“Karya ini diterima oleh penonton global, dan mereka bisa memahami cerita maupun konteksnya, buat saya, itu yang terpenting,” kata Ratih.
Ia juga menilai bahwa identitas lokal berperan penting dalam membuat sebuah karya menonjol di pasar internasional.
“Untuk bisa menjangkau penonton internasional, sekaligus meninggalkan kesan, diperlukan ciri khas lokal yang membuatnya menonjol. Ini semua bisa didesain, tidak cuma kebetulan,” tambah Ratih, yang telah melahirkan enam buku fiksi.
Dari Laskar Pelangi hingga Eka Kurniawan, Sastra Indonesia Punya Potensi Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373498/original/009918100_1791967048-WhatsApp_Image_2026-10-14_at_1.01.18_PM__1_.jpeg)
Jejak Gadis Kretek bukan satu-satunya contoh karya sastra Indonesia yang berkembang ke berbagai medium. Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, yang terbit pada 2005, menjadi fenomena literasi nasional sebelum diadaptasi menjadi film pada 2008.
Karya-karya Eka Kurniawan juga berhasil menjangkau pembaca internasional dan diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Contoh-contoh ini memperlihatkan bahwa cerita yang berangkat dari pengalaman dan konteks Indonesia punya peluang untuk diterima lebih luas ketika dikembangkan dengan strategi yang tepat.
Kementerian Ekonomi Kreatif melihat potensi tersebut sebagai peluang pengembangan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP). Melalui penerjemahan, penerbitan internasional, serta adaptasi ke film dan serial, sebuah karya sastra dapat menjangkau audiens baru sekaligus membuka peluang pendapatan bagi penulis dan pelaku industri kreatif.
Dengan kata lain, perjalanan sebuah cerita tidak harus berhenti ketika bukunya terbit. Cerita yang kuat bisa berkembang menjadi film, serial, komik, atau bentuk karya kreatif lainnya. Pengembangan lintas medium ini juga berpotensi menciptakan sumber ekonomi baru bagi industri kreatif nasional.
Literaia 2026 Jadi Ruang Kolaborasi untuk Membawa Cerita Indonesia ke Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373499/original/017375900_1791967048-WhatsApp_Image_2026-10-14_at_1.01.18_PM.jpeg)
Potensi pengembangan sastra tersebut menjadi salah satu fokus Literaia: Festival Literasi Nasional 2026. Festival yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif ini berlangsung di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, pada 11–14 Oktober 2026.
Literaia mempertemukan penulis, penerbit, komunitas literasi, dan pelaku industri kreatif untuk membahas cara mengembangkan karya serta membuka akses menuju pasar yang lebih luas. Berbagai agenda mengangkat hubungan sastra dengan film, pengembangan buku anak, agensi buku, komik lokal di pasar digital internasional, hingga strategi membawa penulis Indonesia ke panggung dunia.
Ada pula lokakarya penyusunan logline dan pitch deck untuk membantu penulis menawarkan karyanya kepada produser film. Keterampilan tersebut penting agar cerita yang potensial bisa dikembangkan menjadi proyek audiovisual dan menarik perhatian mitra industri.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak penulis yang mampu menghasilkan karya berkualitas dan menjangkau pembaca lintas negara. Menurutnya, penguatan ekosistem menjadi kunci agar karya penulis tidak berhenti pada penerbitan buku, tetapi juga memiliki peluang berkembang melalui berbagai medium.
“Kami ingin semakin banyak lahir Andrea Hirata baru, Ratih Kumala baru, dan Eka Kurniawan baru. Penulis-penulis Indonesia memiliki kekayaan gagasan, imajinasi, dan cerita yang layak dikenal lebih luas. Semoga dari festival ini, akan lebih banyak lagi ‘Gadis Kretek’ baru,” ujar Teuku Riefky.
Ia menambahkan, Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendorong kolaborasi, membuka akses pasar, serta memperkuat perlindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual agar karya kreator Indonesia punya peluang lebih besar untuk menembus pasar internasional.
“Tugas kami memperkuat ekosistemnya, memfasilitasi kolaborasi, membuka akses pasar, serta mendorong perlindungan dan komersialisasi IP atau menjadikan karya jadi uang. Jadi karya anak bangsa dapat menjangkau dunia dan memberikan manfaat ekonomi bagi penciptanya,” tegasnya.
Melalui Literaia 2026, pemerintah berharap semakin banyak cerita Indonesia berkembang dari buku menjadi karya lintas medium. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, karya sastra tidak hanya berpeluang dikenal audiens global, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan sumber ekonomi baru bagi penulis serta industri kreatif nasional.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376931/original/056696400_1760068591-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__87_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550970/original/070035600_1692919890-Gadis_Kretek_-_BIFF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340933/original/070612800_1788535316-WhatsApp_Image_2026-09-04_....jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341053/original/029734700_1788576676-fa3054db-5be4-4e2f-9435-1e1b3d0eb26c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333282/original/024365700_1787740602-WhatsApp_Image_2026-08-26_at_16.58.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331034/original/025083900_1787471634-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_11.58.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324630/original/070249400_1786754343-WhatsApp_Image_2026-08-13_at_11.04.04_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311690/original/092355800_1785420072-WhatsApp_Image_2026-07-30_at_16.57.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8318890/original/069128000_1782187015-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_18.30.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297077/original/026515300_1784075521-IMG_3111.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291339/original/016443700_1783519400-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_19.57.32.jpeg)