5 Doa Memohon Keteguhan Iman Ketika Menghadapi Ujian Kehidupan Bertubi-Tubi, Hati Tenang dan Tentram

Ujian adalah bagian dari sunnatullah bagi hamba-Nya yang beriman.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hidup tidak pernah lepas dari ujian. Ujian adalah bagian dari sunnatullah bagi hamba-Nya yang beriman. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan mengamalkan doa memohon keteguhan iman ketika menghadapi ujian kehidupan bertubi-tubi.

Allah berfirman: "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan bahwa ujian bukan tanda Allah meninggalkan hamba-Nya, melainkan sarana untuk menguji kualitas keimanan dan kesabaran.

Rasulullah SAW memberikan teladan dalam menghadapi ujian hidup. Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa Nabi SAW memanjatkan doa-doa khusus yang dibaca ketika menghadapi kesusahan dan musibah.

Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam bukunya Doa-Doa Pilihan Terbaik juga merinci doa-doa keteguhan iman yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadits shahih, termasuk doa Ya Muqallibal Qulub yang selalu dibaca Nabi di pagi dan sore hari.

Merangkum berbagai sumber, artikel ini menyajikan kumpulan doa memohon keteguhan iman ketika menghadapi ujian kehidupan bertubi-tubi secara lengkap, mencakup bacaan Arab, latin, terjemahan, waktu terbaik, serta hikmahnya.

Kumpulan Doa Memohon Keteguhan Iman Ketika Menghadapi Ujian Hidup

Dalam buku Istighfar dan Taubat karya Fadhl Ilahi, dijelaskan bahwa istighfar dan doa adalah sarana utama bagi seorang hamba untuk kembali kepada Allah ketika dilanda kesulitan.

1. Doa Ya Muqallibal Qulub (Dzat yang Membolak-balikkan Hati)

Arab: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Latin: Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinik

Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku berada di atas agama-Mu."

Doa ini adalah doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 2066 dan 3444) dari Ummu Salamah, ia berkata: "Doa yang paling banyak dibaca Rasulullah SAW adalah 'Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinik.' Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, kenapa engkau banyak membaca doa ini?' Beliau menjawab, 'Wahai Ummu Salamah, tidak ada seorang manusia pun kecuali hatinya berada di antara dua jari dari jari-jari Allah. Maka siapa yang dikehendaki Allah, Dia akan meneguhkannya, dan siapa yang dikehendaki-Nya, Dia akan menyesatkannya.'"

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hati manusia itu mudah berubah dan terombang-ambing, sehingga memohon keteguhan hati kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar. Rasulullah SAW sendiri, meskipun telah dijamin masuk surga, tetap membaca doa ini untuk menunjukkan betapa pentingnya memohon keteguhan hati kepada Allah. Doa ini juga dikutip dalam kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca pada waktu pagi dan petang.

2. Doa QS Ali Imran Ayat 8 (Rabbana La Tuzigh Qulubana)

Arab: رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Latin: Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."

Doa ini bersumber dari Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 8, dan merupakan doa yang dipanjatkan oleh para ulama dan orang-orang saleh untuk memohon keteguhan hati. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi (no. 3444), sahabat Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu juga membaca doa ini.

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling komprehensif untuk memohon keteguhan iman, karena mencakup permohonan agar hati tidak menyimpang dari petunjuk Allah setelah diberikan hidayah.

3. Doa Memohon Keteguhan dalam Segala Urusan (Allahumma Innī As'alukats Tsabāta)

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا، وَلِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Latin: Allaahumma innii as-alukats-tsabaata fil-amri, wal-'aziimata 'alar-rusydi, wa as-aluka syukra ni'matika, wa husna 'ibaadatika, wa as-aluka qalban saliiman, wa lisaanan shaadiqan, wa as-aluka min khairi maa ta'lamu, wa a'uudzu bika min syarri maa ta'lamu, wa astaghfiruka limaa ta'lamu, innaka anta 'allaamul-ghuyuub

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala urusan, tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk, dan aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu, serta ibadah yang baik kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau ketahui, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui, serta aku memohon ampunan kepada-Mu atas dosa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Tirmidzi dari Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Syaddad bin Aus, jika engkau melihat manusia menyimpan emas dan perak, maka simpanlah kalimat-kalimat ini."

Dalam kitab Riyadh as-Shalihin, Imam An-Nawawi mencantumkan doa ini sebagai salah satu doa yang paling komprehensif untuk memohon keteguhan dalam menjalankan agama. Doa ini mencakup permohonan keteguhan dalam segala urusan, tekad yang kuat untuk mengikuti petunjuk, hati yang bersih, dan lisan yang jujur.

4. Doa Nabi SAW Ketika Menghadapi Kesusahan

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Latin: Laa ilaaha illallaahul 'adziimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbul 'arsyil 'adziim, laa ilaaha illallaahu rabbus-samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul 'arsyil kariim

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Agung dan Maha Penyayang. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang memiliki Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Memiliki langit-langit, bumi, dan Arsy yang agung."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW ketika tertimpa kesusahan, beliau membaca doa ini.

Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa doa ini adalah doa yang paling sering dibaca Nabi ketika menghadapi kesulitan yang berat. Kalimat ini mengandung tauhid yang murni dan pengagungan terhadap Allah sebagai Pemelihara seluruh alam, sehingga menjadi sumber ketenangan bagi hati yang sedang dilanda kegelisahan.

5. Doa Memohon Perlindungan dari Kegelisahan dan Kesedihan

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal-hammi wal-hazan, wal-'ajzi wal-kasal, wal-bukhli wal-jubn, wa dhala'id-daini wa ghalabatir-rijaal

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat kikir dan pengecut, dari lilitan utang dan tekanan orang lain."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang mencakup perlindungan dari delapan hal yang menjadi sumber ketidakstabilan iman: kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, kekikiran, sifat pengecut, lilitan utang, dan tekanan orang lain. Ketika seseorang dilanda ujian hidup yang bertubi-tubi, doa ini menjadi benteng yang menjaga kestabilan jiwa dan keteguhan iman.

Waktu Terbaik Doa Memohon Keteguhan Iman

1. Setelah Shalat Fardhu

Waktu yang paling utama untuk mendoakan keteguhan iman adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa yang dilakukan setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah.

Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang mustajab (HR. Tirmidzi, hasan shahih). Setelah shalat, seseorang berada dalam keadaan suci dan dekat dengan Allah, sehingga doa dan permohonannya lebih mudah dikabulkan.

2. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir adalah waktu di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya'" (HR. Bukhari dan Muslim). Waktu ini adalah saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya, sehingga sangat tepat untuk memohon keteguhan iman.

3. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak" (HR. Tirmidzi). Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan shalat. Doa memohon keteguhan iman dapat dipanjatkan pada momen yang penuh keberkahan ini.

4. Ketika Sujud dalam Shalat

Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ketika bersujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu doa lebih cepat dikabulkan" (HR. Muslim). Sujud merupakan waktu yang sangat baik untuk memohon keteguhan iman, karena pada saat itu seorang hamba berada dalam posisi paling dekat dengan Allah.

5. Ketika Menghadapi Ujian atau Musibah

Waktu yang paling tepat untuk membaca doa keteguhan iman adalah ketika sedang menghadapi ujian atau musibah. Rasulullah SAW ketika tertimpa kesusahan membaca doa Laa ilaaha illallaahul 'adziimul haliim. Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa doa ini dibaca pada saat-saat kritis ketika hati sedang gelisah dan iman sedang diuji.

6. Pagi dan Petang

Waktu pagi dan petang adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk membaca doa keteguhan iman. Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menganjurkan untuk membaca doa-doa perlindungan dan keteguhan hati pada waktu pagi dan petang. Rasulullah SAW sendiri selalu membaca Ya Muqallibal Qulub di pagi dan sore hari.

7. Setiap Saat dan di Mana Saja

Pada prinsipnya, doa memohon keteguhan iman dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja. Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (QS. Al-Mu'min: 60). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir dan doa tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan, terutama ketika hati sedang gelisah dan iman sedang diuji.

Hikmah Doa Memohon Keteguhan Iman Ketika Menghadapi Ujian Hidup

1. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Stabilitas Emosi

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan doa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

Ketika seseorang menghadapi ujian hidup yang bertubi-tubi, hatinya gelisah. Dengan berdoa memohon keteguhan iman, ia menyerahkan beban kesulitannya kepada Allah, sehingga hatinya menjadi tenang dan pikirannya menjadi jernih.

2. Terhindar dari Kesesatan dan Penyimpangan

Doa Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa secara eksplisit memohon agar hati tidak condong kepada kesesatan setelah diberikan petunjuk.

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling komprehensif untuk memohon keteguhan iman, karena mencakup permohonan agar hati tetap berada di jalan yang lurus. Dengan membaca doa ini secara rutin, seorang hamba akan terhindar dari penyimpangan dan tetap istiqamah dalam menjalankan agama.

3. Meneladani Sunnah Nabi SAW

Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam memohon keteguhan iman. Beliau selalu membaca Ya Muqallibal Qulub di pagi dan sore hari, dan mengajarkan doa-doa keteguhan iman kepada para sahabatnya.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa membaca doa keteguhan iman adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.

4. Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kedekatan dengan Allah

Ketika seseorang menghadapi ujian dan kemudian berdoa memohon keteguhan iman, ia sedang memperkuat hubungan spiritualnya dengan Allah.

Dalam buku Istighfar dan Taubat karya Fadhl Ilahi, dijelaskan bahwa doa dan istighfar adalah sarana utama bagi seorang hamba untuk kembali kepada Allah ketika dilanda kesulitan. Dengan memperbanyak doa, kualitas ibadah dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya akan semakin meningkat.

5. Mendapatkan Pertolongan dan Perlindungan Allah

Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya" (QS. At-Talaq: 2). Dengan berdoa memohon keteguhan iman, seorang hamba memohon pertolongan Allah agar diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian.

Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa doa adalah senjata ampuh bagi orang-orang yang beriman, dan Allah telah menjanjikan perlindungan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya.

6. Menjaga Hati dari Kelalaian dan Kesombongan

Ketika seseorang menghadapi ujian hidup, ada kecenderungan untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri tanpa melibatkan Allah.

Doa memohon keteguhan iman mengingatkan seorang hamba bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah, dan tanpa bimbingan-Nya, manusia tidak akan mampu melewati ujian dengan baik. Ini menjaga hati dari sifat sombong dan merasa mampu sendiri.

7. Mendapatkan Jaminan Husnul Khatimah

Dalam buku Istighfar dan Taubat karya Fadhl Ilahi, dijelaskan bahwa doa memohon keteguhan iman juga mencakup permohonan agar Allah menjaga iman seseorang hingga akhir hayatnya.

Doa Allahummahfadz iimaananaa minasy syaithoonir rojiim... siyyamaa min salbihii waqtan naza'i memohon perlindungan iman dari godaan setan, terutama ketika waktu dicabutnya nyawa. Dengan membaca doa ini, seorang hamba berharap dapat meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

8. Mendapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang telah meninggal, maka semua amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" (HR. Muslim).

Dengan memohon keteguhan iman dan mengamalkannya, seorang hamba berinvestasi untuk mendapatkan pahala yang terus mengalir hingga akhirat.

 

Pertanyaan Seputar Doa Memohon Keteguhan Iman

1. Apa doa yang paling utama untuk memohon keteguhan iman?

Doa yang paling utama adalah Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinik (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku berada di atas agama-Mu). Doa ini adalah doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Ummu Salamah. Doa ini juga bisa dilengkapi dengan doa Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa dari QS. Ali Imran ayat 8.

2. Kapan waktu terbaik mendoakan keteguhan iman?

Waktu terbaiknya adalah setelah shalat fardhu, sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam shalat, ketika menghadapi ujian atau musibah, serta pada waktu pagi dan petang.

3. Mengapa hati bisa berubah-ubah dan goyah?

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jari Allah Yang Maha Pengasih, bagaikan satu hati, Allah merubah-rubah keadaannya sesuai kehendak-Nya. Karena itu, memohon keteguhan hati kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi setiap hamba.

4. Apakah doa keteguhan iman bisa dibaca untuk orang lain?

Ya, boleh. Doa keteguhan iman bisa dibaca untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, seorang ibu yang mendoakan anaknya agar diberikan keteguhan iman dalam menghadapi ujian hidup, atau seorang hamba yang mendoakan saudaranya yang sedang dilanda kesulitan.

5. Apa hubungan antara istighfar dan keteguhan iman?

Dalam kitab Istighfar dan Taubat karya Fadhl Ilahi, dijelaskan bahwa istighfar dan taubat adalah sarana utama bagi seorang hamba untuk kembali kepada Allah ketika dilanda kesulitan. Istighfar membersihkan hati dari dosa, sehingga hati menjadi lebih mudah untuk menerima hidayah dan keteguhan iman dari Allah. Orang yang banyak beristighfar akan lebih kuat imannya dalam menghadapi ujian hidup.