Emiten NCKL Bakal Buyback Saham Rp 1 Triliun

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPST untuk buyback pada (30 Juni 2026.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 07:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 1 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (25/5/2026), Perseroan akan menggelar buyback saham seiring harga pasar saham perseroan saat ini belum mencerminkan nilai perseroan yang sesungguhnya, meski perseroan telah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Seiring aksi korporasi ini, perseroan akan memakai dana internal serta tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan perseroan secara signifikan untuk memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo.

Adapun buyback saham itu akan dilakukan baik melalui bursa dan di luar bursa. Perseroan tekah menunjuk PT Harita Kencana Sekuritas sebagai anggota BEI untuk melakukan buyback saham melalui bursa.

Perseroan menyatakan akan melakukan buyback saham maksimal 12 bulan setelah diperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Juni 2026. Pembelian kembali saham itu akan dilakukan sejak 1 Juli 2026.

Seiring RUPST yang diadakan 30 Juni 2026, perseroan menyatakan buyback saham tidak terdapat irisan antara kedua program pembelian saham sebelumnya pada 2024 dan 2025. Periode buyback saham yang dilaksanakan terhitung sejak persetujuan RUPST pada 30 Juni 2026 tidak akan beririsan dengan periode buyback saham 2025 mengingat buyback saham tahap 2025 telah berakhir pada 18 Juni 2026. Sebelumnya perseroan telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk gelar buyback saham masing-masing pada 27 Juni 2024 dan 18 Juni 2025. Buyback saham itu juga masing-masing senilai Rp 1 triliun dan maksimal dilakukan selama 12 bulan.

Perseroan juga menyatakan buyback saham dilakukan tidak akan berdampak terhadap pendapatan. Perseroan juga menilai tidak akan ada perubahan signifikan atas laba bersih dan laba per saham perseroan atas pelaksanaan pembelian kembali saham itu.

“Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional Perseroan dikarenakan Perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup baik untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan,” demikian seperti dikutip.

 

Glencore Lepas 204,97 Juta Saham NCKL, Segini Nilainya

Sebelumnya, salah satu pemegang saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yakni Glencore International Investments Ltd melepas saham NCKL secara bertahap sebanyak lima kali pada 29 Desember- 7 Januari 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (10/1/2026), pemegang saham NCKL yakni Glencore Plc lepas  saham NCKL menjual 204.97 juta saham NCKL dengan status kepemilikan tidak langsung. Harga transaksi penjualan antara Rp 1.129-Rp 1.414 per saham.

Pertama, Glencore  melepas saham NCKL mulai 29 Desember 2025. Jumlah saham yang dilepas sebanyak 3.381.000 dengan harga Rp 1.129 per saham.

Lalu pada 30 Desember 2025, Glencore melepas 5 juta saham NCKL dengan harga Rp 1.137 per saham dan berlanjut pada 2 Januari 2026 sebanyak 10 juta saham dengan harga Rp 1.167 per saham. Selanjutnya pada 6 Januari 2026, Glencore melepas saham sebanyak 64,23 juta saham dengan harga Rp 1.288. Kemudian pada 7 Januari 2026, Glencore jual 122,45 juta saham NCKL dengan harga Rp 1.414 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham NCKL oleh Glencore mencapai Rp 276,94 miliar.

"Tujuan transaksi penjualan saham oleh Glencore International Investments Ltd dengan status kepemilikan tidak langsung,”

Setelah transaksi penjualan saham NCKL, Glencore genggam 6,87% saham NCKL atau setara 4,32 miliar saham dari sebelumnya 7,2% saham NCKL atau setara 4,53 miliar.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan ini, harga saham NCKL melemah 0,38% ke posisi Rp 1.300 per saham. Harga saham NCKL dibuka susut ke Rp 1.295 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.305 per saham. Saham NCKL berada di level tertinggi Rp 1.330 dan level terendah Rp 1.270 per saham. Total frekuensi perdagangan 17.521 kali dengan volume perdagangan 1.468.644 saham. Nilai transaksi Rp 189,9 miliar.