Mayangsari Ogah Mati Suri di Era Digital, Buktikan Eksistensi Lewat MST Production dan Lagu Baru

Mayangsari mengaku tidak ingin terjebak dalam kebanggaan atas pencapaian masa lalu.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

"Saya menjalankan MST dengan mengikuti berbagai kemajuan dan kearifan terkini, sembari tetap menyisipkan kebijaksanaan dari masa lalu. Nilai-nilai empati yang tumbuh dari semangat para musisi era terdahulu tetap menjadi kekayaan, bahkan nilai tambah dalam melengkapi tata aturan yang berlaku saat ini," jelasnya.

Penerapan teknologi juga terlihat dalam proses produksi video musik "Selama Kita Bersama". Mayangsari melibatkan tim MST Production, termasuk Farid yang bertindak sebagai sutradara dan Danang sebagai editor, dengan memanfaatkan teknologi green screen untuk membangun visual klip.

"Saya lah pastinya. Menurut saya ini bukan satu hal yang baru. Teknologi itu apa sih, Bang Farid ini part of MST Production. Di luar itu dia sutradara film. Kalau Mas Danang ini juga part of MST, dia editor. Kita hanya pakai green screen," urainya.

Selain memproduksi karya musik, Mayangsari memanfaatkan kanal YouTube MST Production untuk menjaga kedekatan dengan para penggemar. Ia menghadirkan program Music Show Mayangsari dan Acoustic Show Mayangsari sebagai ruang untuk terus bernyanyi sekaligus mempertahankan eksistensinya di ranah digital.

Kangen Tampil Langsung di Hadapan Penonton

Meski aktif di platform digital, Mayangsari mengaku masih merindukan suasana pertunjukan langsung dan interaksi dengan penonton. Kerinduan itu akan ia wujudkan melalui Intimate Showcase Mayangsari Bernyanyi, yang sekaligus menjadi bagian dari perayaan perilisan single "Selama Kita Bersama."

"Kini, saatnya saya kembali menyapa pecinta lagu-lagu saya secara langsung. Silaturahmi seni melalui panggung dan kehangatan penonton kembali saya hadirkan lewat Intimate Showcase Mayangsari Bernyanyi, yang sekaligus menandai peluncuran single terbaru saya, Selama Kita Bersama," imbuh Mayangsari.

 

Umur Bukan Penghalang

Baginya, perjalanan panjang di industri musik menjadi bekal untuk terus mengembangkan diri dan menghasilkan karya. Mayangsari berharap pertunjukannya tidak hanya mengobati kerinduan penggemar, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap produktif dalam berkesenian.

"Semoga Intimate Showcase Mayangsari Bernyanyi tidak hanya menjawab kerinduan, tetapi juga menyampaikan semangat bahwa usia bukan penghalang dalam berkesenian. Justru, pengalaman panjang dapat membuat seseorang semakin matang dalam berkarya," pungkas Mayangsari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
m.altaf.jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan