Intip Saham CDIA saat IHSG Melambung 2,14% pada Sesi Pertama

Begini pergerakan harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada sesi pertama perdagangan saham Selasa, (14/4/2026).

Diterbitkan 14 April 2026, 13:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik signifikan pada perdagangan saham sesi pertama, Selasa (14/4/2026). Selain itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung pada sesi pertama ke 7.600.

Mengutip data RTI, pada penutupan sesi pertama, harga saham CDIA naik 12,44% menjadi Rp 1.265 per saham. Harga saham CDIA dibuka menguat 30 poin ke posisi Rp 1.155 per saham. Harga saham CDIA berada di level tertinggi Rp 1.315 dan level terendah Rp 1.140 per saham pada sesi pertama. Total frekuensi perdagangan saham 47.433 kali dengan volume perdagangan saham 3.723.934 saham. Nilai transaksi harian saham CDIA mencapai Rp 462,3 miliar.

Berdasarkan data google finance, harga saham CDIA menguat 38,25% selama lima hari terakhir. Dalam sebulan terakhir, harga saham CDIA naik 61,15%.

Sementara itu, IHSG menguat 2,14% ke 7.660,75. Indeks saham LQ45 menanjak 2,34% menjadi 763,78. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.686,35 dan level terendah 7.592,74. Sebanyak 513 saham menguat sehingga angkat IHSG. 131 saham melemah dan 173 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.849.488 kali dengan volume perdagangan saham 28,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.117.

Dari 11 sektor saham menghijau, hanya sektor saham consumer siklikal turun 1,1%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur mendaki 4,86%, dan catat kenaikan terbesar.

Sektor saham energi bertambah 2,94%, sektor saham basic menanjak 3,01%, sektor saham industri menguat 3,05%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 1,635.

Sementara itu, sektor saham kesehatan mendaki 0,69%, sektor saham keuangan naik 1,24%, sektor saham properti bertambah 1,63%, sektor saham teknologi mendaki 0,21%, dan sektor saham transportasi bertambah 2,2%.

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang solid dan operasional yang agresif pada tahun perdananya sebagai perusahaan publik. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan melalui ekspansi usaha serta penguatan struktur permodalan yang signifikan.

Direktur CDI Group, Jonathan Kandinata, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Perseroan.

“Tahun 2025 merupakan momentum transformasi bagi CDI Group setelah menjadi perusahaan terbuka. Kami berhasil mencatatkan kinerja yang solid, didukung oleh operasional yang kuat serta strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Sepanjang 2025, CDI Group membukukan EBITDA sebesar USD 118,8 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai USD 127,8 juta, sementara pendapatan tumbuh menjadi USD148 juta, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen logistik yang mencatat pertumbuhan paling tinggi.

Perseroan juga menetapkan dividen interim sebesar USD10 juta sebagai bentuk komitmen dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kesehatan keuangan.

Dari sisi keuangan, posisi CDI Group tetap kuat dengan total aset mencapai USD1,74 miliar dan kas serta setara kas sebesar USD803,3 juta. Struktur permodalan tetap terjaga, didukung oleh akses pendanaan yang terdiversifikasi dari pasar modal maupun perbankan.

 

Pencatatan Saham

Keberhasilan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025 turut memperkuat langkah transformasi Perseroan. Dana hasil IPO dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis, khususnya pada sektor logistik serta kepelabuhanan dan penyimpanan.

Secara operasional, CDI Group terus memperluas kapasitas dan kapabilitas bisnisnya, mulai dari penguatan logistik darat dan maritim, pengembangan cold chain, hingga peningkatan kapasitas energi baru terbarukan serta pembangunan fasilitas penyimpanan. Langkah-langkah ini memperkuat posisi Perseroan sebagai platform infrastruktur terintegrasi yang terus berkembang.

Dengan portofolio yang terdiversifikasi di sektor energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik, CDI Group memasuki tahun 2026 dengan fondasi yang kuat. Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada ekspansi yang terukur, peningkatan kinerja operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur di Asia Tenggara.