Mencekamnya Konser Metallica di Jakarta Tahun 1993, Area Panggung Tak Keruan hingga Dinodai Kerusuhan, Penjarahan dan Pembakaran

Di balik suksesnya penampilan Metallica di Jakarta pada 1993 silam, suasana di luar area stadion malah benar-benar kacau hingga terjadi kerusuhan dan penjarahan.

Diterbitkan 28 November 2024, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain di sekitar area panggung, Bimo juga melihat pemandangan yang tak lazim sewaktu berada di luar area, namun masih di kawasan stadion. "Enggak cuma di area panggung kacaunya, di luar itu ada bus yang disangka ditumpangi Metallica, dihadang sampai digoyang-goyangin sama kerumunan orang," ujar drummer yang pernah menjadi personel Romeo dan Ahmad Band ini.

Kerusuhan yang Terjadi di Luar Area Konser Metallica

Kekacauan pada hari pertama Metallica tampil pun merembet hingga ke luar lokasi konser. Sejumlah oknum yang tak bertanggung jawab, menimbulkan kekacauan di luar stadion Lebak Bulus. Seorang penonton bernama Aji, bersaksi bahwa beberapa fasilitas umum, sejumlah kendaraan, tempat usaha, hingga beberapa ruas jalan di sekitarnya turut menjadi target kerusuhan.

"Saya datang waktu hari pertama itu enggak kuat nonton sampai habis. Orang-orang yang enggak punya tiket banyak yang menerobos, dikasih masuk sama panitia. Akhirnya kacau tuh area panggung. Kayaknya personel polisi juga kurang banget waktu itu. Saya langsung pulang sama teman, tapi di luar stadion malah melihat pemandangan yang lebih kacau balau!" ujar Aji, ditemui pada Selasa (28/11/2024).

"Saya melihat toko dijarah, mobil di showroom dibakar, papan reklame dan jalanan dirusak. Bahkan rusuhnya itu sampai ke kawasan Pondok Indah! Waktu itu mau pulang ke rumah agak ngeri, takut terjebak rusuh atau disangka perusuh sama polisi. Akhirnya, saya memutar jalan lewat Radio Dalam (Kebayoran Baru), nah di situ mulai tenang karena sepi," kenang Aji.

 

Menyebabkan Puluhan hingga Ratusan Orang Luka-Luka

Kekisruhan hingga kerusuhan yang terjadi selama konser Metallica pada hari pertama pada 1993 lalu, juga menimbulkan korban luka-luka. Mengutip merdeka.com dan sumber-sumber lain, terdapat 50 hingga 100-an orang menjadi korban luka berat dan ringan.

Pada hari kedua, dikabarkan oleh berbagai surat kabar kala itu, bahwa pengamanan makin diperketat dengan ditambahnya jumlah personel yang mengamankan area konser. Namun, biarpun hari kedua lebih kondusif, tetap sebanyak belasan orang dilaporkan menjadi korban luka tikam maupun memar-memar.

Diketahui, tak ada korban jiwa sepanjang kerusuhan yang mencekam ini. Diberitakan sejumlah media, polisi akhirnya menangkap sedikitnya 88 orang yang terlibat kerusuhan, seperti disampaikan AM Hendro Priyono yang kala itu menjabat sebagai Pangdam Jakarta Raya, kepada sejumlah surat kabar yang terbit setelah kerusuhan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan