Sukses

Pengalaman Herjunot Ali Hampir Meninggal Saat Mendaki Gunung di Swiss

Liputan6.com, Jakarta Herjunot Ali memiliki pengalaman tak terlupakan terkait pendakian gunung. Mantan kekasih Tatjana Saphira itu, diketahui memiliki hobi bertualang.

Salah satu pengalaman yang tak terlupakan, saat Herjunot Ali mendaki gunung Mont Fort, di Swiss. Kala itu, Herjunot Ali merasa hampir meninggal karena kesalahannya sendiri, yaitu terlalu sombong dan menyepelekan.

Hal itu diungkapkan Herjunot Ali di kanal YouTube KUY Entertainment saat berbincang dengan Hesti Purwadinata dan Enzy Storia.

 

2 dari 5 halaman

Sombong

"Dia (manajer Herjunot Ali) sudah kecapaikan, gue bilang, ‘Sudah lo turun sana, nanti lo hampir mati lagi’. Terus gue ke atas dan gue banyak marah-marah juga sama dia. Terus dia bilang, ‘Eh hati-hati di gunung mana pun mau di luar kek itu ada penunggunya bos, lo jangan songong di atas’,” kata Herjunot Ali.

“Terus teman gue juga sudah bilang, ‘Lo jangan naik ke puncak paling atas, saudara gue habis meninggal di sana sebulan yang lalu’. Terus gue bilang, ‘Tenang sajalah, Nyet. Gue kan jago. Apa sih yang gue enggak bisa',” sambungnya.

 

3 dari 5 halaman

Terjatuh

Benar saja, saat mendekati puncak, Herjunot Ali terjatuh hingga berguling-guling. Saat itu, ia tidak menggunakan asuransi saat mendaki gunung. Alasannya, hemat uang.

“Kiri kanan itu jurang, terus set (jatuh tersungkur dan terguling), jatuh-jatuh, gue habis napas kan. Terus sweeper gue yang di belakang itu ngebuat gue rese. Yang gue ingat dia bilang, kan gue orangnya merki (pelit) ya. Jadi kayak gue lupa beli insurance. Pas di bawah itu gue bilang begini, ‘Tiket lift berapa? 50 euro, oke’. ‘Tapi lo mau pakai insurance gak? Kalau insurance 70 euro’. ‘Enggak usah’. Gue enggak beli insurance dong. Karena 20 euro lumayan kan,” beber Herjunot Ali.

 

4 dari 5 halaman

Perhitungan

Tak hanya itu, Herjunot Ali juga sempat menolak penawaran untuk turun dengan menggunakan helikopter. Alasannya, lagi-lagi karena ia tidak ingin mengeluarkan lebih banyak uang untuk sewa.

“Dan di saat (hampir menemui) kematian gue saja, gue masih merki. Jadi pada saat begini (hampir tak sadarkan diri), sweeper-nya bilang, ‘Don’t sleep, don’t sleep, terus gue digampar-gampar kan. Terus dia bilang, ‘You want us to take helicopter?’. Dalam hati gue, ‘Ah helikopter mahal’. Terus gue bilang, ‘No, no helicopter’,” lanjut Herjunot Ali.

 

5 dari 5 halaman

Hilang Kesadaran

Saat berhasil dibawa turun dari gunung tersebut, rupanya Herjunot Ali sempat kehilangan kesadaran hingga dua jam. Saat itu, Herjunot Ali bisa mendengar suara di sekelilingnya, namun tidak dapat menggerakan tubuhnya sedikitpun.

“Terus gue bangun, di situ kedengaran samar-samar orang ngomong tapi gue enggak bisa begini (menggerakkan tubuhnya). Gue merasa kok gue enggak bisa gerakkan kaki gue, tangan gue. Di situ tuh, gue sudah berasa kayak yang, ‘Oh nyokap dulu deh yang pertama kali gue kunjungin’, gitu,” pungkas Herjunot Ali.