Dua Jam Lebih, Secondhand Serenade Puaskan Rasa Rindu Penggemar di Yogyakarta

Secondhand Serenade menggelar konser tunggal "20 Year Anniversary: A Secondhand Symphony" di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Jumat (5/12/2025).

Diterbitkan 06 Desember 2025, 10:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Secondhand Serenade gelar konser perdana di Indonesia di GOR UNY.
  • John Vesley membawakan 15 lagu, termasuk hit "Fall for You".
  • Popularitasnya meroket dari MySpace dengan musik emo yang relatable.

Liputan6.com, Jakarta - Memainkan "Stay Close, Don't Go," Secondhand Serenade langsung mengajak bernyanyi bersama penggemarnya yang hampir memenuhi GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Jumat (5/12/2025).

Memainkan lagu pertama pukul 19.40 WIB, Secondhand Serenade menutup konser tunggal bertajuk "20 Year Anniversary: A Secondhand Symphony," dengan lagu yang membuatnya besar "Fall for You" sekitar pukul 22.00 WIB.

Penyanyi asal California, Amerika Serikat, yang memiliki nama asli John Vesley secara keseluruhan membawakan 15 lagu di konser yang jadi persinggahan pertamanya di Indonesia. Dijadwalkan hari ini, Sabtu (6/12/2025), dia tampil di lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta.

Hampir semua lagu (yang membesarkan namanya pertama kali pada 2018) saat dimainkan, diikuti penonton. Lagu-lagu seperti "A Wink and a Smile," "Your Eyes," "Something I’m Not Your Call," dan "Awake" merupakan lagu yang menjadi favorit penggemarnya.

Pemilik nama asli John Vesely ini lahir pada 5 Februari 1982. Lagu yang paling dikenal adalah "Fall For You."

 

Emosi Patah Hati dan Perasaan Kehilangan

John Vesely menyapa belantika musik dunia lewat album debut Awake (2007), kemudian diikuti oleh A Twist in My Story (2008) dengan hit "Fall for You."

Lewat lagu yang menggambarkan emosi patah hati dan perasaan kehilangan (sangat relatable bagi banyak orang), Secondhand Serenade menjadi ikon era musik emo online. Lagu-lagu ini menjadi anthem bagi mereka yang sedang merasakan cinta penuh drama.

 

Popularitas Secondhand Serenade

John Vesely memulai karier solo dengan cara yang sangat sederhana, yakni merekam lagu-lagu di kamar tidurnya. Dengan hanya menggunakan gitar akustik dan vokal emosional, John Vesely menciptakan musik yang penuh perasaan hingga menarik perhatian banyak orang.

Popularitas Secondhand Serenade mulai meroket ketika mengunggah lagu-lagunya di MySpace pada pertengahan 2000-an. Di sinilah kariernya berubah, dari sekadar musisi rumahan menjadi bintang internasional.

 

Lagu dan Syair

Usai pertunjukkan, Khairul Ma’arif mahasiswa S2 Fakultas Sastra UGM, yang hadir bersama kekasihnya mengaku menikmati konser Secondhand Serenade.

“Bagi saya lagu dan syair yang dituliskannya enak didengar serta mudah dipahami. Terkadang ketika kita membutuhkan seseorang yang ingin mendengarkan dengan tulus, lagu-lagunya mewakili kondisi itu,” tutupnya.

(Kukuh Setyono)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Mingse Bikin Nama Bunga Reyza Makin Dikenal, Ini Cerita di Balik Alter Ego-nya

Tim Showbiz, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan