Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) akan membeli kembali atau buyback saham maksima; Rp 1,46 triliun. Jumlah saham yang akan di-buyback maksimal 1,54 miliar saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/6/2026), buyback saham tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor. Dengan demikian diharapkan harga saham perseroan dapat mencerminkan nilai fundamental perseroan secara lebih wajar.
Adapun aksi buyback saham dilakukan pada 17 Juni-16 September 2026. Perseroan menyatakan, buyback saham tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan dan tidak berdampak atas biaya pembiayaan.
Advertisement
"Pembelian kembali saham tidak akan mengalami perubahan yang material terhadap proforma laba per saham Perseroan. Pembelian kembali saham akan mempengaruhi rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar tetapi tidak akan menimbulkan dampak merugikan seperti penurunan pendapatan Perseroan,” demikian seperti dikutip.
Perseroan menyatakan, buyback saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik, dan wajar serta memperhatikan ketentuan yang berlaku terutama POJK 13/2023 dan POJK 29/2023.
Perseroan akan buyback saham secara bertahap atau secara penuh melalui BEI. Selain itu, satu perusahaan efek akan ditunjuk untuk melakukan buyback saham.
Perseroan juga memastikan sumber dana yang akan dipakai untuk buyback saham memenuhi ketentuan POJK 13/2023 dan POJK 29/2023.
Pada penutupan perdagangan saham Senin, 15 Juni 2026, harga saham MBMA naik 5,81% menjadi Rp 510 per saham. Harga saham MBMA dibuka naik menjadi Rp 496 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 482. Harga saham MBMA berada di level tertinggi Rp 545 dan terendah Rp 494 per saham. Total frekuensi perdagangan 25.552 kali dengan volume perdagangan saham 3.840.527 saham. Nilai transaksi Rp 199,7 miliar.
Terbitkan Obligasi dan Sukuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163185/original/024062900_1741957275-14_maret_2025-9.jpg)
Sebelumnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menerbitkan obligasi dan sukuk mudharabah berkelanjutan masing-masing senilai Rp 2,1 triliun dan Rp 1 triliun. Dengan demikian, perseroan mengincar dana segar Rp 3,1 triliun dari penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan I.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (26/11/2025), PT Merdeka Battery Materials Tbk menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2025 senilai Rp 2,1 triliun. Obligasi tersebut diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dalam dua seri antara lain:
Seri A: jumlah obligasi seri A sebesar Rp 982,15 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,5% per tahun dengan jangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi.
Seri B: jumlah obligasi seri B sebesar Rp 1,11 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% berjangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.
Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 9 Maret 2026. Sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan obligasi akan dibayarkan pada 9 Desember 2028 untuk obligasi seri A dan 9 Desember 2030 untuk obligasi seri B.
"Pelunasan pokok obligasi masing-masing seri obligasi akan dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Selain itu, perseroan juga menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap III Tahun 2025 sebesar Rp 1 triliun. Sukuk Mudharabah diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100%. Sukuk itu diterbitkan dengan dua seri antara lain:
Advertisement
Penerbitan Sukuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163183/original/085509300_1741957189-14_maret_2025-7.jpg)
Seri A: jumlah dana sukuk Mudharabah seri A sebesar Rp 379 miliar dengan pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah yang dihitung berdasarkan Nisbah pemegang sukuk mudharabah. Di mana besarnya Nisbah adalah 11,54% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 7,50% per tahun. Sukuk seri A tersebut berjangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi.
Seri B: jumlah dana sukuk Mudharabah seri B sebesar sebesar Rp 621 miliar dengan pendapatan bagi hasil sukuk mudhrabah yang dihitung berdasarkan Nisbah pemegang sukuk mudharabah. Di mana besarnya Nisbah adalah 12,69% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar-besarnya 8,25% per tahun dan berjangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.
Adapun penawaran obligasi dan sukuk itu bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan I Merdeka Battery Materials dengan target dana Rp 16 triliun dan sukuk mudharabah berkelanjutan I sebesar Rp 4 triliun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314568/original/051669400_1785750475-cek_fakta_-_prabowo_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321099/original/046540500_1755663228-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__75_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163184/original/077394400_1741957240-14_maret_2025-8.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074971/original/020239200_1584006691-20200312-Wall-Street-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3931210/original/059207500_1644569266-Foto.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)