itu, mereka diharapkan mampu memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas saat tampil di tingkat nasional.

Miss Deiby mengapresiasi dukungan yang diberikan selama proses pembinaan, khususnya dalam memperkaya pengetahuan para finalis tentang budaya daerah.

"Dan anak-anak juga bener-bener semua ya, kemarin kita dapat pembekalan sejarah, filosofi, semua tentang budaya Banten. Jadi bentuk dukungannya sih luar biasa ya Kak ya. Dan kami sangat grateful, bersyukur ini menjadi booster kita ya, senjata kita untuk nanti kita berkompetisi di tingkat nasional," pungkas Miss Deiby.

Dengan persiapan selama lima bulan, dukungan keluarga, serta pembekalan dari berbagai pihak, delapan finalis Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026 kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Mereka membawa harapan untuk meraih prestasi sekaligus menjadi representasi generasi muda Banten yang percaya diri, berkarakter, dan bangga terhadap budaya daerahnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All