Atasi Antrean BBM, Bahlil Kerahkan 7 Kapal BBM ke Bali

Bahlil menambah tujuh kapal pengangkut BBM ke Bali dan meningkatkan cadangan Pertalite menjadi 15 hari untuk mengatasi antrean SPBU.

Diterbitkan 19 Oktober 2026, 16:05 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menambah armada kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) ke Bali dan meningkatkan cadangan Pertalite menjadi 15 hari untuk mengatasi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan penambahan pasokan dilakukan setelah kendala bongkar muat kapal sempat menghambat distribusi BBM di Pulau Dewata.

“Sekarang cadangan di Bali rata-rata 11 hari atau 12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk menyuplai BBM,” kata Bahlil setelah memimpin rapat koordinasi terkait distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Bali, mengutip Antara, Senin (19/10/2026).

Bahlil menjelaskan, sebelumnya distribusi BBM ke Bali didukung tiga kapal pengangkut. Pemerintah kemudian menambah armada untuk mempercepat pengiriman dan menjaga ketersediaan pasokan.

Menurut dia, kendala dalam proses bongkar muat kapal menyebabkan keterlambatan distribusi. Dampaknya, cadangan BBM di Bali sempat turun hingga hanya cukup untuk tiga sampai empat hari. Kondisi tersebut turut memicu antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU.

Saat ini, cadangan BBM Bali ditopang dua terminal utama. Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem memiliki kapasitas cadangan sekitar 11 hari, sedangkan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar menampung cadangan untuk sekitar empat hingga lima hari.

“Dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan statusnya (cadangannya) tadinya 11 hari menjadi 15 hari,” imbuhnya.

Peningkatan cadangan tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pasokan BBM sekaligus mengurangi risiko kekurangan bahan bakar apabila terjadi hambatan dalam distribusi.

 

Stok Pertalite Ditambah hingga 48 Juta Liter

Selain menambah armada kapal, Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan Pertalite di Bali hingga total 48 juta liter. Penambahan stok tersebut dilakukan melalui pengiriman yang berlangsung sejak 7 Oktober hingga 17 Oktober 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat serta kendala distribusi yang sebelumnya terjadi.

Upaya lain yang ditempuh adalah menambah armada truk tangki untuk memperlancar penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU. Terminal BBM dan SPBU juga dioperasikan selama 24 jam guna mempercepat pelayanan dan membantu mengurai antrean.

Pemerintah turut menerapkan kebijakan ganjil genap berdasarkan nomor kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut dijalankan sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster.

Penerapan awal berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) hingga Senin (19/10/2026). Namun, Koster kemudian memutuskan memperpanjang kebijakan tersebut hingga rencananya Jumat (23/10/2026).

Perpanjangan itu akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan. Kebijakan ganjil genap menjadi salah satu langkah tambahan di luar peningkatan pasokan untuk membantu mengurai antrean kendaraan di SPBU.

Dengan penambahan kapal, peningkatan stok Pertalite, serta pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam, pemerintah berupaya mempercepat distribusi BBM ke masyarakat.

 

Pemerintah Evaluasi Distribusi BBM di Bali

Penanganan antrean BBM di Bali melibatkan sejumlah instansi pemerintah, aparat keamanan, dan badan usaha. Koordinasi diperlukan untuk memastikan pasokan tersedia sekaligus memperlancar proses distribusi dari terminal hingga SPBU.

Rapat koordinasi yang dipimpin Bahlil di Terminal BBM Sanggaran dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, serta Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Polisi Pasma Royce.

Hadir pula Komandan Resor Militer 163/Wira Satya Brigadir Jenderal TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Pertamina Patra Niaga, dan jajaran terkait lainnya.

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan kendala distribusi yang sempat menyebabkan penurunan cadangan BBM dan antrean panjang di SPBU.

Pemerintah menempuh sejumlah langkah secara bersamaan, mulai dari penambahan armada kapal pengangkut, peningkatan stok Pertalite, penambahan truk tangki, hingga pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam. Kebijakan ganjil genap juga diperpanjang dan akan dievaluasi.

Peningkatan cadangan Pertalite menjadi 15 hari diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pengelola distribusi untuk menjaga pasokan ketika terjadi hambatan pengiriman.

Meski demikian, perkembangan kondisi di lapangan tetap menjadi perhatian. Evaluasi terhadap distribusi dan antrean diperlukan untuk melihat efektivitas langkah yang telah diterapkan, termasuk setelah kebijakan ganjil genap diperpanjang hingga rencana 23 Oktober 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6