Review Film No Time To Die: Salut untuk James Bond Versi Daniel Craig dan Sejumlah Tokoh Penting

No Time To Die menjajah bioskop Indonesia pekan ini. Film terakhir Daniel Craig sebagai James Bond ini panen pujian. Berikut review filmnya.

Diterbitkan 03 Oktober 2021, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yang lama tak muncul seperti Felix, datang lagi dengan misi krusial. Di tangan Cary, No Time To Die bukan hanya salut untuk Daniel Craig, tapi juga tokoh-tokoh penting yang mengawal perjalanan James Bond dari era Casino Royale hingga Spectre.

Kode Dalam Dialog

Acungan jempol patut diberikan kepada tim naskah yang jeli menciptakan jejulur cerita dengan sinyal konflik sejak di menit awal. Dialog-dialognya adalah kode bagi penonton. Untuk melangkah ke masa depan, harus menyelesaikan masa lalu.

Tiap orang punya rahasia yang pasti tersingkap. Ini soal siapa yang belum dapat giliran dibongkar rahasianya. Itu kata James kepada Madeleine. Di bagian ini saja, kami sudah tahu bahwa setelahnya No Time To Die mengondisikan penonton untuk tak punya waktu untuk bernapas.

Benar saja. Konflik ditebar bak ranjau paku yang berjatuhan di menit-menit tak terduga. Menciptakan efek kejut di waktu-waktu yang tak kita sangka.

 

Kenekatan, Ketenangan

Daniel Craig tampil prima, seprima performanya di Casino Royale dan Skyfall. Karisma, kenekatan, ketenangan, percaya dirinya bahwa masih ada banyak waktu saat suasana sedang supergenting, adalah hal yang tak bisa dicuri darinya.

Tokoh lain yang sukses mencuri adegan, Paloma. Oke. Tepikan sejenak soal kecantikan Ana De Armas. Yang disajikan Ana di sini kombinasi aura seksi, skill membunuh, dan seni melumpuhkan lawan tanpa harus mengabaikan pose-pose “sang model” yang jadi ciri khasnya.

Kami tak akan lupa adegan Paloma terbaring di lantai sambil memutar badan dan menembaki pria-pria kekar di sekitarnya. Bisa? Banget.

Soal Villain

Sayang, ruang gerak Paloma terhalang “aturan tak tertulis” bahwa porsi dan perannya tak boleh melebihi Medeleine. Tapi dia tetap cewek paling bersinar di sini.

Sayang yang kedua, musuh Bond yang mematikan namun di banyak adegan, ia tak terasa semematikan itu. Bahwa Rami Malek punya wibawa, ya. Kehadirannya mempresentasikan ancaman, ya.

Namun, hawa julid-nya tak segawat Le Chiffre (Mads Mikkelsen) di era Casino Royale atau Raoul Silva (Javier Bardem) dari dunia Skyfall.

 

Adegan Pembuka Dramatis

Bagian penting lain yang dinanti penggemar, adegan pembuka dan lagu tema. Ini jadi titik keren No Time To Die. Menampilkan hubungan yang hangat sekaligus kuat dari James bersama Medeleine dengan dialog bernas, lalu berakhir dengan adegan di kereta yang mengaduk emosi penonton.

Bersamaan dengan melajunya kereta, intro “No Time To Die” membimbing kita meresapi kondisi kejiwaan dua tokoh utama. Dalam hal ini, kepekaan Billie Eilish memilih kata patut disanjung khususnya di bagian: Fool me once, fool me twice, sure you death or paradise? Now you'll never see me cry. There's just no time to die.

Dalam sejumlah adegan kunci yang menampilkan Bond dan Medeleine, secara otomatis kami teringat lagu Billie.

 

Salam Perpisahan

Secara keseluruhan, No Time To Die adalah salam perpisahan Daniel Craig kepada fans militan James Bond. Casino Royale adalah perkenalan. Skyfall mengantar kita kembali ke awal. No Time To Die adalah akhir.

Setelahnya, wajah serta era James Bond berikut tetek bengek yang melingkungi bisa berbeda 180 derajat. Daniel Craig berhasil menaikkan level James Bond menjadi lebih stylish, tidak kaku, namun tetap berpijak pada pakem 007 yang selama ini kita kenal.

Setelah jadwal rilis terkoreksi berkali-kali, No Time To Die adalah sajian yang memang layak ditunggu dan harus disaksikan di layar lebar. Sedahsyat itu. Meski bagi kami, Skyfall masih juara sih.

 

 

Pemain: Daniel Craig, Rami Malek, Lea Seydoux, Lashana Lynch, Ben Whishaw, Naomie Harris, Jeffrey Wright, Chistoph Waltz, Ralph Fiennes, David Dencik

Produser: Michael G. Wilson, Barbara Broccoli

Sutradara: Cary Joji Fukunaga

Penulis: Neal Purvis, Robert Wade, Cary Joji Fukunaga, Phoebe Waller Bridge

Produksi: Metro-Goldwyn-Mayer, Eon Productions

Durasi: 163 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan