Sebaran Titik Api Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Hari Ini

Kemenhut mencatat penurunan signifikan titik panas karhutla, tetapi Kalteng masih menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak.

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 14:06 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hotspot di Indonesia turun drastis menjadi 244 titik pada 13 Oktober 2026.
  • Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak.
  • Hotspot indikator awal, namun kualitas udara di Sumatera/Kalimantan masih buruk.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat 244 titik panas atau hotspot berstatus high confidence di wilayah Indonesia hingga Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Data ini berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi).

Dalam unggahan Kemenhut melalui akun Instagram @kemenhut dalam Forest Update, Rabu (14/10/2026) disebutkan bahwa Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 65 titik, disusul Sumatera Selatan (Sumsel) dengan 59 titik.

"Jumlah tersebut turun 841 titik atau sekitar 77,5 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 1.085 hotspot," demikian keterangan Kemenhut.

Penurunan terbesar berikutnya terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) dari 113 menjadi sembilan titik. Adapun Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat penurunan dari 31 menjadi 15 titik.

Di Jambi, jumlah hotspot berstatus high confidence turun dari 24 titik menjadi nihil. Sementara itu, Riau tetap tidak mendeteksi hotspot dalam kategori tersebut.

Kemenhut menjelaskan, hotspot merupakan indikator awal anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Oleh karena itu, jumlah hotspot tidak serta-merta menunjukkan jumlah kejadian kebakaran yang terpisah.

"Hotspot adalah indikator awal dari anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, karena itu setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan," kata Kemenhut.

Dalam update-nya Kemenhut menyebut bahwa upaya penanganan karhutla terus dilakukan melalui penyekatan, pembasahan, pemadaman, mopping up atau penuntasan sisa kebakaran, serta pendinginan.

 

Kualitas Udara

Penanganan melibatkan Manggala Agni bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.

Di tengah penurunan jumlah hotspot, Kemenhut juga mengingatkan bahwa kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan masih perlu diwaspadai.

Sejumlah bagian Sumatera dan Kalimantan kualitas udaranya tercatat tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, secara lokal terdapat area dalam kategori berbahaya.

"Jika kondisi udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker apabila beraktivitas di luar," ucap Kemenhut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6