Liputan6.com, Jakarta - Lemet jagung merupakan jajanan tradisional yang cocok disajikan sebagai teman minum teh atau camilan sore bersama keluarga. Olahan berbahan dasar jagung ini memiliki rasa manis alami, aroma khas yang menggugah selera, serta tekstur lembut yang nikmat disantap saat masih hangat.
Biasanya, lemet dibuat menggunakan singkong parut yang dicampur gula dan kelapa. Namun, lemet juga bisa dibuat dari jagung manis tanpa tambahan kelapa parut. Versi ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati camilan tradisional dengan bahan sederhana dan rasa jagung yang lebih menonjol.
Resep lemet jagung rumahan tanpa kelapa tidak membutuhkan teknik memasak yang rumit. Kamu cukup menyiapkan jagung manis, tepung sebagai bahan pengikat, gula, dan beberapa bahan pelengkap. Adonan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang.
Advertisement
Agar hasilnya lembut, manis, dan tidak mudah hancur, pemilihan jagung serta perbandingan bahan perlu diperhatikan. Berikut resep lemet jagung tanpa kelapa yang bisa kamu praktikkan sendiri di rumah, dirangkum Liputan6.com, Rabu (14/10/2026).
Bahan Lemet Jagung Rumahan Tanpa Kelapa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329779/original/017612800_1787295208-pexels-rene-santacruz-148551667-10500517.jpg)
Untuk membuat lemet jagung, pilih jagung manis yang masih segar agar rasa manis alaminya terasa. Jagung yang terlalu tua cenderung memiliki tekstur lebih keras sehingga perlu dihaluskan dengan baik sebelum dicampur bersama bahan lainnya.
Berikut bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sekitar 8–10 buah lemet jagung, tergantung ukuran bungkusnya.
- 3 buah jagung manis ukuran sedang
- 4–5 sendok makan tepung tapioka
- 2–3 sendok makan tepung beras
- 4–6 sendok makan gula pasir, sesuaikan dengan tingkat kemanisan jagung
- 1/4 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh vanili bubuk, opsional
- 50–100 ml air, jika diperlukan untuk membantu menghaluskan jagung
- Daun pisang secukupnya untuk membungkus
- Lidi atau tusuk gigi untuk menyematkan bungkus
Tepung tapioka membantu adonan menjadi kenyal, sedangkan tepung beras memberikan struktur agar lemet tidak terlalu lembek. Keduanya digunakan dalam jumlah terbatas supaya rasa jagung tetap dominan.
Kelapa parut tidak diperlukan dalam resep ini. Jika jagung yang digunakan sudah manis, kurangi gula agar rasa akhirnya tidak berlebihan.
Advertisement
Cara Membuat Lemet Jagung Tanpa Kelapa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373543/original/008719500_1791967569-35e1b19d-d9e8-452d-8d7d-e6873053e974.jpg)
Proses pembuatan lemet jagung cukup sederhana. Hal terpenting adalah mengatur tingkat kehalusan jagung dan kekentalan adonan sebelum dibungkus. Ikuti langkah-langkah berikut untuk mendapatkan lemet yang matang merata.
1. Siapkan dan Sisir Jagung
Kupas kulit jagung, buang rambut-rambut halusnya, lalu cuci hingga bersih. Letakkan jagung di atas talenan dan sisir bijinya menggunakan pisau. Pastikan tangan dan posisi jagung stabil agar proses penyisiran lebih aman.
Setelah semua biji jagung terlepas, sisihkan sebagian kecil biji jika ingin mendapatkan tekstur lemet yang sedikit berbutir. Sisa jagung dapat dihaluskan untuk menghasilkan adonan yang menyatu.
2. Haluskan Jagung hingga Menjadi Adonan
Masukkan biji jagung ke dalam blender atau chopper. Haluskan hingga teksturnya sesuai selera. Kamu tidak perlu membuatnya benar-benar cair karena sedikit tekstur jagung akan membuat lemet terasa lebih alami.
Jika blender sulit berputar, tambahkan air sedikit demi sedikit. Hindari menuangkan terlalu banyak air sekaligus karena adonan yang terlalu encer bisa membuat lemet lembek dan sulit mempertahankan bentuknya setelah dikukus.
3. Campurkan Gula, Garam, dan Tepung
Tuangkan jagung yang sudah dihaluskan ke dalam wadah. Tambahkan gula pasir, garam, dan vanili bubuk jika digunakan. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
Masukkan tepung tapioka dan tepung beras secara bertahap. Aduk kembali sampai tidak ada bagian tepung yang menggumpal. Periksa konsistensi adonan sebelum melanjutkan ke tahap pembungkusan.
Adonan yang ideal cenderung kental dan dapat disendok, bukan encer seperti minuman. Jika terlalu cair, tambahkan sedikit tepung tapioka. Sebaliknya, jika terlalu padat, tambahkan sedikit air.
4. Siapkan Daun Pisang untuk Membungkus
Potong daun pisang dengan ukuran yang cukup untuk membungkus satu porsi adonan. Bersihkan kedua sisinya menggunakan kain bersih. Agar tidak mudah sobek saat dilipat, layukan daun pisang sebentar di atas api kecil atau kukusan hangat.
Pastikan daun tidak terkena api terlalu lama karena bisa terbakar atau menjadi rapuh. Daun pisang yang lentur akan memudahkan proses membungkus dan membantu menjaga adonan tetap berada di dalamnya.
5. Bungkus Adonan Lemet Jagung
Ambil satu lembar daun pisang, lalu letakkan sekitar 2–3 sendok makan adonan di bagian tengah. Lipat kedua sisi daun hingga menutupi adonan, kemudian lipat bagian ujungnya agar bungkusan tidak mudah terbuka.
Sematkan lidi atau tusuk gigi pada bagian lipatan jika diperlukan. Usahakan ukuran setiap bungkus relatif seragam agar lemet matang dalam waktu yang hampir sama.
6. Kukus hingga Matang dan Padat
Panaskan kukusan hingga air mendidih dan menghasilkan uap yang cukup. Susun bungkusan lemet jagung di dalam kukusan dengan posisi yang tidak terlalu rapat agar uap dapat bersirkulasi.
Kukus selama sekitar 25–35 menit dengan api sedang. Waktu memasak dapat berbeda bergantung pada ukuran bungkusan, ketebalan adonan, dan banyaknya lemet dalam kukusan.
Setelah matang, keluarkan satu bungkus untuk memeriksa teksturnya. Adonan seharusnya sudah menyatu, tidak terasa seperti tepung mentah, dan lebih padat dibandingkan saat masih basah. Diamkan beberapa menit sebelum disajikan agar teksturnya lebih stabil.
Tips Membuat Lemet Jagung yang Lembut dan Tidak Mudah Hancur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373544/original/012186200_1791967569-7b951d26-898f-4edc-885e-6c964f7b0e34.jpg)
Meski bahan yang digunakan sederhana, ada beberapa hal yang menentukan keberhasilan lemet jagung tanpa kelapa. Perhatikan tips berikut agar hasilnya tidak terlalu keras, encer, atau mudah berantakan.
- Pilih jagung manis segar. Jagung yang masih segar umumnya memiliki biji berisi dan rasa manis yang lebih terasa. Bahan ini membantu menghasilkan lemet dengan cita rasa alami.
- Jangan berlebihan menambahkan air. Jagung sudah mengandung banyak air. Tambahkan air hanya jika blender membutuhkan bantuan agar adonan tidak terlalu encer.
- Atur komposisi tepung. Terlalu banyak tepung tapioka dapat membuat lemet terlalu kenyal, sedangkan terlalu sedikit bahan pengikat bisa membuat adonan mudah hancur.
- Gunakan api sedang. Api yang terlalu besar tidak selalu membuat lemet lebih cepat matang merata. Pastikan kukusan menghasilkan uap stabil selama proses memasak.
- Jangan langsung membuka semua bungkus. Setelah matang, diamkan lemet selama beberapa menit. Adonan yang masih sangat panas biasanya lebih lunak sehingga mudah berubah bentuk saat dipindahkan.
Advertisement
Cara Menyimpan Lemet Jagung agar Tetap Enak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373545/original/015592300_1791967569-4f6fae88-fea1-42d2-a8fd-af38e1046eba.jpg)
Lemet jagung paling nikmat disantap ketika masih hangat atau setelah suhunya turun hingga nyaman dimakan. Jika tidak langsung habis, biarkan lemet mendingin terlebih dahulu sebelum disimpan dalam wadah tertutup.
Untuk penyimpanan lebih lama, masukkan lemet ke dalam lemari es dan konsumsi dalam sekitar 2–3 hari. Simpan pada suhu dingin sesegera mungkin setelah lemet tidak lagi panas, dan jangan membiarkannya terlalu lama di suhu ruang, terutama dalam kondisi cuaca panas.
Saat ingin menyantapnya kembali, kukus selama beberapa menit hingga panas merata. Hindari memanaskan berulang kali karena dapat memengaruhi tekstur dan kualitas lemet. Buang lemet jika muncul bau tidak biasa, perubahan warna, atau tanda-tanda pertumbuhan jamur.
Pertanyaan Seputar Resep Lemet Jagung Tanpa Kelapa
1. Apakah lemet jagung bisa dibuat tanpa kelapa parut?
Bisa. Jagung manis dapat dijadikan bahan utama lemet tanpa tambahan kelapa parut. Tepung tapioka dan tepung beras membantu mengikat adonan sehingga tetap menyatu setelah dikukus.
2. Mengapa lemet jagung terlalu lembek setelah dikukus?
Lemet yang terlalu lembek bisa disebabkan oleh adonan yang terlalu encer, terlalu banyak air, atau bahan pengikat yang kurang. Untuk mengatasinya, sesuaikan konsistensi adonan sebelum dibungkus dan pastikan lemet dikukus hingga matang.
3. Apakah tepung tapioka bisa diganti dengan tepung lain?
Bisa, tetapi hasil akhirnya akan berbeda. Tepung tapioka memberikan tekstur kenyal, sedangkan tepung beras membantu membentuk struktur. Jika menggunakan tepung lain, sesuaikan jumlahnya secara bertahap karena daya serap air dan karakter setiap tepung tidak sama.
4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengukus lemet jagung?
Umumnya sekitar 25–35 menit untuk bungkusan berukuran sedang. Lemet berukuran besar atau adonan yang lebih tebal mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Pastikan bagian tengahnya sudah matang sebelum diangkat.
5. Apakah jagung harus diblender sampai benar-benar halus?
Tidak harus. Jagung bisa dihaluskan sebagian agar masih memiliki tekstur. Jika ingin hasil yang lebih lembut, haluskan lebih lama, tetapi tetap hindari menambahkan terlalu banyak air.
6. Bisakah lemet jagung dibuat tanpa daun pisang?
Bisa. Kamu dapat menggunakan cetakan tahan panas yang sesuai untuk mengukus. Namun, aroma khas daun pisang akan berkurang sehingga cita rasanya sedikit berbeda dari lemet tradisional.
7. Apakah lemet jagung tanpa kelapa cocok untuk camilan anak?
Bisa dijadikan camilan keluarga selama bahan dan teksturnya sesuai dengan usia anak. Sesuaikan jumlah gula dengan kebutuhan, pastikan lemet matang sempurna, dan potong menjadi ukuran yang aman saat disajikan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373542/original/005343900_1791967569-894965d1-1ef0-4b6f-b875-3d25969f717f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6377426/original/057123800_1779252613-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373423/original/007558700_1791965072-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373453/original/032845600_1791965675-cropped-cc215c82-479f-4160-9bfa-96a6d8780f1b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346219/original/047108100_1789117069-1bb9bbb3-7ce6-485c-a275-ac72cae0c9e5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373112/original/005762600_1791951804-muthia-ashifa-salsabella-NXEi84bhtq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373198/original/056439400_1791957930-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372871/original/014149900_1791911995-S__71852047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373178/original/062054700_1791954969-cropped-583b3397-f5d8-4a63-af21-be26dcbb80f2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373116/original/055353500_1791951833-Glossy_Corn_Jelly_Desserts_on_Banana_Leaf.jpg)