REVIEW Demona, Film Horor Berbalut Pesan Anti Narkoba

Demona bukan sekedar film horor, tapi juga mengandung pesan moral untuk remaja agar tak salah gaul.

Diterbitkan 10 September 2015, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keadaannya memang makin kacau. Demona overdosis dan lalu tewas. Kelima temannya yang panik akhirnya menguburkannya di belakang villa. Mereka lalu pulang dan sepakat merahasiakan kejadian tersebut dari siapapun.

Tapi sejak itu, teror Demona dimulai.

Adegan film Demona. (dok. istimewa)

Saya selalu berpikir, hantu atau setan dan sejenisnya tak mungkin bisa membunuh manusia seperti kata guru Agama saya di sekolah atau guru ngaji di rumah. Bukankah logikanya, kalau seseorang dibunuh oleh hantu bakal jadi hantu juga? Dan dengan begitu para hantu ini saling bertengkar. Ya sudahlah, logika memang sering tak jalan di film. Mungkin juga agar terasa tegang.

Tanpa bermaksud spoiler, Demona juga seperti itu. Bedanya, ada dua orang yang tak diganggu. Nah, dua orang ini memang tak bersalah sejak awal. Di film horor lain, mungkin mereka juga bakal dihabisi. Tapi Rizal sang sutradara rasanya masih berpikiran lain.

Dan benar juga kata Rizal di awal, film Demona memang bukan sekedar film horor. Film ini mengandung pesan moral untuk remaja agar tak salah gaul. Tak mau kan, mati konyol diteror setan karena pakai drugs? **

NB:
Ada satu adegan yang menurut saya paling kocak di film Damona. Ado yang menyesal pakai drugs, berkeluh kesah pada temannya yang juga bandar narkoba. Bandar lain biasanya mengkompori untuk terus, tapi si bandar ini malah menjelaskan panjang lebar soal bahaya drugs. Menggelikan mendengarnya bilang, 'obat ini racun'. Dan di lain sisi, Ado (juga penonton dan saya) hanya bisa mengeryitkan dahi. (Puj/Ade)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Ade IrwansyahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan