Bursa Saham Asia Hari Ini Bervariasi, Indeks Nikkei Turun 0,5%

Berlawanan dengan wall street, bursa saham Asia Pasifik beragam pada perdagangan Rabu, (26/8/2026).

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 09:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bergerak beragam pada perdagangan saham Rabu, (26/8/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik yang bervariasi itu di tengah wall street yang menguat.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,5%. Indeks Kospi di Korea Selatan melemah tipis 0,12%. Indeks acuan di Australia, indeks ASX200 menguat 0,34%.

Sementara itu, di wall street, indeks S&P 500 naik 0,3%. Indeks Nasdaq bertambah 0,7%. Indeks Dow Jones menguat 0,3%.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Juli, sebuah laporan bulanan yang merinci perubahan harga barang dan jasa serta merupakan metrik inflasi pilihan Federal Reserve dijadwalkan rilis pada Rabu pukul 08.30 pagi waktu setempat (ET).

Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan sebesar 0,1% secara bulanan (month-over-month) dan 3,6% secara tahunan (year-over-year). Pada Juni, laporan tersebut mencatat penurunan 0,1% secara bulanan dan kenaikan 3,7% secara tahunan.

Laporan ini dirilis di tengah sorotan terhadap pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada pekan lalu, dengan tingkat imbal hasil obligasi tenor 30 tahun mencapai level yang belum pernah terlihat dalam hampir 20 tahun.

Namun, imbal hasil secara umum turun pada Selasa, di mana imbal hasil tenor 10 tahun turun hampir 8 basis poin pada hari itu.

 

Sentimen di Wall Street

Nvidia dan Jackson Hole menjadi sorotan. Nvidia dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartal kedua pada Rabu setelah penutupan pasar. 

Wall Street memproyeksikan laba per saham sebesar US$ 2,09 dengan pendapatan US$ 92,28 miliar, menurut data FactSet. Laporan tersebut dapat menjadi indikator penting bagi pasar secara keseluruhan, mengingat perusahaan pembuat cip ini merupakan anggota terbesar indeks S&P 500 dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 5 triliun.

Para investor juga menantikan pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, pada Jumat dalam simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming. Namun, ada pula pandangan Warsh mungkin akan bersikap tertutup menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed untuk periode setelah September.

Head of Central Bank Policy, Piper Sandler Kurt Lewis menuturkam, melihat pendekatannya pada konferensi pers Juni dan Juli, kecil kemungkinannya ketua the Fed Kevin Warsh akan langsung membahas secara mendalam mengenai prospek ekonomi terkini serta implikasinya terhadap kebijakan untuk sisa 2026.

“Sebaliknya, kami memperkirakan ia akan lebih banyak memaparkan tema-tema besar, dengan penekanan pada sisi penawaran serta bagaimana topik-topik tersebut akan ditangani oleh gugus tugas (Task Forces)," tulis Kurt.