BI Rate Naik Lagi, IHSG Betah di Zona Merah

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona merah tetapi tekanan berkurang usai Bank Indonesia kerek BI Rate.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 15:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada sesi kedua perdagangan saham, Kamis, (18/6/2026). Koreksi IHSG terjadi di tengah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin (bps).

Mengutip data RTI, saat dipantau pukul 14.48 WIB, IHSG turun 1,27% menjadi 6.141. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,63% menjadi 615,07. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi kedua, ISHG berada di level tertinggi 6.197,17 dan level terendah 6.073,72. Sebanyak 458 saham melemah sehingga bebani IHSG. 215 saham menguat dan 140 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.426.348 kali dengan volume perdagangan saham 19,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.720.

Dari 11 sektor saham, sektor saham basic naik 0,72%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur tergelincir 2,09%, dan pimpin koreksi. Sektor saham energi turun 0,41%, sektor saham industri merosot 0,42%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,26%.

Lalu sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,33%, sektor saham kesehatan terpangkas 1,43%, sektor saham keuangan turun 1,72%, sektor saham properti melemah 0,91%. Lalu sektor saham teknologi turun 0,31% dan sektor saham transportasi melemah 0,53%.

Pada sesi kedua, harga saham KOTA terperosok 10,38% menjadi Rp 95 per saham. Harga saham KOTA dibuka turun dua poin menjadi Rp 104 per saham. Saham KOTA berada di level tertinggi Rp 104 dan terendah Rp 92 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.956 kali dengan volume perdagangan saham 3.645.103 saham. Nilai transaksi Rp 35,6 miliar.

Harga saham ACES tergelincir 0,53% menjadi Rp 372 per saham. Saham ACES dibuka naik dua poin menjadi Rp 376 per saham. Harga saham ACES berada di level tertinggi Rp 378 dan terendah Rp 370 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.016 kali dengan volume perdagangan saham 151.533 saham. Nilai transaksi Rp 5,7 miliar.

Harga saham GOTO stagnan Rp 50. Saham GOTO berada di level tertinggi dan terendah Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.197 kali dengan volume perdagangan saham 7.249.071 saham. Nilai transaksi Rp 34,5 miliar.

Bank Indonesia Kembali Naikkan BI Rate

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) kembali menaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikan BI Rate sebesar 25 basis point menjadi 5,75 persen," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil RDG BI, Kamis (18/6/2026).

Selain BI Rate, pihak bank sentral pun mendorong suku bunga deposito facility naik sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.

Perry mengemukakan, kenaikan suku bunga acuan ini merupakan langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.

"Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah," imbuh dia.

Kenaikan BI Rate ini jadi langkah susulan setelah sebelumnya Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, Selasa, 9 Juni 2026.

 

 

 

 

Perkuat Stabilisasi Rupiah

Pihak bank sentral beralasan, langkah menaikan BI Rate di luar agenda bulanan itu ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang tengah menghadapi tekanan akibat meningkatnya gejolak global, terutama dampak konflik di Timur Tengah.

Selain menaikkan BI Rate menjadi 5,50%, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah," ujar Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    BI atau Bank Indonesia merupakan bank sentral milik Negara Republik Indonesia.
    Bank Indonesia
  • BI Rate
  • Suku Bunga Acuan