Liputan6.com, Jakarta - PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) memandang industri properti masih akan menghadapi sejumlah tantangan sepanjang 2026. Belum pulihnya daya beli masyarakat dan meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian dinilai menjadi faktor utama yang membayangi kinerja sektor tersebut.
Meski demikian, emiten pengembang properti yang berbasis di Minahasa, Sulawesi Utara, itu melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama pada segmen hunian rumah tapak. Produk hunian yang menawarkan konsep ramah lingkungan serta mendukung fleksibilitas aktivitas masyarakat dinilai memiliki daya tarik tersendiri di tengah perubahan preferensi konsumen.
Direktur Utama PT Minahasa Membangun Hebat Tbk, Go Ronny Nugroho, mengatakan rumah tapak masih menjadi salah satu segmen properti yang paling diminati dibandingkan sektor lainnya.
Advertisement
"Segmen hunian rumah tapak menawarkan nilai tambah seperti konsep ramah lingkungan dan fitur yang mendukung fleksibilitas aktivitas,” ujar Ronny dalam Paparan Publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (11/6/2026).
Peluang pertumbuhan juga didukung berbagai kebijakan pemerintah, termasuk insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk memiliki rumah.
Di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih, HBAT berupaya menjaga momentum pertumbuhan dengan fokus pada pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi konsumen.
Andalkan Kawasan Terintegrasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256472/original/074890500_1781159413-WhatsApp_Image_2026-06-11_at_11.38.00.jpeg)
Untuk menghadapi tantangan industri properti, HBAT menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Salah satunya dengan mempercepat penyelesaian unit hunian yang telah memasuki tahap akhir pembangunan tanpa mengabaikan kualitas bangunan.
Perseroan juga melakukan optimalisasi pada proses perencanaan dan konstruksi proyek baru agar pengembangan kawasan dapat berjalan lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, penguatan strategi pemasaran menjadi fokus utama perusahaan untuk meningkatkan daya tarik produk dan mendorong penjualan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Ronny menjelaskan, HBAT juga mengandalkan berbagai langkah strategis lain, seperti inovasi produk, pemanfaatan insentif pemerintah, transformasi digital, pemasaran kreatif, penguatan legalitas dan transparansi, hingga penerapan konsep pembangunan berkelanjutan dan bangunan hijau.
"Inovasi produk, pemanfaatan insentif Pemerintah, transformasi digital dan pemasaran kreatif, penguatan legalitas dan transparansi, pembangunan berkelanjutan, konsep bangunan hijau, adalah sederet kebijakan dan strategi Perseroan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada," ujarnya.
Meski tergolong pendatang baru di Minahasa, HBAT mengklaim mampu bersaing dengan puluhan pengembang lain yang lebih dahulu beroperasi di Sulawesi Utara berkat pengembangan kawasan yang terintegrasi dan didukung berbagai fasilitas penunjang.
Advertisement
Kinerja Minahasa Membangun Hebat
Di tengah tantangan industri, HBAT masih membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Direktur Keuangan HBAT, Andrie Rianto, mengungkapkan perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 24,53 miliar atau setara 33,6 persen dari target tahunan sebesar Rp 73,02 miliar.
Dari capaian tersebut, perusahaan berhasil membukukan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 2,7 miliar.
“Sepanjang 2025, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 24,53 miliar, atau tercapai 33,6% dari target penjualan yang ditetapkan pada awal tahun sebesar Rp 73,02 miliar. Dari penjualan tersebut, Perseroan membukukan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 2,7 miliar,” ungkap Andrie.
HBAT juga mencatat peningkatan aset menjadi Rp 84,6 miliar pada 2025, naik dari Rp 82,1 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, liabilitas turun menjadi Rp 3,5 miliar dari Rp 3,7 miliar, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp 81,2 miliar dari Rp 78,3 miliar.
Menurut Andrie, penjualan tertekan akibat melemahnya daya beli masyarakat, tingginya suku bunga kredit, serta meningkatnya kecenderungan konsumen menunda pembelian properti. Selain itu, volatilitas harga bahan bangunan turut menekan profitabilitas perusahaan.
Meski demikian, melalui pengelolaan biaya yang prudent dan pengawasan ketat terhadap pengeluaran strategis, perseroan tetap mampu mencatatkan laba hingga akhir 2025.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309020/original/020803400_1785215556-Penelusuran_cek_fakta__klaim_pendaftaran_e-toll_gratis_dari_Jasa_Marga_adalah_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308884/original/022176700_1785207726-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-28T100127.665.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7805374/original/007527000_1780621590-Tugas__25_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256471/original/016918500_1781159399-WhatsApp_Image_2026-06-11_at_11.38.01.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547394/original/088839400_1775457948-7f5b4b73-5b65-4e7d-810c-b7eefb501775.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4611889/original/090097000_1697430088-WhatsApp_Image_2023-10-16_at_10.25.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182878/original/054164800_1744109078-20250408-Penutupan_IHSG-HER_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4595131/original/089153000_1696226192-trac-vu-Yut0WQE3jzs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3571934/original/032700800_1631670774-15_SEPTEMBER_2021-BNIWhatsApp_Image_2021-09-15_at_08.42.53.jpeg)