Liputan6.com, Jakarta - Kuliner tradisional Nusantara selalu memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat karena cita rasanya yang memikat. Salah satu hidangan legendaris yang hingga kini digemari adalah bubur candil ketan atau dikenal sebagai resep jenang grendul khas jawa dengan kuah gula merah yang legit dan kenyal.
Melansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbudristek) melalui inventarisasi Warisan Budaya Takbenda, jenang bukan sekadar makanan pengganjal perut semata. Hidangan ini merupakan simbol doa, keselamatan, serta eratnya tali silaturahmi bagi masyarakat Jawa yang tecermin dari teksturnya yang lengket dan manis.
Kelezatan hidangan tradisional ini terletak pada perpaduan tekstur bola-bola ketan yang kenyal serta siraman kuah santan gurih pekat. Hidangan manis ini sangat cocok disajikan sebagai menu takjil berbuka puasa maupun camilan hangat di sore hari bersama keluarga tercinta.
Advertisement
Berikut adalah resep jenang grendul khas Jawa dengan kuah gula merah yang legit dan kenyal dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026).
Filosofi Mengapa Disebut Jenang Grendul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373199/original/062263900_1791957930-1.jpg)
Dalam tradisi masyarakat Jawa, jenang memegang peranan penting dalam berbagai upacara adat, mulai dari selamatan kelahiran, pernikahan, hingga ritual bersih desa. Kata "grendul" sendiri merujuk pada bentuk bola-bola kecil yang bergrindil atau tidak rata. Tekstur kenyal dari adonan tepung ketan menyimbolkan keharmonisan dan ikatan persaudaraan yang kuat agar tidak mudah terputus.
Dalam buku berjudul Kuliner Jawa: Komodifikasi, Filosofi, dan Identitas (2022) karya Profesor Sunardi, dijelaskan bahwa hidangan berbahan dasar gula merah dan santan melambangkan keseimbangan hidup antara unsur manis (kebahagiaan) dan gurih (tantangan). Penggunaan tepung ketan juga dipilih secara sengaja karena sifatnya yang merekat erat ketika dimasak, mencerminkan harapan akan persatuan keluarga.
Keunikan lain dari hidangan ini adalah kesederhanaan bahan bakunya. Meskipun hanya menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah ditemui di pasar tradisional seperti tepung ketan, gula kelapa, dan santan kelapa segar, cita rasa yang dihasilkan sangat kaya dan berlapis.
Bagi orang awam, membuat jenang grendul sering kali dianggap sulit karena risiko bola-bola ketan yang menjadi keras atau kuah gula yang terlalu encer. Namun, dengan takaran dan langkah yang tepat, hidangan ini bisa dibuat oleh siapa saja di rumah.
Advertisement
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373200/original/067932800_1791957930-3.jpg)
Untuk menghasilkan jenang grendul yang sempurna dengan kelembutan yang pas, pastikan Anda menggunakan tepung ketan yang masih segar dan belum berbau apek. Berikut adalah rincian bahan-bahan yang harus dipersiapkan:
Bahan Bola-Bola Grendul:
- 200 gram tepung ketan putih berkualitas tinggi
- 2 sendok makan tepung tapioka (untuk menambah kekenyalan)
- 1/2 sendok teh garam halus
- 170 ml air hangat (sesuaikan dengan kelembapan tepung)
Bahan Kuah Gula Merah:
- 200 gram gula merah atau gula aren asli, sisir halus
- 2 sendok makan gula pasir
- 750 ml air bersih
- 2 lembar daun pandan, cuci bersih dan ikat simpul
- 1/4 sendok teh garam
Bahan Larutan Pengental:
- 2 sendok makan tepung ketan
- 1 sendok makan tepung tapioka
- 50 ml air putih (campurkan semua bahan menjadi satu)
Bahan Kuah Santan Gurih:
- 200 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa tua segar
- 150 ml air bersih
- 1/2 sendok teh garam halus
- 1 lembar daun pandan, ikat simpul
Cara Membuat Jenang Grendul Khas Jawa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373201/original/071976400_1791957930-4.jpg)
- Masukkan tepung ketan putih, tepung tapioka, dan garam halus ke dalam wadah besar. Aduk rata, lalu tuangkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni menggunakan tangan yang bersih hingga adonan kalis, tidak lengket, dan mudah dibentuk.
- Ambil sedikit adonan, lalu bulatkan dengan kedua telapak tangan hingga berbentuk bola kecil seukuran kelereng. Letakkan bola-bola ketan di atas nampan yang telah ditaburi tipis tepung ketan agar tidak saling menempel.
- Campurkan air, gula merah yang telah disisir, gula pasir, garam, dan daun pandan yang diikat simpul ke dalam panci. Masak dengan api sedang hingga mendidih dan seluruh gula larut.
- Matikan api, lalu saring kuah gula merah menggunakan saringan halus ke dalam panci lain. Langkah ini bertujuan menghilangkan kotoran, kerikil kecil, atau ampas gula merah.
- Didihkan kembali kuah gula merah yang telah disaring menggunakan api sedang. Masukkan bola-bola ketan satu per satu secara perlahan agar bentuknya tidak rusak.
- Biarkan bola ketan matang tanpa terlalu sering diaduk pada awal perebusan. Tunggu hingga seluruh bola ketan mengapung ke permukaan dan berubah warna menjadi kecokelatan sebagai tanda sudah matang.
- Kecilkan api setelah seluruh bola ketan mengapung. Siapkan larutan pengental dari tepung ketan, tepung tapioka, dan air, lalu aduk kembali hingga tidak ada tepung yang mengendap.
- Tuangkan larutan pengental sedikit demi sedikit ke dalam panci sambil kuah diaduk searah secara merata. Masak hingga kuah meletup-letup, mengilap, mengental, dan bertekstur lembut, lalu matikan api.
- Campurkan santan kental, air, garam halus, dan daun pandan ke dalam panci terpisah. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah.
- Matikan api setelah santan mendidih dan mengeluarkan aroma harum pandan. Sajikan beberapa sendok jenang grendul dalam mangkuk, lalu siram dengan kuah santan gurih sesuai selera.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Jenang Grendul Khas Jawa
1. Mengapa adonan bola grendul saya menjadi keras setelah dingin?
Hal ini biasanya disebabkan karena adonan kekurangan air saat diuleni atau terlalu banyak campuran tepung tapioka. Gunakan air hangat saat mengaduk adonan tepung ketan agar teksturnya tetap empuk dan lembut berhari-hari.
2. Apakah tepung ketan bisa diganti seluruhnya dengan tepung tapioka atau sagu?
Tidak bisa. Jika diganti sepenuhnya dengan tapioka, teksturnya akan menjadi terlalu kenyal menyerupai cilok atau cireng dan kehilangan karakteristik kelembutan khas jenang Jawa.
3. Bagaimana cara agar kuah santan tidak pecah saat dimasak?
Kuncinya adalah menggunakan api sekecil mungkin dan kuah santan harus terus diaduk secara konsisten secara perlahan dari awal dimasak hingga mendidih.
4. Berapa lama jenang grendul ini dapat disimpan di dalam kulkas?
Jenang grendul dapat bertahan selama 2 hingga 3 hari di dalam wadah yang tertutup rapat di kulkas. Pisahkan penyimpanan antara kuah santan dan bubur grendul agar tidak mudah basi.
5. Bisakah saya menambahkan bahan lain seperti ubi ke dalam adonan?
Tentu saja bisa. Anda bisa menambahkan ubi jalar cilembu atau ubi ungu yang telah dikukus dan dihaluskan ke dalam adonan tepung ketan untuk variasi rasa dan warna yang menarik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376931/original/056696400_1760068591-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__87_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373198/original/056439400_1791957930-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373178/original/062054700_1791954969-cropped-583b3397-f5d8-4a63-af21-be26dcbb80f2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373116/original/055353500_1791951833-Glossy_Corn_Jelly_Desserts_on_Banana_Leaf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373170/original/096445700_1791954176-cropped-52e93461-08fc-4cf9-99b1-3b9f43abae55.jpg)