Liputan6.com, Jakarta - Spot reduction masih menjadi salah satu mitos yang kerap dipercaya dalam upaya menurunkan berat badan. Konsep ini membuat seseorang mengira lemak di area tubuh tertentu bisa berkurang hanya dengan melakukan latihan yang menyasar bagian tersebut.
Pemahaman tersebut dapat membentuk ekspektasi yang kurang tepat terhadap hasil olahraga. Penurunan lemak tidak berlangsung secara spesifik hanya pada bagian tubuh yang sedang dilatih.
Melansir Indian Express, Kamis, 13Â Agutus 2026, tubuh menggunakan cadangan energi dari berbagai area ketika seseorang mengalami penurunan berat badan. Lemak yang berkurang pun tidak selalu berasal dari bagian tubuh yang menjadi fokus latihan.
Advertisement
Ahli kebugaran menjelaskan, latihan tertentu memang dapat memperkuat dan membentuk otot pada area yang ditargetkan. Namun, aktivitas tersebut tidak otomatis membakar lemak yang berada tepat di atas otot tersebut.
Hal serupa berlaku pada latihan perut. Menurut U.S. News, sit-up efektif melatih otot perut, tapi tidak secara khusus menghilangkan lemak di sekitar pinggang. Melakukan sit-up dalam jumlah banyak juga tidak menjamin lemak perut berkurang lebih cepat.
Kondisi ini terjadi karena latihan yang hanya melibatkan kelompok otot kecil tidak selalu meningkatkan pengeluaran energi secara signifikan. Untuk mendukung penurunan lemak, seseorang perlu mengombinasikan aktivitas fisik secara menyeluruh dengan pola makan yang sesuai.
Memahami cara kerja tubuh dapat membantu seseorang menetapkan target kebugaran yang lebih realistis dan konsisten.
Cari Alternatif Olahraga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515829/original/003550300_1772194456-alora-griffiths-E3wehabi_B4-unsplash.jpg)
Rutinitas olahraga dapat dibuat lebih beragam dengan menambahkan latihan kardio dua hingga tiga kali dalam seminggu. Berjalan cepat, berlari, bersepeda, dan berenang menjadi beberapa pilihan yang dapat melibatkan banyak bagian tubuh sekaligus.
Latihan mobilitas juga bisa dimasukkan sebelum atau setelah berolahraga untuk membantu tubuh bergerak lebih leluasa. Pilihan lainnya adalah latihan multi-sendi yang mengaktifkan beberapa kelompok otot dalam satu gerakan.
Squat, deadlift, lunges, dan shoulder press termasuk latihan yang dapat diterapkan dalam rutinitas. Gerakan tersebut membutuhkan kerja beberapa kelompok otot sehingga tuntutan energinya lebih besar dibandingkan latihan yang hanya berfokus pada satu kelompok otot.
Konsistensi tetap menjadi kunci dalam menjalankan rutinitas kebugaran. Menetapkan tujuan yang realistis dan menjalankan latihan secara teratur dapat membantu seseorang mencapai perubahan tubuh sesuai target.
Advertisement
Tambahan Nutrisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548608/original/099656600_1775545471-pexels-karola-g-4736807.jpg)
Di tengah maraknya alat pelangsing perut dan tutorial olahraga, pola makan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung kebugaran. Tidak ada makanan tertentu yang dapat secara khusus membakar lemak di area perut.
Tubuh membutuhkan beragam zat gizi agar dapat menjalankan fungsi dan aktivitas sehari-hari dengan optimal. Protein berperan dalam membangun serta mempertahankan jaringan tubuh, termasuk otot.
Karbohidrat menyediakan energi untuk beraktivitas, sedangkan lemak tetap dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sesuai. Serat dari sayuran, buah, dan biji-bijian juga penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi.
Alih-alih mengikuti diet ketat atau mengandalkan produk dengan klaim hasil instan, membangun pola makan beragam dan seimbang lebih baik untuk dilakukan secara konsisten. Jumlah serta jenis makanan juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tingkat aktivitas setiap hari.
Rasa Terbakar Saat Olahraga Bukan Tanda Lemak Berkurang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8523341/original/073683400_1782452289-c6d5568d-3a50-4d78-8078-98e9d35ae076.jpg)
Sensasi panas, lelah, atau seperti terbakar pada otot setelah berolahraga sering dianggap sebagai tanda bahwa lemak di area tersebut sedang dibakar, padahal anggapan ini tidak tepat.
Saat melakukan sit-up atau latihan perut lainnya, otot bekerja lebih keras sehingga dapat menimbulkan rasa panas dan lelah. Sensasi tersebut berkaitan dengan aktivitas otot selama melakukan gerakan, bukan menunjukkan bahwa tubuh sedang mengambil cadangan lemak dari bagian yang dilatih.
Latihan yang melibatkan banyak kelompok otot memang membutuhkan kerja fisik lebih besar dan dapat meningkatkan suhu tubuh. Namun, kondisi tersebut tetap tidak menentukan dari bagian mana tubuh akan menggunakan cadangan energi.
Karena itu, rasa terbakar atau lelah setelah latihan tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan pembakaran lemak di area tertentu. Hasil kebugaran lebih tepat dinilai dari konsistensi latihan dan perubahan tubuh secara keseluruhan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985417/original/041094100_1649138842-pexels-jonathan-borba-3076516.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3339723/original/069234800_1609743795-ben-white-ReEqHw2GyeI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3173371/original/001650400_1594181187-044622100_1440233242-nasi_dagong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587079/original/058184700_1695602277-jisun-han-cjSsSQ7Yedk-unsplash.jpg)