Viral Royalti Lagu Hingga Rekaman Kicau Burung Untuk Bisnis Dianggap Mahal, Begini Penjelasannya

Royalti lagu tak hanya saat penyanyi tampil dalam konser atau acara komersial tapi juga penggunaan lagu di kafe, restoran, hotel atau lingkungan bisnis.

Diperbarui 10 Agustus 2025, 18:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di Restoran, Musik Memengaruhi Mood

Dalam wawancara tertulis dengan Showbiz Liputan6.com, Sabtu (9/8/2025), Rudi menyebut, musik bukan sekadar suara latar yang menemani pelanggan makan di restoran bareng orang tersayang atau ngopi-ngopi cantik bareng bestie di kafe yang fancy.

“Di restoran, musik memengaruhi mood (suasana hati) pelanggan dan durasi kunjungan,” katanya. “Di toko ritel, musik bisa mempercepat atau memperlambat alur belanja. Di hotel, musik membentuk kesan pertama tamu,” Rudi menambahkan.

“(Musik) ini bagian strategi bisnis. Ia sama pentingnya dengan desain interior atau pelayanan pelanggan,” Rudi mengingatkan. Biaya untuk musik di lingkungan bisnis rupanya mencakup berbagai layanan esensial, misalnya manajemen katalog musik yang luas.

Selain itu, pembaruan konten berkala untuk menjaga koleksi tetap segar, hingga pelaporan penggunaan musik yang akurat untuk pembayaran royalti ke para pencipta lagu maupun musisi. Biaya ini juga dipakai untuk teknologi distribusi audio yang andal dan lain-lain.

 

Mendorong Kepatuhan Hukum

Rudi menggarisbawahi, semua elemen ini penting untuk memastikan operasional legal dan efisien, jauh melampaui yang ditawarkan layanan streaming pribadi. Struktur harga yang beragam menunjukkan adanya model bisnis yang berbeda-beda.

Setelahnya, Rudi mencontohkan, Velodiva yang mematok harga kompetitif, dari Rp 300.000 per titik per bulan sebelum pajak sekaligus memosisikan diri sebagai penyedia jasa musik komersial paling terjangkau jika dibandingkan dengan para pemain global.

“Model bisnis unik ini bertujuan memberi akses terhadap layanan musik legal berkualitas tinggi, tanpa membebani pelaku usaha dengan biaya yang setara dengan di Jepang, Eropa, atau Amerika Serikat,” papar Rudi panjang.

Untuk mencapai harga kompetitif, Velodiva mengoptimalisasi sistem secara khusus untuk kondisi pasar di Indonesia. Mereka membangun sistem yang standarnya setara dengan para pesaing global, namun level efisiensinya lebih tinggi.

Strategi ini memungkinkan mereka menyediakan fitur-fitur penting seperti manajemen konten musik, pelaporan royalti, dan dukungan teknis solid. “Ini strategi untuk memperluas penetrasi pasar dan mendorong kepatuhan hukum di kalangan pelaku usaha,” pungkasnya.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan