Bursa Asia Menghijau, Saham Facebook Bikin Wall Street Sumringah

Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham acuan regional naik 0,9% ke level 137,03 pada Jumat pekan ini.

Diterbitkan 21 Februari 2014, 08:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham acuan regional naik dari penurunan terbesar dalam dua minggu.

Indeks saham MSCI Asia Pacific menguat 0,9% ke level 137,03 pada pukul 09.20 waktu Tokyo. Kemarin, indeks saham acuan ini telah turun 1,3% setelah indeks manager purchasing China melemah ke level terendah dalam tujuh bulan.

Lalu indeks saham Jepang Topix naik 1,7%. Kenaikan itu juga diikuti indeks saham Jepang Nikkei yang menguat 1,7% ke level 14.695,78.
Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 1,1%. Indeks saham Australia naik 0,7%. Indeks saham Selandia Baru NZX 50 menguat 0,5%.


"Bursa Asia menguat didorong optimistis dari ekonomi Amerika Serikat.Investor melihat tren pertumbuhan membaik. Hal itu lihat dari kinerja pertumbuhaan pendapatan AS semakin baik, dan itu cukup untuk mengangkat bursa saham lebih jauh tahun ini," ujar David Cassidy, Strategist UBS AG, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (21/2/2014).

Rilis data indeks manufaktur AS melonjak lebih dari yang diharapkan.Indeks Markit Economics meningkat menjadi 56,7 pada Februari. Angka itu melebihi perkiraan ekonomi. Sementara itu, data Departemen Tenaga Kerja AS mengindikasikan aplikasi untuk tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu.

Adapun saham-saham yang menguat antara lain saham BHP Billiton Ltd naik 1,5%. Saham Samsung Electronic Co naik 2,4% di bursa saham Korea Selatan. Saham Toyota Motor Corp naik 1,5% di bursa saham Jepang seiring yen melemah terhadap dolar AS.

Penutupan Wall Street

Bursa saham AS menguat pada Kamis (Jumat pagi) setelah pengumuman aktivitas manufaktur mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun. Selain itu, saham Facebook dan Tesla mendorong penguatan indeks saham.

Indeks saham Dow Jones naik 92,67 poin atau 0,58% ke level 16.133,23. Indeks saham S&P 500 menguat 11,03 poin atau 0,60% ke level 1.839,78. Selanjutnya, indeks saham Nasdaq menguat 29,59 poin atau 0,7% ke level 4.267,54.

Volume perdagangan saham mencapai 6,4 miliar saham di bursa saham AS. Angka volume perdagangan itu di bawah rata-rata volume perdagangan saham sekitar 7,05 miliar saham pada Februari.

Saham Facebook dan Tesla juga melaju kuat pada perdagangan saham Kamis waktu setempat. Facebook Inc yang mengumumkan akan membeli Whatsapp senilai US$ 16 miliar dalam bentuk tunai dan saham di tambah US$ 3 miliar untuk saham terbatas berdampak terhadap harga saham Facebook.

Saham Facebook naik 2,3% ke level US$ 69,63 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi US$ 70,11.  Saham lain yang menguat yaitu saham Tesla naik 8,4% menjadi US$ 209,97 setelah mencapai rekor intraday dari US$ 215,21. Perseroan melaporkan hasil kinerja kuartal empat yang melampaui harapan.

Data ekonomi juga berdampak positif untuk bursa saham. Aktivitas pabrik AS pun melaju cepat dalam hampir empat tahun. Indeks Manufacturing Purchasing Managers menunjukkan indikasi kenaikan. Lalu klaim baru untuk asuransi pengangguran pun turun pada pekan terakhir. Hal itu pertanda baik untuk pasar kerja.

"Data manufaktur AS mungkin tidak sebagus kelihatannya. Mungkin ada gangguan tapi jelas angka yang bagus. Secara keseluruhan data itu memberikan sentimen positif untuk saham," ujar Paul Zemsky, Head of Asset Allocation ING Investment Management. (Ahm)