Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 5% pada Senin, 19 Oktober 2026 ke level terendah dalam enam tahun terakhir. Koreksi ini dipicu oleh kekhawatiran kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI yang meningkatkan kekhawatiran akan terus berlanjutnya arus keluar modal investor asing.
Pada penutupan perdagangan sesi pertama, awal pekan ini, IHSG turun sesi pertama ditutup tersungkur 5,05% menjadi 4.923,26. Indeks saham LQ45 melemah 5,53% menjadi 480,42. Seluruh indeks saham acuan tertekan. Saat dipantau pukul 15.50 WIB, tekanan IHSG berkurang. IHSG merosot 3,5% ke 5.003.
Mengutip CNBC, Senin (19/10/2026), IHSG merosot ke level terendah sejak awal Oktober 2020, memperpanjang aksi jual besar-besaran pada saham-saham di Indonesia. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, penyedia indeks MSCI mengusulkan mengubah klasifikasi status pasar saham Indonesia dari pasar berkembang atau emerging market menjadi status pasar standalone market (pasar mandiri) yang membuka kemungkinan dihapusnya Indonesia dari berbagai indeks acuan saham global utama.
Advertisement
MSCI akan mengambil keputusan final pada Juni 2027. Keputusan mengenai perubahan klasifikasi ini akan sangat bergantung pada kemampuan otoritas Indonesia dalam menunjukkan perbaikan nyata terkait tata kelola dan transparansi pasar.
Dalam sebuah catatan pada Minggu, 18 Oktober 2026,Goldman Sachs memperingatkan penghapusan penuh dari indeks pasar berkembang MSCI dapat memicu arus keluar dana pasif sekitar US$ 5,6 miliar atau Rp 101,01 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.040).
Jumlah itu setara dengan rata-rata volume perdagangan harian selama 18 hari untuk saham-saham yang tercakup dalam indeks MSCI Indonesia Investable Market.
Selain itu, dana sebesar US$ 2,7 miliar atau Rp 48,70 triliun lainnya juga berisiko jika FTSE Russell mengambil langkah serupa, meski pihak-pihak menekankan skenario itu merupakan hal yang terpisah.
Goldman memperkirakan dana aktif yang menggunakan indeks MSCI dan FTSE sebagai acuan memegang saham Indonesia senilai lebih dari US$ 8 miliar atau Rp 144,30 triliun. Namun, aksi jual oleh investor-investor ini bersifat diskresioner (berdasarkan keputusan sendiri) dan bukan dipicu secara otomatis oleh penurunan status tersebut.
Â
Kata Goldman Sachs
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182874/original/009156400_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_3.jpg)
Goldman Sachs tetap mempertahankan peringkat underweight atau kurang menarik untuk saham-saham Indonesia. Goldman Sachs menilai, ketidakpastian indeks yang terus berlanjut, lemahnya laba perusahaan, serta tantangan makroekonomi mempengaruhi saham.
"Valuasi telah terkoreksi secara signifikan, namun masih berada di atas titik terendah historisnya. Risiko terkait indeks, laba perusahaan, dan kondisi makroekonomi menghambat terjadinya penilaian ulang (re-rating) yang lebih positif," tulis Analis Goldman Sachs yang dipimpin oleh Alvin So.
Berdasarkan data dari bank tersebut, indeks MSCI Indonesia telah turun 47% sepanjang tahun ini hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar US$ 5,1 miliar atau Rp 91,99 triliun dari pasar saham Indonesia dalam periode tersebut.
Goldman Sachs mencatat kepemilikan asing atas saham Indonesia telah turun menjadi 25% pada Oktober dari 27% pada Januari. Sementara itu, nilai kepemilikan asing menyusut hampir separuhnya, dari US$ 250 miliar menjadi sekitar US$ 130 miliar.
Meskipun terjadi penurunan tajam, Goldman mengingatkan pasar saham Indonesia mungkin belum mencapai titik terendahnya. Rasio harga terhadap laba (price-to-earnings ratio) untuk 12 bulan ke depan pada indeks MSCI Indonesia telah turun menjadi 7,3 kali level terendah sejak krisis keuangan global angka ini masih berada di atas titik terendah dalam catatan historis.
Para ahli strategi juga memperkirakan bank sentral Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga sebanyak dua kali, masing-masing sebesar 25 basis poin, pada kuartal keempat 2026 dan kuartal pertama 2027. Langkah ini berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut terhadap pertumbuhan ekonomi maupun valuasi saham.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376657/original/026954700_1792384835-Screenshot_2026-10-19_110549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487883/original/066756000_1769682062-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342655/original/057756700_1757397640-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958686/original/030324900_1727872149-20241002-Harga_Saham-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)